0
Eliya @eliya_mkom
Pagi masih mendung, menyisakan gerimis tadi malam. Adem, dingin. Nyimak @tvOneNews judulnya panas banget : Pilpres 2019 : Siapa Penantang Jokowi ? Simak yuk tuips.
Eliya @eliya_mkom
Nanti habis briefing pagi, yuk bahas soal Pilpres 2019 : Siapa Penantang Jokowi. Yang mau nyimak RT dan Like Yuk twitter.com/eliya_mkom/sta…
Eliya @eliya_mkom
Yuk bahas soal Pilpres 2019 : siapa penantang Jokowi. Kesimpulan dari talks show TVOne tadi Pagi. Yang mau nyimak RT dan like ya.
Eliya @eliya_mkom
Sebelum bahas soal siapa penantang Jokowi, aku mau jawab pertanyaan kemaren soal Capres Independen. Utk pilpres 2019, tidak dimungkinkan calon presiden dari Jalur Independen. Hal itu dinyatakab tegas dalam UUD 1945 hasil Amandemen, yaitu Pasal 6A.
Eliya @eliya_mkom
Dalam pasal 6A UUD 1945 hasil Amandemen ayat 2 berbunyi "pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum" Jadi utk calon Independen tidak dimungkinkan oleh pasal ini.
Eliya @eliya_mkom
Kalau tak salah Fadjroul dulu pernah mengajukan Judicial Review ke MK dan ditolak. Karena UUD 1945 yang jadikan dasar utk JR justru sudah menyatakan dengan tegas, tidak ada kemungkinan utk capres dan cawapres dari jalur Independen.
Eliya @eliya_mkom
Hanya ada satu cara agar bisa Capres dan Cawpres dari Jalur Independen, yaitu dengan melakukan amandemen UUD 1945 merubah pasal 6A ayat 2 UUD 1945 tersebut, dengan menambahkan kalimat bahwa capres dan cawapres dapat diajukan dari jalur Independen dengan ketentuan .............".
Eliya @eliya_mkom
Jadi sudah jelas untuk pilpres 2019, tidak mungkin adanya capres Independen. Utk pemilu selanjutnya bisa saja, tentu dengan perubahan UUD 1945 melalui amandemen. Kalau memang berniat memperjuangkan capres via Independen, langkah awal adalah memperjuangkan amandemen UUD 1945.🙏
Eliya @eliya_mkom
Lanjut soal siapa yang akan menjadi penantang jokowi yang sudah diumumkan sebagai calon presidem dari PDIP. Jokowi sudah didukung 5 partai, PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura dengan total Kursi DPR 291 atau 52% sudah melebih batasan PT 20%.
Eliya @eliya_mkom
Kelima Parpol ini sudah dengan resmi menyatakan dukungan kepada jkw sebagai capres, dan sudah diumumkan kepada khalayak, jadi kecil kemungkinan utk berubah, walaupun apa yg terjadi dan siapapun yg akan ditunjuk sebagai cawapresnya, dukungan pada Jokowi di Pilpres 2019 tak berubah
Eliya @eliya_mkom
Diantara parpol pendukung jokowi akan melakulan negosiasi dan komunikasi yang intens utk menentukan siapa yang paling tepat menjadi cawapres. Yang dibutuhkan jokowi saat ini adalah tokoh yang dapat menambah elektabilitas JKW utk Menang, itu faktor Utamanya.
Eliya @eliya_mkom
Mungkin saja yang akan menjadi cawapres adalah Pak @wiranto1947 yang sudah resmi dicalonkan sebagai cawapres oleh @PartaiHANURA jika kandidat yang diajukan partai lain dirasa kurang membantu menaikkan tingkat keterpilihan jokowi utk memenangkan Pilpres.
