0
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
1. Kelompok yang mengklaim diri sebagai Salafi—mereka menolak disebut Wahhabi—ini kelompok kecil, tapi perpecahannya dahsyat. Bahkan saling mengkafirkan.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
2.Abu Husein At-Thuwaliby saling mubahalah dengan Fauzan al-Anshari, Salafi Jihadi simpatisan ISIS. Ngefek? Wallahu A’lam, tapi At-Thuwailiby mengakui dirinya “menang” karena setelah mubahalah Fauzan Al-Anshari,
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
3.dedengkot Majelis Mujahidin Indonesia, itu sakit, lalu wafat. Ketika video sighat mubahalah diupload di youtube, Abu Aiman Al-Jimrasi yang merupakan pendukung Fauzan al-Anshari melaknat At-Thuwailiby dan menyebutnya sebagai munafik.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
4.Abu Jibril pada awalnya sependapat dengan Aman Abdurrahman. Tapi ketika Aman Abdurrahman, yang dipenjara atas kasus terorisme itu bersama Abu Bakar Baasyir berbaiat kepada Abu bakar al-Baghdadi, maka Abu Jibril berbeda pendapat sengit dengan kedua orang di atas.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
5.Abu Jibril pro Jabhat An-Nushrah sedangkan Abu Bakar baasyir dan Aman Abdurrahman pro ISIS. Para pengebom di berbagai daerah rata-rata anak buah Aman Abdurrahman yang dibina melalui jaringannya, termasuk Santoso dan pengebom panci yang tewas di Bandung.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
6.Saya menelusuri pemikiran Aman Abdurrahman dalam buku karyanya, “Ya Mereka Memang Thaghut”. Isinya mengerikan, hehehe, hampir semua dikafirkan! Gaya buku Aman Abdurrahman ini nyaris mirip karya Imam Samudera, “Aku Melawan Teroris”, tuduh sana sini.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
7.Klaim kebenaran mutlak ini berceceran dalam halaman per halaman, sebagaimana buku karya terakhir trio bomber Bali ( Imam Samudera, Mukhlas dan Amrozi), yang saya beli dari Ali Fauzi, adik Amrozi.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
8. Yang pasti, pemetaan di kubu Salafi Jihadi sangat mengerikan. Saling ancam bunuh, saling tuding sebagai kilabun nar (asune neroko), saling tuduh munafik dan taghut, dan sebagainya.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
9.Kalau melihat kombatan ISIS menyembelih komandan tank kubu Jabhat an-Nushrah, nggak heran, itu adalah puncak saling mengkafirkan di antara dua kubu yang bertempur di Suriah . Sama-sama bersyahadat, dan sama sama bertakbir saat menyembelih umat Islam. Naudzubillah min dzalik.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
10.Perpecahan kubu Salafi ini juga tampak saat membaca buku “Sebuah tinjauan Syar’i: Mereka Adalah Teroris” karya Luqman Baabduh, yang juga mengklaim diri sebagai Salafi. Buku ini merupakan bantahan dari buku Imam Samudera, “Aku Melawan Teroris”.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
11. Luqman yang merupakan murid Syekh Muqbil bin Hadi al-Wad’i di Yaman, mencela gerakan yang dilakukan oleh Imam Samudera Cs, termasuk Abdullah Azzam, mentor “pejuang” Afganistan, sebagai gerakan Khawarij. Kubu trio bomber Bali tidak terima atas sangkaan sebagai khawarij ini,
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
12.termasuk yang keberatan dengan tendensi itu adalah kubu Salafi lainnya, yaitu Abu Salma Al-Atsari, murid dari Abdul Hakim Abdat dan Abu Qatadah.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
13.Harus diakui gaya bahasa dalam buku karya Luqman Baabduh ini kasar, sangat kasar, hingga Imam Samudera dan Ali Ghufron (Mukhlas) menyebut Luqman sebagai seorang yang sembrono dan jahil murakkab (padahal dua nama terakhir ini lebih kasar dalam tulisan-tulisannya qiqiqiqi).
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
14.Setelah buku “Aku Melawan Teroris” yang dibantah oleh buku “Mereka Adalah Teroris”, muncul kemudian buku “Siapa Teroris? Siapa Khawarij?” karya Abduh Zulfidar Akaha.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
15.Mbulet ae ya? Hahaha…isinya yang mencoba memetakan kembali kontradiksi kedua kubu Salafi di atas. Selain itu, di kalangan Wahabi sendiri,
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
16.gesekan-gesekan saling menguat karena ada rasan-rasan apabila Luqman Ba’abduh ditahdzir oleh gurunya sendiri seperti Syaikh Yahya al-Hajuri, dan masyaikh di Darul Hadist Dammaj, Yaman, tempat menuntut ilmunya.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
17.Selesai? Belum. Silahkan mencermati saling cela antara kubu Wahabi di Indonesia. Abu Qatadah, salah seorang ustadz Wahabi yang dihormati kubunya, dituduh oleh kelompok Wahabi lainnya sebagai Salafi Sururi.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
18.Sebutan ini merupakan penisbatan kelompok yang mengikuti jalan Syaikh Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin, salah seorang pentolan Wahabi asal Saudi yang kemudian bermukim di London.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
19.Sebutan Salafi Sururi alias Salafi Hizbi ini adalah istilah tendensius dan pejoratif di kalangan Wahabi sendiri. Abu Hamzah al Atsari (embuh, nama aslinya siapa) habis-habisan mencela Abu Qatadah sebagai ahli bid’ah, pengikut hawa nafsu, melenceng dari sunnah, dan sebagainya.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
20.Sekadar catatan, Abu Qatadah (ini lagi, nggak tau nama aslinya), ini juga sama dengan Luqman Baabduh, sama-sama alumni Dammaj, Yaman.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
21.Bagaimana Wahabi lainnya? Embuh, podo gelut karepe dewe. Agomo digawe geluuut ae. Wkwkwkw Mereka geram karena Salafi Sururi menyebut trio ulama legendaris Wahabi:
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
22.Bin Baaz, Al-Albani dan Utsaimin sebagai ulama haidh dan nifas. Embuh, apa maksudnya ini. Yang pasti, di kalangan Wahabi sendiri masing-masing kubu berebut klaim sebagai Salafi dan Ahlussunnah.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
23.Tampaknya, ada polarisasi antara Wahabi jaringan Saudi dengan Wahabi jaringan Yaman. Alumni Saudi tidak menyerang kerajaan sebagai taghut (ya iyalah, majikan gitu loh)
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
24.dan banyak menyandarkan pendapatnya pada ulama-ulama Saudi dalam berbagai masalah. Sedangkan Wahabi alumni Yaman, di Dammaj, lebih terbuka dalam melakukan “serangan” terhadap pemerintah.
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.