Add to Favorite
0
Login and hide ads.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:28:34 WIB
#212BukanUntukJokowi Lalu 212 milik siapa? Prabowo? 9 Presiden Calon PKS? Yusril? @ZUL_Hasan #FahR1Voice AHY atau @tgbID ?? Inilah sebuah sayembara negeri... Negeri ini ada pemimpin, tapi pemimpin ingin diganti oleh warganya krn sayembara bak hajatan 5tahunan
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:31:43 WIB
1. #212BukanUntukJokowi Parade dalam sayembara ini mulai dibuat.. Gerindra mulai elus2 kembali jagonya lawan lawas JKW Lalu pasukan entah berantah yg dituduh buzzer anti mainstream PKS juga bikin #NgopiBarengFahri dah berjilid2.. Terntu ada yang menarik Siapa dia? TGB!! KOK?
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:34:41 WIB
2. #212BukanUntukJokowi Sosok TGB ini menarik! Sampai2 level Ustad Sosmed UAS berteriak lantang! Aku akan hadir seluruh penjuru negeri utk TGB jadi presiden negeri! Hebatnya? Ya. Lebih hebat lagi.. Sebuah tulisan SANG Pendobrak yg sempat jadi pesakitan dinegeri kacau balau
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:38:09 WIB
3. #212BukanUntukJokowi Sang Pendobrak itu Pernah menang sayembara level Parpol Sayang tak bisa ikut Sayembara Negeri akibat Parpolnya plinplan tentukan pilihan akhir Dia menulis sebuah kesantunan TGB dlm acara yg super tinggi tapi dia kritik pemilik acara tsb dg caranya
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:41:01 WIB
4. #212BukanUntukJokowi Tak mengurangi makna.. Aku kutip dengan lengkap tulisan sang pendobrak yg berakhir jadi pesakitan utk TGB! Agar kita paham.. Siapa TGB, Meski anda bukan org TGB Meski Parpolnya cibir TGB Namun Fakta adalah Fakta Biar warga nikmati sayembara dg suka cta
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:41:42 WIB
5. #212BukanUntukJokowi TGB dimata @iskan_dahlan Inilah gubernur yang kalau mengkritik tidak membuat sasarannya terluka. Bahkan tertawa-tawa. Saking mengenanya.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:44:19 WIB
6. #212BukanUntukJokowi Tuan Guru dengan Masa Depan yang Panjang (Dahlan Iskan) Senin, 22 Feb2016 Inilah gubernur yg berani mengkritik pers. Scr tbuka. Di puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) pula. Di depan hampir semua tokoh pers se-Indonesia. Pun, di depan JKW. Di Lombok
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:46:49 WIB
7. #212BukanUntukJokowi Dan lucunya. ”Yang akan saya ceritakan ini tidak terjadi di Indonesia,” kata sang gubernur. ”Ini di Mesir.” Sang gubernur mmg pernah btahun2 kuliah di Mesir. Di universitas plg hebat di sana: Al Azhar. Bkn hy plg hebat, jg salah satu yg tertua di dunia
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:47:13 WIB
8. #212BukanUntukJokowi Dari Al Azhar pula, sang gubernur meraih gelar doktor. Untuk ilmu yang sangat sulit: tafsir Alquran. Inilah satu-satunya kepala pemerintahan di Indonesia yang hafal Alquran. Dengan artinya, dengan maknanya, dan dengan tafsirnya.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:48:07 WIB
9. #212BukanUntukJokowi Mesir memang mirip dengan Indonesia. Di bidang politik. Dan persnya. Pernah lama diperintah secara otoriter. Lalu, terjadi reformasi. Bedanya: Demokrasi di Indonesia mengarah ke berhasil. Di Mesir masih sulit ditafsirkan.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:49:50 WIB
10. ”Di zaman otoriter dulu,” ujr TGB di depan peserta puncak peringatan HPN itu, ”tidak ada org yang pcaya berita koran.” Gubernur sepertinya ingin mgingatkn berita koran di Indonesia pd zaman Soeharto. Sama. Tidak bs dipercaya. Semua berita hrs sesuai dengan kehendak penguasa
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:50:57 WIB
