Rapor Merah untuk FPI

ditulis oleh M. Fakhru Riza, Penulis adalah pegiat di Islami Institute Jogja
0
Temporary Hiatus @OkeOnta

1. Bismillahirahmanirrahim. Sejak berdiri hingga saat ini, imej Front Pembela Islam tidak kunjung membaik. Sepanjang sejarah, raport merah selalu mewarnai gerakan ini. Mengapa demikian?

19/03/2018 14:32:52 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

2. Dalam kasus demokratisasi di Indonesia pasca reformasi, munculnya FPI sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang sering melakukan aksi kekerasan merupakan suatu gejala yang bertentangan dengan ideal yang diharapkan dari gerakan masyarakat sipil.

19/03/2018 14:32:52 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

3. Gerakan reformasi adalah anti tesis dari otoritarianisme rezim Suharto yang menghancurkan kekuatan dari masyarakat sipil. Kemudian dengan lahirnya gelombang reformasi, diharapkan masyarakat sipil mampu lebih berdaya dihadapan negara dan mendorong upaya kebebasan publik.

19/03/2018 14:32:53 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

4. Akan tetapi dalam praktiknya, FPI tidak mewakili idealisasi tersebut. FPI seringkali bertindak sebaliknya, sejak berdirinya pada tahun 1998 FPI banyak melakukan aksi yang justru melanggar hak kemerdekaan masyarakat sipil yang sedang diperjuangkan oleh gerakan reformasi itu.

19/03/2018 14:32:53 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

5. Sejak 1998 hingga 2018, FPI menjadi momok yang menakutkan bagi demokrasi kita. Seperti pada tanggal 01 Juni 2008, pada saat itu di Monas sedang diselenggarakan aksi damai oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) tiba-tiba digeruduk oleh FPI.

19/03/2018 14:32:53 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

6. Para peserta aksi damai tersebut kemudian diserang oleh pasukan FPI dengan menggunakan bambu. Dalam peristiwa tersebut banyak aktivis yang menjadi korban luka-luka. Bahkan banyak diantara mereka sampai bercucuran darah di kepala (CNN Indonesia, 18/08/2017).

19/03/2018 14:32:54 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

7. Seperti halnya juga yang terjadi pada jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, Bekasi pada tahun 2012. Ketika suatu minggu pagi ketika mereka hendak melakukan rutinitas ibadah dihadang oleh pasukan berjubah putih dengan label FPI di depan gereja.

19/03/2018 14:32:54 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

8. Mereka dilarang untuk melakukan peribadatan. Dan bahkan tak jarang para jemaat mendapatkan lemparan telur busuk hingga air comberan (CNN Indonesia, 18/08/2017).

19/03/2018 14:32:54 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

9. FPI juga sering melakukan aksi sweeping ketika menjelang/berlangsungnya bulan Ramadhan. Dalih atas apa yang mereka lakukan adalah amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengklaim melakukan pemberantasan kemaksiatan yang terjadi dalam masyarakat.

19/03/2018 14:32:55 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

10. Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah mereka menghakimi secara sendiri apa yang hendak mereka tertibkan. Dalam pelaksanaannya tak jarang disertai dengan ancaman, intimidasi dan kekerasan.

19/03/2018 14:32:55 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

11. Pada akhir tahun yang lalu, FPI juga melakukan aksi penghakiman sepihak terhadap seorang anak remaja yang dalam jejaring media sosial mereka sebut telah menghina pemimpin mereka. Anak remaja tersebut diintimidasi oleh beberapa laki-laki dewasa yang mengatasnamakan FPI.

19/03/2018 14:32:56 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

12. FPI memang sering melakukan aksi secara sepihak, maka tak heran kemudian banyak yang menyebutkan bahwa ormas tersebut adalah ormas vigilante. Seperti juga yang dialami oleh Majalah Tempo pada hari Jum’at (16 Maret 2018) yang lalu.

19/03/2018 14:32:56 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

13. Media tersebut didemo FPI di kantor mereka karena dalam majalahnya pada edisi yang terbit akhir bulan yang lalu menampilkan karikatur antara seorang laki-laki bersorban yang sedang berbicara dengan seorang perempuan di sebuah ruangan.

19/03/2018 14:32:56 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

14. Dalam karikatur di Majalah Tempo tersebut disebutkan seorang lelaki bersorban berkata “Maaf…Saya tidak jadi pulang”. Dan sang perempuan di depan lelaki bersorban tersebut menjawabnya dengan kata-kata yang persis dengan apa yang diucapkan tokoh Cinta dalam film AADC 2.

19/03/2018 14:32:57 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

15. Sebenarnya kalau kita mencermati lebih seksama apa yang ingin disampaikan dalam karikatur tersebut adalah sebuah harapan supaya Rizieq yang sedang mempunyai perkara hukum dan tak kunjung-kunjung pulang dari Arab Saudi untuk segera menyelesaikan kasus hukum yang menimpanya.

19/03/2018 14:32:57 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

16. Dan anehnya, produk jurnalistik Majalah Tempo tersebut mereka sebut sebagai penghinaan terhadap ulama’ mereka. Dan terlebih lagi yang menjadi persoalan adalah mereka dalam aksi demo dan negosiasi di kantor Tempo juga diwarnai oleh intimidasi.

19/03/2018 14:32:57 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

17. Padahal, seharusnya kalau FPI menghormati hukum, secara prosedural mereka melaporkan keberatan mereka kepada Dewan Pers. Dewan Pers akan memutuskan apakah produk jurnalistik Majalah Tempo tersebut melanggar prinsip-prinsip jurnalistik ataukah tidak.

19/03/2018 14:32:58 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

18. Dari sekian aksi yang dilakukan oleh FPI, seringkali tidak mempunyai konsistesi untuk melakukan apa yang mereka sebut sebagai amar ma’ruf nahi munkar. Hal itu terjadi pada 1998 ketika terjadi gelombang demonstrasi yang menuntut demonstrasi oleh mahasiswa.

19/03/2018 14:32:58 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

19. Justru sebaliknya, FPI tidak terlibat mendukung gerakan massa yang berusaha menggulingkan rezim Suharto –sebuah rezim politik yang juga sering melakukan pemberangusan terhadap ormas Islam. FPI justru bergandengan tangan secara mesra dengan Jendral Wiranto.

19/03/2018 14:32:59 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

20. Dari situlah kemudian terbentuk Pam Swakarsa, orgasnisasi yang menghadang aksi gerakan reformasi. Dan FPI masuk menjadi bagain dari organisasi anti reformasi bentukan loyalis Suharto tersebut.

19/03/2018 14:32:59 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

21. Paradoks lain adalah FPI sering melakukan kritik pedas terhadap kelompok yang bersebrangan pemikiran dengan mereka di ruang publik. Akan tetapi dalam praktiknya dan banyak dibuktikan, malah menampakkan bahwa mereka adalah antikritik dan malah berujung pada aksi intoleransi.

19/03/2018 14:32:59 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

22. Sepertinya mereka memang tidak siap untuk menghargai perbedaan pendapat dari orang lain dan merasa paling benar sendiri. Apakah memang demikian ajaran Islam itu? demikian, wassalamualaikum wr wb.

19/03/2018 14:33:00 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!