0

Sebuah berita yang diunggah oleh Jawa Pos sempat menjadi perbincangan di dunia maya lantaran menyebut akun @Cak_Luth adalah tersangka Muslim Cyber Army.

Story Jejak Digital Jawa Pos Sebar Berita Akun @Cak_Luth Adalah Tersangka Muslim Cyber Army Meskipun sudah diganti, namun netizen masih membpunya jejak digitalnya 7116 pv 20 7
Jawa Pos @jawapos
Nah, Tersangka Muslim Cyber Army Ternyata Ahokers jawapos.com/n/193213
HS @HarapanSiahaan2
Tega benar yah @jawapos sudah ada yang senang kalau akun @Cak_Luth ahoker dan minta agar diselesaiakan barang ini. Cc.: @Fahrihamzah pic.twitter.com/26ROiuJgvC
Expand pic
Expand pic

Menanggapi hal tersebut, akun Partai Socmed pun memberikan klarifikasi

Story Awal Mula dan Siklus Penyebarluasan Berita Hoax yang Sebut @Cak_Luth Adalah Tersangka Mu.. Tersebarnya berita yang sebut @Cak_Luth adalah tersangka MCA sempat jadi perbincangan hangat di media sosial 1333 pv
#99 @PartaiSocmed
Kali ini teman kami @Cak_Luth yg jadi korbannya. Hanya semata2 karena menggunakan nama Luth sehingga dihubung2kan dgn admin MCA Muhammad Luth pic.twitter.com/D0ISFPVn99
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kami tegaskan bahwa @Cak_Luth bukanlah Muhammad Luth anggota MCA yg saat ini sedang ditahan polisi karena kasus hoax dan ujaran kebencian yg dilakukannya.

Berikut penjelasan dari Jawa Pos terkait berita tersebut.

URL www.jawapos.com 18620 Penjelasan Terkait Berita Muslim Cyber Army yang Tidak Sesuai Standar Redaksi JawaPos.com meminta maaf karena artikel tersebut menimbulkan kegaduhan akibat dari proses yang tidak sesuai dengan standar JawaPos.com.
Jawa Pos @jawapos
Penjelasan terkait berita Muslim Cyber Army dan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang tidak sesuai standar jawapos.com/read/2018/03/0…
▫️𝐓𝐰𝐒𝐭 πŽπ©π’π§π’β–«οΈ @Twit_Opini
Postingan HOAX dr Jawa Pos & penjelasan dr Pemimpin Redaksinya : 1. Editor terburu2 memposting 2. Menjadikan akun anonim sbg rujukan 3. Berita sudah dihapus pic.twitter.com/8borJ03nRK
Expand pic
Expand pic
Expand pic
MAFINDO @TurnBackHoax
@Cak_Luth [BENAR] "Penjelasan Terkait Berita Muslim Cyber Army yang Tidak Sesuai Standar" jawapos.com/read/2018/03/0… #LawanHoax pic.twitter.com/pzWIGB9sqy
Expand pic
Expand pic
Cebong Nyinyir @sidewii
@TurnBackHoax @Cak_Luth Ngeles level bajaj alesan editor terburu-buru dalam mengunggah artikel. Bilang aja elu niat fitnah! Media besar kok subyektif dan berpihak! @jawapos πŸ‘Žtwitter.com/TurnBackHoax/s…
#99 @PartaiSocmed
Alasan bisa dibuat namun hoax sudah terlanjur menyebar. Dengan ini @jawapos sudah kehilangan kredibilitasnya sebagai media yg layak dipercaya. twitter.com/jawapos/status…
#99 @PartaiSocmed
Yang dilakukan @jawapos meminta maaf setelah menyebarkan fitnah itu seperti memperbaiki gelas yg terlanjur pecah karena dibanting pic.twitter.com/y7XbarnJEI
Expand pic
#Wan Aib On @khilafahdusta
@TukangKoprol @jawapos Editor @jawapos yg terburu2 itu terlalu semangat kyknya ya untuk memposting Berita yg tidak standart Jawapost.. atau memang terlalu Nafsu dan Emosi hingga abai terhadp standarisasi..? Bisa diusut ga nih editornya apa masuk bagian dari kelompok tertentu..? πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†
riyantoachmad @riyantoachmad3
@jawapos Ada sangsi apa tidak buat jurnalisnya? Kalau cuma maaf ? Ane numpang ketawa saja. 😁😁😁😁😁
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Dari web resmi @jawapos menemukan bahwa ketua MCA adalah Ahoker. Jadi maling teriak maling dan ngaku Muslim segala. Ayok @DivHumas_Polri selesaikan barang ini. Jangan mau merusak nama Polri dengan menyerang identitas agama. jawapos.com/read/2018/03/0…
reformation @indreformation
@jawapos Harusnya Anda @jawapos berpikir akan dampak dari postingan berita Anda, apalagi di-retweet oleh @Fahrihamzah
Dungeon Defense | #ReformasiDikorupsi @achmad_taher
@jawapos Berita Jawa Pos Sudah masuk Tuduhan. Yg merasa dirugikan bisa kasus ini dilaporkan.
Rez im hob i hut ang @utangmeroket
@jawapos @mochergumilar Sebenarnya berita JP mungkin benar adanya... Tapi masalahnya tak kuat alias menyerah kalo ada tekanan dari sono..! Emang siapa yg berani melawan..?
Sutomo Paguci @tompaguci
@jawapos Udahlah, polisikan saja jurnalis & editornya. Yang udah kadung nyebar tak bisa ditarik lagi, itu kejamnya dunia maya.
Suryanto Suripto @Suryoaji88
@jawapos Saya amati beberapa beritanya sudah jadi partisan sehingga nggak cek dan ricek.
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.