3
Temporary Hiatus @OkeOnta
Pengaruh Syi'ah Terhadap Islam di Indonesia by Dutaislam.com pic.twitter.com/lwMEVza4Ho
 Expand pic
Temporary Hiatus @OkeOnta
1. Bismillahirahmanirrahim. Dari praktik-praktik keagamaan yang berkembang kuat di Nusantara selama berabad-abad, dapat diasumsikan bahwa interaksi antara Sunisme dan Syi’isme memiliki kontribusi yang sama besarnya terhadap munculnya komunitas Islam yang unik di Indonesia.
Temporary Hiatus @OkeOnta
2. Maka tidaklah berlebihan bahwa Sunni Islam di Jawa terkadang diklaim sebagai “Syiah secara kultural”. Walaupun menurut Abdurrahman Wahid (1995: 14) bahwa baik kaum Modernis maupun Tradisional menolak pengaruh Syiah khususnya dalam aspek ideologis dan politis.
Temporary Hiatus @OkeOnta
3. Sebagai contoh praktik-praktik keagamaan tersebut misalnya istilah “Imam” telah menjadi standar di kalangan kaum Sunni Muslim di Jawa, sehingga empat pendiri mazhab tidak pernah disebut oleh masyarakat Jawa, kecuali dengan menambahkan kata “imam” di depannya.
Temporary Hiatus @OkeOnta
4. Kepercayaan akan datangnya al-masih, Imam Mahdi yang akan datang sebagai Ratu Adil (Penguasa yang Adil) secara taradisional maupun historis telah mewarnai masyarakat Jawa. Sebagai contoh Sultan Agung (1613-1645), yang memerintah kerajaan Mataram di Yogyakarta
Temporary Hiatus @OkeOnta
5. Keturunan Nabi yang secara umum dikenal sebagai “Habib”, selalu mendapat tempat khusus di kalangan para santri di Jawa, demikian pula yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan sampai sekarang.
Temporary Hiatus @OkeOnta
6. Perayaan Tabut/Ta’ziyah atau Tabuik Osenyang dilakukan setiap tahun untuk mengenang kematian Husain yang tragis merupakan bukti lain tentang elemen-elemen subtansial Syi’i khususnya di Sumatera.
Temporary Hiatus @OkeOnta
7. Demikian pula penerjemahan karya utama literatur Syi’i, Hikayat Muhammad Hanafiyah, dari Persia ke dalam bahasa Melayu sekitar Abad XIV merupakan bukti lain yang signifikan pengaruh Syi’i di Sumatera (Mas’ud, 3004: 57).
Temporary Hiatus @OkeOnta
8. Dalam tradisi Jawa “Grebeg Suro” kita juga menemukan adanya pengaruh Syiah. Kebiasaan orang Jawa yang lebih menganggap Muharram sebagai bulan nahas karena tewasnya Sayyidina Husain juga merupakan pengaruh dari Syiah.
Temporary Hiatus @OkeOnta
9. Orang Jawa berpantang menggelar perayaan nikah atau membangun rumah pada bulan “Suro” atau Muharram. Di daerah Sunda, pada bulan Muharram terdapat tradisi mengadakan bubur “beureum-bodas” (merah-putih), dan dikenal dengan istilah bubur Suro.
Temporary Hiatus @OkeOnta
10. "merah" pada bubur perlambang darah syahid Sayyidina Husain dan putih perlambang kesucian nurani Sayyidina Husain. Demikian pula di Kalimantan, khususnya dibeberapa tempat di Kalimantan Selatan setiap sepuluh Muharram sebagian masyarakat melakukan tradisi “Membubur Asyura”
Temporary Hiatus @OkeOnta
11. Selainitu, menurut Humaidy dalam penelitiannya berjudul Peta Gerakan Syiah di Kalimantan Selatan, (2014) masih banyak kultur-kulturSyiah yang merasuk ke dalam kultur Sunni yang menjadi anutan masyarakat Banjar.
