Fanatik Buta dan Berlebihan para simpatisan FPI

oleh Syahrul Alim - Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia. Penulis lepas, pemerhati sosial, politik dan agama.
0
Temporary Hiatus @OkeOnta

Fanatik Buta dan Pujian Berlebihan Pengikut FPI pada Habib Rizieq by dutaislam.com pic.twitter.com/AgAc8HVTJh

20/03/2018 12:15:23 WIB
Expand pic
Temporary Hiatus @OkeOnta

1. Tak ada yang salah dari ekspresi karya jurnalistik yang dipublikasikan Tempo, kecuali jika ada sekelompok orang dengan sikap ta’ashub (fanatisme) berlebihan menganggap setiap kritik kepada seorang tokoh panutan sebagai upaya pelecehan.

20/03/2018 12:15:24 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

2. Karikatur yang dimuat di majalah Tempo edisi 26 Februari 2018 ternyata berbuntut panjang. Karikatur tersebut dianggap Front Pembela Islam (FPI) telah melecehkan pimpinan tertinggi mereka, Habib Rizieq Sihab

20/03/2018 12:15:25 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

3. mengingat adanya dialog antara seseorang yang digambarkan bergamis dengan seorang wanita seksi. Padahal, jika dilihat seksama, tak ada kalimat pelecehan atau penghinaan, kecuali “maaf saya tak jadi pulang”.

20/03/2018 12:15:25 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

4. Bagi saya, tak ada yang salah dari ekspresi karya jurnalistik yang dipublikasikan Tempo, kecuali jika ada sekelompok orang dengan sikap ta’ashub (fanatisme) berlebihan menganggap setiap kritik kepada seorang tokoh panutan dianggap sebagai sebuah upaya pelecehan.

20/03/2018 12:15:26 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

5. Saya pernah punya pengalaman, ketika menulis sebuah artikel soal dakwah yang mendapatkan penolakan dari masyarakat. Tulisan saya, yang dipublikasikan di laman narablog Indonesiana milik Tempo, menuai banyak kritik, bahkan dimuat ulang oleh salah satu media Islam daring.

20/03/2018 12:15:26 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

6. Tulisan saya sebetulnya tanpa menyebut nama, tempat, atau pihak tertentu. Hanya mungkin karena pihak redaksi Indonesiana menampilkan gambar ustaz kondang Abdul Somad, sontak tulisan saya mendapatkan reaksi keras dari publik.

20/03/2018 12:15:27 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

7. Sehingga saya pun dicap sebagai “penista ulama” bahkan diserang di media sosial oleh pihak-pihak yang menganggap tulisan saya melecehkan panutannya.

20/03/2018 12:15:27 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

8. Aneh memang, ketika sikap reaktif yang ditunjukkan terlampau berlebihan, bahkan alergi terhadap upaya kritik yang semakin dikedepankan. Padahal, mereka juga bebas melakukan kritik, dan umumnya pihak yang dikritik menanggapi secara wajar.

20/03/2018 12:15:27 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

9. Seiring dengan tulisan saya soal kenapa dakwah mendapatkan penolakan dari masyarakat, muncul kasus serupa ketika cuitan seorang wartawan harian nasional olah raga dan juga pemenang Kompasiana Award 2017, Zulfikar Akbar, malah terseret kasus penghinaan terhadap Abdul Somad.

20/03/2018 12:15:28 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

10. Sikap reaktif berlebihan yang mengarah pada persekusi akhirnya memaksa pihak perusahaan tempat Zul bekerja melakukan pemutusan hubungan kerja atas Zul. Zulfikar pun harus menelan pil pahit, akibat cuitannya yang tadinya sekadar bermaksud mengkritik, seketika menjadi bencana

20/03/2018 12:15:28 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

11. Saya kira, dibandingkan dengan cuitan Zulfikar yang memang mengandung muatan “hujatan”, karikatur di majalah Tempo tak memiliki kesan pelecehan sama sekali, terlebih tak menyebut nama, hanya diwakili oleh gambar sosok berjubah putih berdialog dengan seorang wanita.

