0
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
1.Ayat ini menjadi pijakan setiap Muslim untuk selalu merenung dan mengingat perihal tanggungjawab sebagai umat Nabi Muhammad SAW. pic.twitter.com/6umx16BZkP
Expand pic
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
2. Nabi agung diutus Tuhan ke muka bumi tidak ada lain sebagai rahmat. Ingat, rahmat bukan hanya untuk umat Islam, tetapi rahmat untuk umat-umat agama lain, bahkan seluruh isi alam raya.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
3.Secara kebahasaan, adanya kata “ma” dan “illa” dalam ayat di atas bermakna sebagai sebuah kewajiban. Artinya, misi utama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tidak lain hanya sebagai obor cinta-kasih kepada seluruh makhluk Tuhan.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
4.Maka dari itu, kita mempunyai tanggungjawab yang besar untuk memastikan Islam tidak dibajak oleh sebagian kelompok yang kerap mengatasnamakan Islam untuk tujuan politik identitas, kekerasan, diskriminasi, bahkan bom bunuh diri.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
5.Fenomena munculnya gerakan terorisme global, seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), al-Qaeda, menjadi contoh nyata, selalu ada kelompok yang ingin menjadikan Islam sebagai instrumen politis kekuasaan. Mereka membawa Islam untuk menjustifikasi tindakan teror.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
6.Fakta politik global yang karat-marut, terutama penjajahan negara-negara Barat terhadap dunia Muslim, khususnya Palestina masih menjadi bensin yang siap membakar ghirah sebagian umat untuk terlibat dalam jaringan terorisme global.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
7.Di samping itu, adanya pemahaman keagamaan yang dangkal dan terbatas dapat menyebabkan seseorang mudah tergiur untuk menjadi “pengantin” dan “mujahid” yang siap untuk meledakkan bom dan berperang dengan berharap surga dan seluruh kenikmatan di dalamnya.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
8.Maka dari itu, selain aspek-aspek eksternal seperti konteks sosial politik global, yang dapat menyebabkan seseorang tertarik untuk bergabung dengan jaringan terorisme selalu ada pemahaman yang salah yang dapat menyebabkan seseorang salah paham.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
9.Maka dari itu, kita memerlukan sebuah paham benar dan baik tentang Islam. Paradigma Islam ramah dapat menjadi alternatif untuk menegaskan hakikat kandungan Islam.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
10.Secara kebahasaan, Islam berasal dari kata aslama-yuslimu-islaman. Artinya, menyelamatkan, mendamaikan, dan menyejukkan. Aslama-yuslimu-islaman dapat juga diartikan berserah diri kepada Tuhan, tawakkal.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
11.seorang Muslim setidak-tidaknya harus punya dua karakteristik yang utama. Pertama, seorang Muslim harus berserah diri kepada Tuhan sebagai manifestasi dari hablum minallah, hubungan antara makhluk dengan Khalik. Di sini beribadah secara paripurna menjadi sebuah keniscayaan
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
12.Namun paripurna secara ritual saja tidak cukup, diperlukan amal-amal sosial yang dapat membawa pada kedamaian dan keadilan.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
13.Seorang Muslim harus berperan untuk menciptakan tatanan sosial masyarakat yang saling menghormati dan saling menghargai antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, tidak ada egoisme dan fanatisme yang ekstrem.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
14.Seorang yang mengaku dirinya Muslim tidak diperkenankan menebarkan ancaman, kekerasan, dan pembunuhan. Seorang Muslim harus memastikan tetangganya dalam keadaan aman dan nyaman. Negerinya aman dan tentram.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
15.Bung Karno dalam Pidato Pancasila 1 Juni 1945 menegaskan, bahwa kita harus mewujudkan ketuhanan yang berkebudayaan. Kita harus menjadi Muslim yang taat, tetapi juga bertanggungjawab untuk memupuk solidaritas sesama warga dan sesama manusia.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
16.Dalam hal ini, ada baiknya kita kita mencerna kembali pesan Imam Ali karramallahu wajhahu, kita semua pada hakikatnya bersaudara. Kita bersaudara dalam satu agama yang agama atau kita bersaudara sesama makhluk Tuhan.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
17.tulisan @zuhairimisrawi , Intelektual Muda Nahldlatul Ulama, Ketua Moderate Muslim Society

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.