0
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Let me tell you the history of Countess Elizabeth Báthory de Ecsed, better known as The Blood Countess. One of the most vicious female massacrer in history. #AubreyTale pic.twitter.com/9RfMEFmGbc
Expand pic
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Elizabeth lahir tahun 1560 di keluarga bangsawan Báthory, penguasa kerajaan Hungaria. Saat itu kerajaan Hungaria meliputi Hungaria, Slovakia & Transylvania (sekarang jadi Rumania). pic.twitter.com/6hsrjxv6QM
Expand pic
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Sebagai anak di keluarga dengan status sosial tinggi, Elizabeth kecil hidup dengan berlimpah kemewahan. Dia juga belajar bahasa Latin, Jerman dan Yunani.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Waktu berumur 11 thn, Elizabeth bertunangan dengan Ferenc Nádasdy yg juga dari kalangan keluarga aristokrat di Hungaria. Pertalian mereka adalah untuk memperkuat hubungan politik.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Meskipun Ferenc adalah anak seorang Baron tapi kedudukan dan status Elizabeth lebih tinggi. Maka Elizabeth pun mempertahankan nama keluarganya,Báthory, dan Ferenc yang justru berganti nama jadi Báthory. Elizabeth berumur 15 thn & Ferenc 19 thn saat menikah.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Pernikahan yg dihadiri 4500 orang itu berlangsung meriah. Hadiah pernikahan Ferenc untuk Elizabeth pun tak kalah megah, sebuah istana di desa mungil Cachtice, Slovakia. pic.twitter.com/Br1kDPzSNM
Expand pic
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Di istana yang dibangun pada abad ke-13 di puncak bukit inilah mereka tinggal. Tiga tahun kemudian, Ferenc jadi salah satu pemimpin perang Hungaria melawan Ottoman. Perang yg akan berlangsung lama dari 1593-1606. pic.twitter.com/PRRPwsM3DU
Expand pic
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Ditinggal oleh Ferenc semasa perang, Elizabeth bertanggung jawab mengelola istananya sendiri. Perang memegang terlalu banyak peran dalam pernikahan mereka. Anak pertama mereka baru lahir 10thn sesudah pernikahan. Anak2 berikutnya pun lahir dgn jarak yg berjauhan.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Tahun 1604, Ferenc akhirnya meninggal di tengah peperangan saat berumur 48thn. Penyebab meninggalnya masih misterius sampai skr.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Tapi misteri meninggalnya Ferenc bukanlah apa2 dibandingkan misteri yang menyelimuti Istana Cachtice. Desas desus yang terus bergaung, keresahan penduduk yang tinggal di desa2 sekitarnya, dan Darah yang terus mengucur di istana itu...
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Tentunya ada alasan kenapa Elizabeth dijuluki The Blood Countess. Bahkan Countess Dracula...
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Istana Catchtice adalah saksi bisu di mana Elizabeth telah membunuh dan menyiksa dengan kejam ratusan perempuan. Dimulai dari pelayannya sendiri lalu gadis2 muda dari kalangan jelata yang tinggal di desa2 sekitar istana...
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Elizabeth menyiksa korbannya dengan berbagai cara. Dari memukuli dengan pecut berduri, menyeret di tengah salju hingga korban meninggal beku, menusukkan jarum di setiap bagian bawah kuku, memukuli hingga kulit korban menghitam seperti arang.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Atau melumuri korban dengan madu lalu membiarkannya meninggal dgn dikerubuti lebah, semut dan serangga lainnya.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Menggunting setiap jari dengan tang dan menarik nadi di tangan dengan gunting. Menguliti korban hidup2 pun menjadi salah satu kebiasaan, begitupun dengan memutilasi anggota tubuh.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Elizabeth pun menggigit lalu merobek bagian muka, dada, lengan para korbannya. Sebagian korban dipaksa memakan bagian tubuhnya sendiri yg sudah dimutilasi.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Batas antara fakta dan fiksi tentang apa yang terjadi di istana itu menjadi sedemikian kabur karena banyaknya pembunuhan dan penyiksaan yang terjadi.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Dari sinilah muncul legenda tentang Elizabeth yang bermandikan darah para gadis muda untuk membuatnya tetap cantik dan awet muda. Darah para korban ditampung di bak keramik untuk Elizabeth berendam.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Konon Elizabeth lah yang menjadi inspirasi kisah Vampire. Elizabeth tak hanya dijuluki Blood Countess tapi juga Countess Dracula.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Tak puas hanya mengorbankan para gadis desa, Elizabeth mulai berburu korban di kalangan bangsawan. Inilah ”kesalahannya”....
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Kehilangan anggota keluarga di rakyat jelata mungkin tak dianggap serius. Tapi saat korban mulai berjatuhan di kalangan bangsawan, kejadian ini mulai mengusik perhatian, ditambah pula desas desus yang sudah lama beredar.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Akhirnya tahun 1610, King Mathias II menyuruh György Thurzó untuk menyelidiki kasus ini. Penyelidikan pun dimulai, bukti2 mulai dikumpulkan. Tercatat lebih dari 300 saksi yang memberikan pernyataan mereka.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Sebagian besar gadis2 desa berumur 10-14 thn tersebut dibawa ke istana dengan diiming2i pekerjaan di istana sebagai pelayan. Sementara sebagian keluarga bangsawan diiming2i dengan pelajaran etiket untuk putri mereka.
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
Menariknya György ini justru orang yang dipercaya Ferenc sebelum dia meninggal untuk menjaga Elizabeth. Mereka sama2 membela negara waktu perang melawan Ottoman. pic.twitter.com/CG6pCUOOKG
Expand pic
Aubrey✨ @MoniqueAubrey
György konon menggerebek istana Cathtice pada satu malam, dan menemukan Elizabeth tengah menyiksa korbannya. Dia lalu membuat pengumuman bahwa dia telah menangkap Elizabeth dan para pelayan istana yg membantu Elizabeth dalam penyiksaan.
Load Remaining (18)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.