20/03/2018 12:15:29 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

12. Kesan bahwa yang dimaksud di dalam karikatur tersebut adalah Rizieq Sihab, memang bisa dibenarkan karena muatan kalimat “maaf saya tidak jadi pulang” erat kaitannya dengan keberadaan Rizieq. Tetapi, tidak ada kalimat hujatan atau kebencian, bahkan pelecehan, kepada siapa pun.

20/03/2018 12:15:29 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

13. Belakangan ini, kritik apa pun yang dialamatkan kepada tokoh agama seakan-akan sudah dianggap sebagai “pelecehan” atau “penistaan”. Padahal, sebagai manusia biasa, apalagi bagian dari warga negara, urusan kritik jelas fenomena yang sangat wajar.

20/03/2018 12:15:29 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

14. Menyikapi hal tsb ada sebuah ungkapan yang ditulis Ibnu Taimiyah dalam sebuah karyanya; mereka yang berlebihan dalam agama umumnya juga berlebihan dalam banyak hal, termasuk memberikan pujian atau membenci secara berlebihan (ziyaadu fi hamdihi wa dzammihi).

20/03/2018 12:15:30 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

15. Memuji seseorang secara berlebihan, menyanjungnya terlampau tinggi, atau bahkan membenci seseorang berlebihan, jelas adalah sikap yang melampaui batas. Sikap wajar tentu saja yang selalu diajarkan dalam agama dan sikap berlebihan adalah hal yang dilarang.

20/03/2018 12:15:30 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

16. Itulah kenapa sikap memuji berlebihan berakibat pada fanatisme buta sehingga melahirkan sikap sombong dan menganggap dirinya “tinggi” dan setiap yang mengkritiknya menjadi “rendah”.

20/03/2018 12:15:30 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

17. Hal ini sesuai dengan makna “ghuluw fiddin” yang secara etimologis, disebut dalam kitab Jamharatu al-Lughah Liibni Duraid sebagai “al-irtifaa’ fis syay’i, wa tajaawaz al-haddi fiihi” (merasa paling tinggi dalam segala hal sehingga bersikap melampaui batas).

20/03/2018 12:15:31 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

18. kelompok atau orang yang mengagungkan orang-orang saleh di antara mereka sudah terjadi sejak zaman Nabi Nuh. Saat itu akhirnya kehancuran bagi mereka karena kebiasaan mengagung-agungkan seseorang dalam kelompoknya. Bahkan tak jarang mereka “memberhalakan” nama-nama mereka.

20/03/2018 12:15:31 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

19. Itulah kenapa di masa kini sikap berlebihan ditunjukkan oleh kelompok-kelompok yang menganggap kritik terhadap panutannya sebagai suatu pelecehan, bahkan penistaan bagi pimpinan mereka, padahal kenyataannya belum tentu demikian.

20/03/2018 12:15:32 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

20. Sikap berlebihan juga ditunjukkan para simpatisan FPI dengan aksi turun ke jalan yang memprotes karikatur tersebut. Bagi mereka, seseorang bergamis yang digambarkan sedang berdialog dengan seseorang jelas dimaksudkan sebagai pimpinan mereka.

20/03/2018 12:15:32 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

21. Hal ini seperti diungkapkan salah satu anggota FPI, Novel Bamukmin, sebagaimana dikutip laman detik.com: bahwa gambar di karikatur tersebut jelas ulama, bergamis, dan berimamah yang haram berdua berhadapan dengan perempuan yang berpakaian tidak sopan.

20/03/2018 12:15:32 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

22. Saya tidak tahu apakah keharamannya karena gambar yang demikian ataukah soal berhadapan dengan perempuan yang berpakaian tidak sopan. Hal ini tentu saja harus diselesaikan melalui diskusi yang cukup panjang dan serius.

20/03/2018 12:15:33 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

23. Terakhir, saya ingin mengutip sebuah ayat al-Qur’an di mana terdapat larangan untuk membanggakan diri atau kelompok sebagai entitas yang paling benar atau bahkan paling suci, karena tentu hanya Allah yang Maha Tahu, siapa di antara manusia yang paling bertakwa.

20/03/2018 12:15:33 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

24. “(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika............

20/03/2018 12:15:34 WIB
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!