Cerita di Balik Lukisan Nachtwacht, karya Paling Terkenal Pelukis Belanda Rembrandt by: @yoyen

De Nachtwacht adalah karya paling terkenal pelukis Belanda Rembrandt Harmenszoon van Rijn. Lukisan ini kini dipamerkan di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda.
Nachtwacht lukisan Thread Asik the night watch pelukis awesomes
1
Lorraine Riva @yoyen
Udah segitu aja ceritanya Jan Steen. Gw lagi prei (libur), jadi ada sedikit waktu senggang untuk cerita-cerita. Mau denger cerita di balik Nachtwachtnya Rembrandt ngga? Night watch bahasa Inggrisnya, bahasa Belandanya Nachtwacht. pic.twitter.com/oqkxdkdJWt
Expand pic
Lorraine Riva @yoyen
Nachtwacht dilukis antara 1639 - 1642. Waktu itu Rembrandt umurnya sekitar 35 tahun, udah lumayan lah karirnya.
Lorraine Riva @yoyen
Lukisan ini nama aslinya panjang loh: De compagnie van kapitein Frans Banninck Cocq en luitenant Willem van Ruytenburgh maakt zich gereed om uit te marcheren.
Lorraine Riva @yoyen
Artinya the company of captain Frans Banninck Cocq and luitenant Willem van Ruytenburgh is preparing to march out.
Lorraine Riva @yoyen
Compagnie di sini artinya lain dari Compagnie dalam VOC. Compagnie (baca: kompanyi) ini artinya dalam perkumpulan. Terjemahan bebasnya: orang-orang siskamling.
Lorraine Riva @yoyen
Compagnie itu sinonimnya schutterij. Artinya militia. Sekumpulan orang, penduduk sipil yang menjaga keamanan kota masa itu.
Lorraine Riva @yoyen
Tugas compagnie/militia itu tugasnya polisi, pemadam kebakaran dan militer digabung jadi satu. Waktu itu perhimpunan compagnie di Amsterdam, Amsterdamse Schuttersgilde, punya proyek pesan 6 lukisan dari anggota mereka. Lukisan genre ini dikenal sebagai schutterstuk.
Lorraine Riva @yoyen
Schutterstuk (schutter = shooting company, stuk = piece). Rembrandt waktu itu salah satu pelukis yang dapet order ini. Dia kebagian melukis timnya kapten Frans Banninck Cocq dan letnan Willem van Ruytenburgh.
Lorraine Riva @yoyen
Kapten Frans Banninck Cocq itu yang pose di tengah, kostum hitam dengan selempang merah. Kelihatan ngga si kapten pegang tongkat di tangan kanannya? pic.twitter.com/0Ns6dJzJG5
Expand pic
Lorraine Riva @yoyen
Sebelahnya dia yang pake kostum warna krem itu letnan Willem van Ruytenburgh. Mereka berdua ini yang memberikan aba-aba supaya timnya mars ke arah kiri. pic.twitter.com/x6Uj3DWiwa
Expand pic
Lorraine Riva @yoyen
Rembrandt melukis lukisan ini pesanan Amsterdamse schuttersgilde untuk pajangan di markas mereka. Walau begitu, tim yang pose di lukisan ini harus bayar sendiri.
Lorraine Riva @yoyen
Yang paling tengah, si kapten & letnan, paling banyak bayarnya makanya pose di tengah. Sisanya dari 19 orang yang ada dalam lukisan pangkatnya beragam.
Lorraine Riva @yoyen
Ada penabuh tambur yang konon gajinya 40 gulden per tahun tapi dia harus bayar 100 gulden. Cicil sampai beberapa tahun. Ada versi cerita kapten Banninck Cocq & letnan Van Ruyterburch yang nalangin dulu.
Lorraine Riva @yoyen
Kalau lihat dengan seksama ada beberapa perangkat dan senjata di lukisan ini. Ada tambur, ada musket (senapan laras panjang). Penyandang musket pangkatnya musketier, bahasa Inggrisnya musketeer. pic.twitter.com/ClfaVOq4xo
Expand pic
Lorraine Riva @yoyen
Di sebelah kanan kiri di latar belakang, ada beberapa yang pegang tombak. Sebelah kanan ada kucing, ngga jelas gambarnya.
Lorraine Riva @yoyen
Sekarang lukisan ini terkenal di seluruh dunia sebagai Night Watch (Nachtwacht) tapi bukan berarti Rembrandt melukis ini malam hari.
Lorraine Riva @yoyen
Para sejarawan seni di sini masih debat tentang ini. Lukisan ini dinamai Nachtwacht tahun 1800an, 2 abad setelah selesai. Konon karena memang cahaya lukisan ini yang temaram, mirip malam.
Lorraine Riva @yoyen
Gaya pencahayaan yang temaram ini dengan fokus satu atau dua titik terang khas Rembrandt, namanya clair obscur. Konon inspirasinya Rembrandt dari Carravaggio.
Lorraine Riva @yoyen
Nah, setelah Rembrandt selesai melukis ini, dia terima honor dan beli rumah besar. Lukisan ini digantung di markasnya Schuttersgilde Amsterdam.
Lorraine Riva @yoyen
Tahun 1715 lukisan ini dipindah dari markas besar schuttersgilde ke balai kota Amsterdam di de Dam, pusat kota Amsterdam. Ngga muat atau gimana, lukisannya dipotong bok! Ini dia bagian yang terpotong itu. pic.twitter.com/Zp60H8IuWq
Expand pic
Lorraine Riva @yoyen
Dari situ lukisan ini jadi kepunyaan kota Amsterdam sampai sekarang. Terakhir ditaksir nilainya sekitar € 500 juta. Ini taksiran tahun 2011.
Lorraine Riva @yoyen
Tahun 1885 lukisan ini dipinjamkan ke Rijksmuseum, sampai sekarang. Tempatnya ada di ruangan yang namanya Eregallerij. Gallery of honour.
Lorraine Riva @yoyen
Juni 2017, pengunjung Rijksmuseum yang ke sepuluh juta, dapet hadiah tidur di Eregallerij. 😍Perhatiin lukisan yang satunya, salah satu schutterstuk dari 6 lukisan pesanan itu. Kapan-kapan gw cerita lukisan yang satunya ya. 👋🏽 pic.twitter.com/hHNdFbXaij
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.