Lima tujuan Pernikahan dalam Islam

dilansir laman almanhaj.or.id
0
Temporary Hiatus @OkeOnta

1. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia yang Asasi Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan ‘aqad nikah bukan dengan cara yang amat kotor seperti zaman sekarang ini; dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, dll

19/03/2018 15:43:07 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

2. Untuk Membentengi Akhlaq yang Luhur dan untuk Menundukkan Pandangan. Islam memandang pernikahan dan pem-bentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk me-melihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan.

19/03/2018 15:43:07 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa)”

19/03/2018 15:43:08 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

3. Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami Dalam Al-Qur-an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya thalaq (perceraian), jika suami isteri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam ayat berikut:

19/03/2018 15:43:08 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

“Thalaq itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan isteri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum Allah.....

19/03/2018 15:43:08 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh isteri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya” [Al-Baqarah : 229]

19/03/2018 15:43:09 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

Yakni, keduanya sudah tidak sanggup melaksanakan syari’at Allah ‘Azza wa Jalla. Dan dibenarkan rujuk (kembali nikah lagi) bila keduanya sanggup menegakkan batas-batas Allah ‘Azza wa Jalla. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah, lanjutan ayat di atas:

19/03/2018 15:43:09 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

“Kemudian jika dia (suami) menceraikannya (setelah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas isteri).....

19/03/2018 15:43:10 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan.” [Al-Baqarah : 230]

19/03/2018 15:43:10 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

Jadi, tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami isteri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at adalah wajib. Ajaran Islam telah memberikan kriteria tentang calon pasangan yang ideal (kafa-ah dan shalihah)

19/03/2018 15:43:10 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

a. Agama Islam sangat memperhatikan kafa-ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam hal per-nikahan. Dengan adanya kesamaan antara kedua suami isteri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami -insya Allah- akan terwujud.

19/03/2018 15:43:11 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

Namun kafa-ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlak seseorang, bukan diukur dengan status sosial, keturunan dan lain-lainnya. Allah ‘Azza wa Jalla memandang derajat seseorang sama, baik itu orang Arab maupun non Arab, miskin atau kaya.

19/03/2018 15:43:11 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

b. Seorang laki-laki yang hendak menikah harus memilih wanita yang shalihah, demikian pula wanita harus memilih laki-laki yang shalih. Menurut Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih, dan penjelasan para ulama bahwa di antara ciri-ciri wanita shalihah ialah :

19/03/2018 15:43:12 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

1. Taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya, 2. Taat kepada suami dan menjaga kehormatannya di saat suami ada atau tidak ada serta menjaga harta suaminya, 3. Menjaga shalat yang lima waktu, 4. Melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, 5. Memakai jilbab yang menutup seluruh aurat

19/03/2018 15:43:12 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

6. Berakhlak mulia, 7. Selalu menjaga lisannya, 8. Tidak berbincang / berdua dengan yang bukan mahramnya, 9. Tidak menerima tamu yang tidak disukai oleh suaminya, 10. Taat kepada kedua orang tua dalam kebaikan, 11. Berbuat baik kepada tetangganya sesuai dengan syari’at.

19/03/2018 15:43:13 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

4. Meningkatkan Ibadah Kepada Allah Hidup sepenuhnya untuk beribadah hanya kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi amal shalih selain ibadah, bahkan berhubungan suami isteri pun termasuk ibadah.

19/03/2018 15:43:13 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

5. Untuk Memperoleh Keturunan Yang Shalih Tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk memperoleh keturunan yang shalih, untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, sebagaimana firman Allah:

19/03/2018 15:43:14 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” [An-Nahl : 72]

19/03/2018 15:43:14 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!