0
Temporary Hiatus @OkeOnta
1. Hukum memakai cadar telah banyak diperbincangkan, salah satunya oleh Muhammadiyah melalu fatwa Majelis Tarjih mereka. Fatwa ini diterbitkan oleh Majalah Suara Muhammadiyah No. 18 Tahun 2009 dan dimuat ulang dalam website resmi Tarjih.or.id.
Temporary Hiatus @OkeOnta
2. Dalam keterangan tersebut, secara tersirat dijelaskan bahwa memakai cadar sebenarnya tidak masalah, tapi memang tidak ada dasar hukumnya dalam islam.
Temporary Hiatus @OkeOnta
3. Meskipun begitu, tidak diperbolehkan untuk memusuhi maupun melarang muslimah untuk memakai hal tersebut. Bahkan, PP Aisyiyah dalam akun twitternya juga memberi keterangan terkait cadar ini menurut Fatwa Tarjih Muhammadiyah.
Temporary Hiatus @OkeOnta
4. Berikut kami cantumkan fatwa tersebut: Tentang masalah cadar, telah dicantumkan pembahasannya dalam Buku Tanya Jawab Agama Islam yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid, jilid 4 halaman 238, Bab Sekitar Masalah Wanita.
Temporary Hiatus @OkeOnta
5. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” (an-Nur: 31)
Temporary Hiatus @OkeOnta
6. Ayat ini menurut penafsiran Jumhur ulama, bahwa yang boleh nampak dari perempuan adalah kedua tangan dan wajahnya sebagaimana pendapat Ibnu Abbas ra. dan Ibnu Umar ra. (Tafsir Ibnu Katsir vol. 6:51)
Temporary Hiatus @OkeOnta
7. Potongan ayat di atas juga dijelaskan oleh hadis riwayat dari Aisyah ra: “Telah menceritakan pada kami Yakub bin Ka’ab al-Anthaki dan Muammal bin al-Fadhl bin al-Harani keduanya berkata: Telah mengkabarkan pada kami Walid dari Said bin Basyir dari Qatadah dari.....
Temporary Hiatus @OkeOnta
8. Khalid bin Duraik dari Aisyah bahwa Asma’ binti Abi Bakar menemui Rasulullah saw dengan memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah saw berpaling darinya dan berkata:
Temporary Hiatus @OkeOnta
9. “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu, jika telah mendapatkan haidh, tidak pantas terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya.” [HR. Abu Dawud]
Temporary Hiatus @OkeOnta
10. Hadits ini dikategorikan mursal oleh Imam Abu Dawud sendiri setelah akhir menuliskan riwayatnya dikarenakan terdapat rawi yang bernama Khalid bin Duraik, yang dinilai oleh para ulama kritikus hadits tidak pernah bertemu dengan Aisyah ra dan Said bin Basyir yang dinilai dhaif.
Temporary Hiatus @OkeOnta
11. Namun ia mempunyai penguat yang ternilai mursal shahih dari jalur-jalur lainnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud sendiri dalam al-Marasil (no. 460, cet. Dar al-Jinan, Beirut) dari Qatadah di mana dalam jalur sanadnya tidak terdapat Khalid bin Duraik dan Said bin Basyir :
Temporary Hiatus @OkeOnta
12. Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya seorang perempuan jika telah mendapatkan haidh, tidak pantas terlihat dari dirinya kecuali wajahnya dan kedua (telapak) tangannya sampai tulang pergelangan tangan (sendi).” [HR. Abu Dawud]
Temporary Hiatus @OkeOnta
13. Selain itu banyak riwayat-riwayat lain yang memperlihatkan bahwa banyak dari para shahabiyat (sahabat perempuan) yang tidak memakai cadar atau menutupi wajah dan tangan mereka.
Temporary Hiatus @OkeOnta
14. Terkait dengan pakaian perempuan ketika shalat, sebuah riwayat dari Aisyah ra menjelaskan bahwa ketika shalat para perempuan pada zaman Nabi saw memakai kain yang menyelimuti sekujur tubuhnya (mutallifi’at fi-murutihinna).
Temporary Hiatus @OkeOnta
15. “Telah menceritakan pada kami Abu al-Yaman, telah memberitahukan pada kami Syu’aib dari az-Zuhri, telah mengkabarkan padaku Urwah bahwasannya Aisyah berkata: “Pada suatu ketika Rasulullah saw shalat subuh, beberapa perempuan mukmin (turut shalat berjamaah dengan Nabi saw)....
Temporary Hiatus @OkeOnta
16. Mereka shalat berselimut kain. Setelah selesai shalat, mereka kembali ke rumah masing-masing dan tidak seorangpun yang mengenal mereka.” Dalam riwayat lain: “Kami tidak bisa mengenal mereka (para perempuan) karena gelap.” [Muttafaq ‘alaihi]
Temporary Hiatus @OkeOnta
17. Imam asy-Syaukani memahami hadits ini bahwa para sahabat perempuan di antaranya Aisyah ra tidak dapat mengenali satu sama lain sepulang dari shalat subuh karena memang keadaan masih gelap dan bukan karena memakai cadar, karena memang saat itu wajah perempuan biasa terbuka.
Temporary Hiatus @OkeOnta
18. Demikian kultwit ini, terimakasih atas perhatiannya dan Wassalamualaikum wr wb.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.