Memahami posisi Imam dan Makmum dalam Shalat berjamaah

0
Temporary Hiatus @OkeOnta

Memahami posisi Imam dan Makmum dalam Shalat berjamaah by almanhaj.or.id #JumatBerkah pic.twitter.com/GoWQRfwjJ6

02/03/2018 13:05:04 WIB
Expand pic
Temporary Hiatus @OkeOnta

1. Bismillahirahmanirrahim. Agar dapat melaksanakan shalat berjamaah sesuai dengan syariat Islam, seorang imam maupun ma’mum, tidak lepas dari keadaan berikut ini:

02/03/2018 13:05:04 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

2. Bila ma’mum sendirian bersama imam (imam dengan satu orang ma’mum). Bila seseorang berma’mum sendirian, maka posisinya berdiri di samping kanan sejajar dengan imam. Dasarnya adalah, kisah Ibnu Abbas dalam shalat bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi :

02/03/2018 13:05:05 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

3. “Ibnu ‘Abbas berkata: “Lalu aku bangun dan berbuat seperti yang beliau perbuat. Kemudian aku pergi dan tegak di sampingnya, lalu beliau menempatkan tangan kanannya di kepalaku dan mengambilnya, dan menarik telinga kananku, lalu shalat...” [Muttafaqun ‘alaihi]

02/03/2018 13:05:05 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

4. Bila imam bersama dua orang ma’mum. Apabila imam mendapatkan ma’mum hanya dua orang, maka hendaklah kedua ma’mum tersebut berdiri di belakang imam membentuk satu barisan. Hal ini didasarkan pada hadits Jabir yang panjang, yang sebagiannya berbunyi:

02/03/2018 13:05:06 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

5. “Datang Jabbaar bin Shakhr, lalu ia berwudhu kemudian datang dan berdiri di sebelah kiri Rasulullah SAW, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tangan kami berdua dan mendorong kami hingga membuat kami berdiri di belakang beliau” [HR Muslim]

02/03/2018 13:05:06 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

6. Bila imam bersama lebih dari dua orang ma’mum. Apabila terdapat lebih dari dua orang ma’mum bersama imam, maka ma’mum berdiri di belakang imam dalam satu barisan, demikian menurut kesepakatan ulama

02/03/2018 13:05:06 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

7. Bila ma’mum mendapatkan shaf (barisan) shalat sudah penuh, sehingga ia tidak dapat masuk ke shaf. Dalam keadaan demikian, maka ma’mum jangan shalat sendirian di belakang shaf (barisan), akan tetapi berusaha maju ke depan hingga berdiri di samping imam...

02/03/2018 13:05:07 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

8. sebagaimana dilakukan Rasulullah -ketika beliau sakit- bersama Abu Bakar yang ditunjuk menggantikan mengimami shalat. Disebutkan dalam sebuah riwayat yang berbunyi:

02/03/2018 13:05:07 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

9. “Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk sejajar Abu Bakar di sampingnya. Waktu itu, Abu Bakar shalat ikut shalat Rasulullah, dan orang-orang shalat mengikuti shalat Abu Bakar” [Muttafaqun ‘alaihi]

02/03/2018 13:05:08 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

10. Dilansir Komite tetap untuk penelitian Islam dan fatwa Saudi Arabia, ketika menjawab pertanyaan seputar masalah ini menyatakan, apabila seseorang masuk masjid dan mendapatkan shalat telah ditegakkan, dan shaf telah penuh, maka hendaklah ia berusaha masuk dalam barisan.

02/03/2018 13:05:08 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

11. Apabila tidak bisa, maka ia masuk berdiri bersama imam dan berada di sebelah kanannya. Apabila ini juga tidak bisa, maka hendaknya menunggu sampai datang orang yang menemaninya di shaf (baru). Jika tidak ada seorang yang menemaninya, maka ia shalat sendirian setelah selesai.

02/03/2018 13:05:08 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

12. Untuk itu Komite tetap untuk penelitian Islam dan fatwa Saudi Arabia berfatwa tentang hal ini: Seorang yang masuk masjid tidak mendapatkan celah dalam barisan (shof) dan tidak bisa baris disebelah kanan imam dan shalat hampir selesai, maka...

02/03/2018 13:05:09 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

13. menunggu orang lain yang masuk untuk membuat shof (barisan) dengannya. Apabila tidak mendapatkannya maka hendaknya shalat dengan jamaah lain. Jika juga tidak ada, maka shalat sendirian setelah imam salam, dan ia tidak berdosa, dengan dalil firman Allah:

02/03/2018 13:05:09 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

14. “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah” [at Taghabun:16] Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Apabila aku perintahkan kalian berbuat sesuatu, maka kerjakanlah semampu kalian”.

02/03/2018 13:05:10 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

15. Hal ini karena shalat adalah ibadah, dan ibadah itu harus tauqifiyah. Padahal hadits larangan shalat sendirian di belakang shaf (barisan) shahih dan bersifat umum.

02/03/2018 13:05:10 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

16. Demikian kultwit ini terimakasih atas kesempatannya untuk membaca, Wassalamualaikum wr wb. Sumber: almanhaj.or.id/2612-memahami-…

02/03/2018 13:05:10 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!