Temporary Hiatus @OkeOnta
12. Tentu saja sudah bukan bentuk asli, melainkan sudah mengalami mudikasi, Seperti peringatan hari Sepuluh Muharram (Asyura), –telah disebutkan di atas-bacaan Tulak Bala, Tawassul, ZiarahKubur, Maulid Nabi dan hari Arba Mustamir.
Temporary Hiatus @OkeOnta
13. Rentetan pengaruh Syiah dalam tradisi-tradisi keagamaan di Nusantara akan bertambah panjang dengan bahasan –pro dan kontra- mengenai Marhaba, Shalawatan Diba’, Tahlil Arwah, Haul, Kenduri.
Temporary Hiatus @OkeOnta
14. Khusus kenduri, sangat kental dipengaruhi oleh tradisi Syiah karena diambil dari bahasa Persia, “Kanduri”, yang berarti tradisi makan-makan untuk memperingati Fatimah Az-Zahrah, puteri Nabi Muhammad saw.
Temporary Hiatus @OkeOnta
15. Hal ini kemungkinan besar karena dipengaruhi oleh Islam yang datang ke Nusantara sebagai Islam yang bercorak sufi. Sebagaimana yang dituturkan oleh Annemarie Schimmel (2003)
Temporary Hiatus @OkeOnta
16. Dalam bukunya Dimensi Mistik dalam Islam, menurutnya kalau kita melihat akar perkembangan sufi di dunia Islam awal, bahwa Ja’far as-Sadiq, Imam keenam Syiah adalah merupakan salah seorang diantara guru agung dalam tasawuf awal.
Temporary Hiatus @OkeOnta
17. Gagasan Ja’far dan mungkin pemikir-pemikir sufi lain di zaman awal tersebar merembes ke dalam kehidupan mistik sampai akhirnya muncul dalam pernyataan-pernyataan sejumlah sufi yang hidup hampir bersamaan, yang mengungkapkan keanekaragaman kemungkinan dalam kehidupan mistik.
Temporary Hiatus @OkeOnta
18. Ja’far melihat empat segi yang berbeda dalam Alquran: pernyataan, untuk kebanyakan orang; kiasan, untuk golongan istemewa atau elit; sentuhan keanggunan (lata’if), untuk para wali; dan akhirnya “kenyataan” untuk para nabi.
Temporary Hiatus @OkeOnta
19. Struktur pluralistik Alquran ini menyebabkan Ja’far menggambarkan struktur hirarki orang-orang beriman sesuai dengan taraf-taraf pengetahuan “kebatianan“ mereka. Prinsip-prinsip ini kemudian dikembangkan oleh para sufi yang lebih mutakhir
Temporary Hiatus @OkeOnta
20. Mereka menyebut-nyebut“tahap-tahap” dan “persinggahan-persinggahan” dan kemudian menggolong-golongkannya bagi orang kebanyakan, bagi sepilihan orang, dan bagi elitnya elite.
Temporary Hiatus @OkeOnta
21. Beberapa diantara prinsip-prinsip tafsir Ja’far tampaknya mengandung pelbagai pemikiran yang sampai akhir-akhir ini, dianggap milik kaum mistik yang lebih mutakhir (Schimmel, 2003: 50)
Temporary Hiatus @OkeOnta
22. Pada abad ke-X akhir merupakan masa organisasi dan konsolidasi bagi tasawuf. Masa itu meluas pelbagai kelompok Syiah di setiap bagian Kekaisaran Muslim. Sejak 914 –tahun kematian Sibli- Baghdad telah dikuasai oleh keluarga Buwaihid dari Iran, suatu dinasti Syiah
Temporary Hiatus @OkeOnta
23. Siria Utara dikuasai oleh dinasti Hamdani, yang juga Syiah –untuk beberapa lamanya Aleppo menggantikan Baghdad sebagai tempat berkumpulnya para penyair, fulsuf dan ahli mistik.
Temporary Hiatus @OkeOnta
24. Arabia Tengah juga telah ditaklukkan oleh kaum Karmathia pada tahun 930; kelompok Syiah yang kuat ini memilih Bahrain sebagai pusatnya, dan cabangya meluas sampai lembah Indus.
Load Remaining (5)
Login and hide ads.