0
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Beras Analog ternyata memperoleh namanya karena serupa meat analog. Meat analog adl komoditas serupa daging padahal dibuat dari protein/bahan2 nabati.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Beras Analog sdh lama berkembang. Dibuat dari campuran tepung tanaman penghasil karbohidrat non beras yaitu jagung, singkong, sagu, dll.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Jagung pakan dipipil dalam kondisi kering. Lalu dijadikan tepung jagung. Singkong diolah dulu menjadi mocaf (modified cassava flour), sagu diolah menjadi pati kering sagu atau tepung sagu.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Campuran tepung karbo non beras ini diolah dan dibentuk spt beras, jadilah namanya beras analog. Harganya relatif mahal kalau sdh dijual eceran. Bisa Rp30rb/kg.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Rasanya bagaimana? Lha ya itu masalahnya. Saya juga belum pernah makan. Wong ini baru browsing gara2 papicus cerita beras analog dari sagu. Brengsek memang orang itu. Bikin saya repot saja musti browsing pagi2.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Kalau yg branded, beras analog malah satuan kemasannya 800gr. Harganya teteeup deh Rp30rb 😄
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Ini orang2 yg mikir dan produksi beras analog benar2 cinta NKRI, kerja dalam senyap. Hanya browsing2 saja, saya spt merasa tak berguna dibandingkan mereka.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Ada beberapa alasan periset melakukan penelitian beras analog dari yg saya baca. Pertama terkait konsumsi beras, karbo dgn indeks glikemik tinggi dan memperberat kerja pankreas yg kemudian jadi penyebab diabetes, kedua alasan kedaulatan pangan.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Periset memanfaatkan tanaman2 karbo dlm negeri utk ‘menggeser’ pola konsumsi beras. Suatu upaya luar biasa berat. Produknya pun minim insentif dan selalu dinyinyiri lebih mahal dari beras medium. Ya iya laaaah...
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Produksi beras per tahun bisa 40jt ton lebih dgn dukungan subsidi pupuk, pinjaman KUR, dll. Beras analog skala produksi masih kecil (sa jg belum tahu pastinya). Bisa dijual Rp30rb/800gr saja menurut saya sdh bagus mengingat tdk ada insentif dan subsidi.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Campuran beras analog juga kian beragam. Biasanya hanya campuran jagung, singkong, sagu. Mulai ada yg menambahkan wortel dan sayuran. Leh uga walau skala kecil.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Beras analog ini rasanya harus dapat perhatian lebih. Bentuk kedaulatan pangan yg riil, dihasilkan pemikir dan pekerja yg gelisah dgn diabetes, yg gelisah dgn impor beras. Mereka sptnya gak punya waktu bermedsos utk marah2 sembari teriak apa apa kok impor.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Sungguh RI kaya bahan karbo. Singkong bisa panen di atas 20jt ton/thn, ubi jalar bisa 8-11jt ton, sagu potensi pati keringnya bisa belasan juta ton, jagung 27jt ton. Belum sukun, waluh, keladi, dll.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Periset beras analog ini saya lihat publikasinya cukup banyak. Tapi marketing dan komunikasinya masih sangat kurang. Saya berharap banyak pemerintah ikut serta mengkomunikasikan, syukur2 bantuin marketing.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
IMS - Penemuan bahan baku alternatif beras analog youtu.be/4izHpWkPV80 via @YouTube
Expand pic
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Beras cerdas dari Universitas Jember. Beras analog yg ‘isinya’ bisa ditambahkan sesuatu dgn kebutuhan konsumen. Berita lama yg inspiratif. tekno.tempo.co/read/344668/ma…
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Mahasiswa Universitas Brawijaya juga riset beras analog neh m.malang.timesindonesia.co.id/read/14945/201… Sementara seniornya bisanya cuma nyocot doang hahaha...
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Semoga beras analog ini kian laku. Riset kian maju, teknologi kian menunjang. Harga produk bisa bersaing dgn beras medium hahaha... sptnya saya harus cari dan konsumsi beras analog ini segera.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Btw, krn dibuat dari tepung, tidak hanya beras analog yg bisa dibuat. Bisa juga mi, bihun, makaroni. Tdk menutup spaghetti di kemudian hari.
Kokok Dirgantoro @kokokdirgantoro
Terima kasih mas @picoez sdh menginspirasi saya utk tahu lebih banyak tentang beras analog. Sampeyan memang sosok linuwih walau berwajah dan berkelakuan ya ngono kae.
Login and hide ads.