Skandal Cambridge Analytica, Pencurian Data 50 Juta Pengguna Facebook yang Digunakan Untuk Kampanye Pemenangan Trump

Cambridge Analytica, dilaporkan telah mencuri lebih dari 50 juta data pribadi pengguna Facebook sebagai upaya memenangkan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat di tahun 2016 lalu.
international data Cambridge Analytica Facebook Donald Trump TRUMP pencurian
1
Socio Geeks @InsideErick
Gini, dua hari ini Facebook heboh. Apa pasal? Observer dan The New York Times melaporkan adanya data breach di Facebook. Sebanyak 50 juta akun, nggak tanggung-tanggung dilaporkan digunakan secara tidak sah. Siapa yang menggunakannya? Cambridge Analytics
Socio Geeks @InsideErick
Siapa atau apa itu Cambridge Analytics? Sesuai namanya, Cambridge Analytics adalah perusahaan Analytics, tugasnya menganalisis data yang mereka peroleh dari menuai data (data harvesting) di Facebook. Lha kok bisa? Pastinya dengan izin dari Facebook.
Socio Geeks @InsideErick
Lalu dua hari yang lalu, tepatnya hari Jumat Facebook memutuskan untuk mem-banned Cambridge Analytics dari menuai data pengguna Facebook. Menurut Facebook Cambridge Analytics melakukan pelanggaran.
Socio Geeks @InsideErick
Sejenak ke belakang, Cambridge Analytics ini adalah think tank kemenangan Trump di pemilu 2016 yang lalu. Di sana ada Steve Bannon yang kemudian terlibat secara aktif di kampanye Trump. Cambridge Analytics dibawa oleh Jared Kusner ke tim Trump tahun 2016.
Socio Geeks @InsideErick
Sebelum masuk ke tim Trump, Cambridge Analytics dulu mem-backup senator Ted Cruz. Tapi kita tak bahas ini. Concern-nya adalah data dan privasi pengguna yang diperjualbelikan oleh Facebook ke pihak ketiga tanpa concern pengguna.
Socio Geeks @InsideErick
Bisnis Facebook adalah jual-beli data dan privasi pengguna. Pengetahuan Facebook terhadap pengguna mereka sangat dalam, bahkan ada yang berseloroh jika Facebook mengetahui dengan pasti apa yang akan ditekan pengguna di keyboardnya 😁
Socio Geeks @InsideErick
Facebook juga memasang perangkap di hampir semua situs yang ada di internet dengan tombol Like dan share yang ada di situs. Tombol ini sangat berguna untuk memata-matai pengguna sehingga seketika pengguna log in ke Facebook mereka akan melihat iklan yg tepat sesuai minat.
Socio Geeks @InsideErick
Hal ini diperparah oleh pengetahuan pengguna yang sangat minim tentang bagaimana Facebook mengumpulkan data penggunanya, bagaimana data tersebut dianalisis dan bagaimana data tersebut digunakan. Dalam hal ini Facebook tak mengenal transparansi.
Socio Geeks @InsideErick
Untuk menuai data pengguna, Facebook tak segan-segan untuk menerabas privasi pengguna, dan lagi sebenarnya pengguna Facebook jarang sadar privasi. Mereka umumnya sudah sangat senang dengan layanan yang mereka pikir gratis tersebut padahal sebenarnya dibayar dengan data/privasi.
Socio Geeks @InsideErick
Demikianlah sehingga ada pihak ketiga seperti Cambridge Analytics yang menuai data pengguna untuk tujuan salah satunya iklan dan mungkin juga untuk melihat kecenderungan politik pengguna sehingga bisa ditawarkan alternatif pilihan presiden yang tepat.
Socio Geeks @InsideErick
Jumlah 50 juta akun yang mereka akses dan analisis bukan jumlah yang sedikit. Dengan pengetahuan yang dalam terhadap akun-akun tersebut, pilihan politik mereka bisa dibelokkan untuk mendukung Trump dengan berbagai iklan atau cara-cara jahat seperti misinformasi, hoax dll.
Socio Geeks @InsideErick
Pengungkapan ini makin memperjelas keikutsertaan Facebook dalam memenangkan Trump di Pemilu 2016. Saya agak meragukan bahwa Cambridge Analytics memiliki akses tidak sah terhadap data 50 juta akun tersebut. Pastinya seijin Facebook.
Socio Geeks @InsideErick
Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini? Segeralah hapus akun Facebook Anda. Facebook tak akan pernah berhenti menuai data bahkan data orang yang bukan pengguna mereka yang kemudian mereka tawarkan ke pihak ketiga demi pendapatan iklan tanpa consent pengguna.
Socio Geeks @InsideErick
Koreksi: yang benar Cambridge Analytica ya 😁
Socio Geeks @InsideErick
Masih betah main di Facebook? Tentu ada risiko privasi dan data yang bisa saja digunakan dan dianalisis oleh pihak ketiga. Jika dipandang sepadan, ya lanjutkan saja.
Socio Geeks @InsideErick
FYI, sepertinya kalau tak punya Facebook rasanya ada yang kurang? Rasanya punya Facebook suatu kemustian? Itu cuma mitos. Tidak pakai Facebook hampir tak ada masalah, malah lebih tenang. Demikian juga media sosial lainnya.
Socio Geeks @InsideErick
Tentu tak hanya Facebook, setiap layanan di internet melakukan harvesting data, termasuk Google. Namun ada perbedaan bagaimana layanan tersebut menuai, menganalisis dan memanfaatkan dan juga soal transparansi. Pertimbangkan dengan saksama layanan yang bisa dipercaya.