11. #212BukanUntukJokowi ”Satu-satunya berita yang masih bs dipercaya hanyalah berita yang dimuat di halaman 10,” ujar sang gubernur. Di halaman 10 itulah, kata dia, dimuat iklan dukacita. Gerrrrrrr. Semua hadirin tertawa. Termasuk Presiden Jokowi. Tepuk tangan pun membahana.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:51:25 WIB
12. Bagaimana setelah reformasi, ketika pers menjadi terlalu bebas? ”Masyarakat Mesir malah lebih tidak percaya,” katanya. ”Semua berita memihak,” tambahnya. ”Halaman 10 pun tidak lagi dipercaya,” guraunya.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:51:53 WIB
13. #212BukanUntukJokowi Meski hadirin terbahak lebih lebar, sang gubernur masih perlu klarifikasi. ”Ini bukan di Indonesia lho, ini di Mesir,” katanya. Hadirin pun kian terpingkal. Semua mafhum. Ini bukan di Mesir. Ini di Indonesia. Juga.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:53:30 WIB
14. Saya mengenal byk gubernur yg amat santun. Semua gubernur di Papua termasuk yg sangat santun. Yg dulu maupun sekarang. Tapi, gubernur yg baru mengkritik pers itu luar biasa santun. Itulah Gub Nusa Tenggara Barat: Tuan Guru Dr KH Zainul Majdi. Lebih akrab dg Tuan Guru Bajang
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:53:57 WIB
15. Gelar Tuan Guru di depan namanya mencerminkan bahwa dirinya bukan orang biasa. Dia ulama besar. Tokoh agama paling terhormat di Lombok. Sejak dari kakeknya. Sang kakek punya nama selangit. Termasuk langit Arab: Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:55:19 WIB
16. Di Makkah, sang kakek dihormati sebagai ulama besar. Buku2nya terbit dlm bahasa Arab. Byk sekali. Di Mesir. Juga di Lebanon. Jadi pegangan bagi org yang belajar agama di Makkah. Sang kakek adalah pendiri organisasi keagamaan tbesar di Lombok: Nahdlatul Wathan (NW)
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:55:47 WIB
17. Setengah penduduk Lombok adalah warga NW. Di Lombok, tidak ada NU. NU-nya ya NW ini. Kini sang cuculah yang menjadi pimpinan puncak NW. Dengan ribuan madrasah di bawahnya.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:56:15 WIB
18. Maka, pada zaman demokrasi ini, dengan mudah Tuan Guru Bajang terpilih menjadi anggota DPR. Semula dari Partai Bulan Bintang. Lalu dari Partai Demokrat. Dengan mudah pula dia terpilih menjadi gubernur NTB. Dan terpilih lagi. Untuk periode kedua sekarang ini.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:56:34 WIB
19. Selama karirnya itu, Tuan Guru Bajang memiliki track record yang komplet. Ulama sekaligus umara. Ahli agama, intelektual, legislator, birokrat, dan sosok santun. Tutur bahasanya terstruktur. Pidatonya selalu berisi. Jalan pikirannya runtut.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:56:57 WIB
20. Kelebihan lain: masih muda, 43 tahun. Ganteng. Berkulit jernih. Wajah berseri. Murah senyum. Masa depannya masih panjang. Pemahamannya pada rakyat bawah nyaris sempurna.
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:57:40 WIB
21. ”Bapak Presiden,” katanya di forum tersebut, ”saya mendengar pemerintah melalui Bulog akan membeli jagung impor 300.000 ton dengan harga Rp 3.000 per kg.”
ElSang @elfizal 19/03/2018 10:59:47 WIB
22. Lalu, ini inti pemikirannya: Kalau saja pemerintah mau membeli jagung hasil petani NTB dengan harga Rp 3.000 per kg, alangkah sejahtera petani NTB. Selama ini, harga jagung petani di pusat produksi jagung Dompu, Sumbawa, NTB, hanya Rp 2.000 sampai Rp 2.500 per kg.
ElSang @elfizal 19/03/2018 11:00:11 WIB
23. Sang gubernur kelihatannya menguasai ilmu mantiq. Pelajaran penting waktu saya bersekolah di madrasah dulu. Pemahamannya akan pentingnya pariwisata juga tidak kalah.
Load Remaining (6)

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.