*Cambridge Analytica, dilaporkan telah mencuri lebih dari 50 juta data pribadi pengguna Facebook. Aktivitas itu mereka lakukan sebagai upaya memenangkan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat di tahun 2016 lalu.

  • *Menurut pemberitaan koran AS The New York Times dan surat kabar Inggris Observer, Cambridge Analytica telah mencuri informasi dari data profil 50 juta pengguna Facebook untuk membantu mereka mendesain piranti lunak (software) yang dapat memprediksi dan memengaruhi pilihan para pemilih pada saat pemungutan suara pemilu. Jadi, perusahaan memanen informasi pribadi dari profil Facebook yang terdiri lebih dari 50 juta pengguna tanpa izin mereka.
  • *Menurut pengakuan Christopher Wylie, whistleblower, sekaligus sosok yang ikut mendirikan Cambridge Analytica, sistem perangkat lunak yang mereka ciptakan mampu menjejali lini masa para pengguna Facebook, yang datanya telah dicuri, dengan iklan-iklan politik.

  • "Kami menggunakan Facebook untuk mengumpulkan profil jutaan orang. Dan membangun model yang dapat mengeksploitasi apa yang kami ketahui tentang mereka dan menargetkan kebencian dalam hati mereka. Itu adalah dasar dari mengapa perusahaan ini dibangun," ujarnya kepada Observer.

URL www.nytimes.com 6 users 131825 How Trump Consultants Exploited the Facebook Data of Millions Cambridge Analytica harvested personal information from a huge swath of the electorate to develop techniques that were later used in the Trump campaign.

Sementara pada Jumat (16/3), pihak Facebook menyatakan telah menangguhkan aktivitas Cambridge Analytica setelah menemukan kebijakan data pribadi mereka dilanggar. Dengan penangguhan tersebut, Cambridge Analytica dan korporasi induknya, Strategic Communication Laboratories (SCL), sudah tidak dapat menampilkan iklan atau mengelola akun milik klien mereka.

CBS News @CBSNews
On Friday, Facebook suspended Cambridge Analytica, a prominent data analytics firm that a whistleblower claims exploited Facebook data to harvest "millions" of profiles of U.S. voters without their authorization. Here's what you should know cbsn.ws/2DDnqTv pic.twitter.com/kVcXNboVll
dydodydody @dodysoerja
@InsideErick terus untuk akun IG, tokped, dan yg lainnya yg login pake FB apa juga bisa terlibat?
Socio Geeks @InsideErick
@dodysoerja facebook bisa melihat apa yang dilakukan di tokped kalau masuk menggunakan aku FB data ini kemudian juga dianalisis, bisa oleh FB sendiri, bisa juga oleh pihak ketiga
dydodydody @dodysoerja
@InsideErick wah ini kudu lebih waspada, soaonya terkadang lebih simple kalo login lewat fb, toh fb juga udah gak begitu kepake. terus, data yang diambil selain untuk kebutuhan iklan, kemungkinan terburuknya apa ya?
Socio Geeks @InsideErick
@dodysoerja ya sangat simple tapi mengorbankan data dan privasi. kemungkinan terburuk? ya seperti yang terjadi di AS itu digunakan untuk analisis politik dan mampun membantu keterpilihan presiden yang nggak diduga akan menang
Load Remaining (30)

Comment

Along Fernandes @FernandesAlong 21/03/2018 01:23:26 WIB
QBAT PRIA PĒRKASA, KUAT SERTA TAHAN LAMA. MENGATASI IMPTENSI. EJKULASI DINI. LMH SYHWAT. MANI ENCER. LOYO DLL. IKLAN INI PASTI BERMANFA'AT BAGI ANDA YANG MEMBUTUHKAN. UNTUK PEMBELIAN BISA TELEPON 0812 2222 3846
Login and hide ads.