Eliya @eliya_mkom
Selain Hanura yg sudah nyatakan dukungan bagi Cawapres adalah @DPP_PPP yg sudah mencalonkan @MRomahurmuziy sebagai cawapres Jokowi. Golkar, Nasdem dan PDIP belum menyebut nama. Bagi ketiga parpol ini dapat dipertimbangkan siapa kadernya yang memiliki potensi elektabilitas tinggi
Eliya @eliya_mkom
PDIP, Golkar dan Nasdem tentu juga menginginkan kadernya yang akan dipasangkan utk menjadi cawapres jokowi. Mumpung belum diumumkan, carilah kader yang memiliki potensi elektabilitas tinggi utk membantu memenangkan jokowi di pilpres 2019.
Eliya @eliya_mkom
Gerindra sudah pasti mendukung Prabowo jadi Capres dan bila tidak ada perubahan, nama yang diusulkan PKS akan dipasangkan sebagai cawapres prabowo. Gerindra dan PKS sudah mencukupi 20% syarat utk.mengusung Capres dan Cawapres, tak lagi butuhkan tambahan suara.
Eliya @eliya_mkom
Ada 3 partai yang belum dengan tegas menyatakan dukungan dalam pilpres yaitu Demokrat, PKB dan PAN. PKB gencar mengkampanyekan Cak Imin sebagai Cawapres dari PKB tetapi belum secara tegas menyatakan akan menjadi cawapresnya siapa, bisa Jokowi, bisa Prabowo, bisa tidak keduanya.
Eliya @eliya_mkom
@cakimiNOW sudah yakin utk maju sebagai cawapres, tinggal koalisi mana yang akan menerimanya. Utk Koalisi Gerindra, Cak Imin memiliki nilai jual, karena segmen pemilih @DPP_PKB berbeda dengan @PKSejahtera Jika Cakimin jadi Cawapres prabowo tentu akan menambah suara Prabowo.
Eliya @eliya_mkom
Persoalannya selama ini belum pernah ada komunikasi yang intens antara PKB dan Gerindra. Nampaknya @cakimiNOW lebih bersifat pasif, karena masih bingung menentukan sikap, menjadi cawapres Jokowi atau cawapres Prabowo. Harus segera diputuskan tak boleh pasif.
Eliya @eliya_mkom
Yang akan menjadi faktor hitungannya adalah siapa yang akan menang dalam Pilpres. Jika dibandingkan elektabilitas saat ini dari berbagai lembaga survey antara Jokowi dan Prabowo, nampak jelas bahwa Jokowi masih menang jauh dibandingkan Prabowo.
Eliya @eliya_mkom
Artinya jika ada tanding ulang antara jokowi dan prabowo tanpa memperhitungkan parpol pendukung dan siapa cawapres yang mendampinginya, menurut hitungan elektabilitas lembaga survey tersebut, pertarungan akan dimenangkan oleh Jokowi.
Eliya @eliya_mkom
Jika ditambahkan faktor partai pendukung, jika seluruh PAN, PKB dan Demokrat turut bergabung dalam koalisi yang mendukung Prabowo sebagai capres. Jika berkaca pada jumlah kursi DPR, masih dimenangkan oleh Jokowi yaitu 52 %, apalagi kalau PKB dan PAN kembali dukung Jokowi.
Eliya @eliya_mkom
Faktor lain yang menjadi faktor pendukung adalah siapa tokoh yang dijadikan cawapres, baik cawapres Jokowi maupun cawapresnya Prabowo. Suatu keniscayaan bahwa yang akan jadi cawapres adalah kader dari partai pengusung, karena pemilu serentak, tokoh yg maju dipilpres berpengaruh.
Eliya @eliya_mkom
Tokoh yang diusung dalam pilpres akan membantu menambah elektabilitas partai dalam pemilu legislatif. Karena hal ini, maka tak ada pilihan lain semua partai berjuang agar kadernya bisa menjadi capres atau setidaknya cawapres. Persoalan lain adalah, pilih kelompok yang mana ?
Eliya @eliya_mkom
Dilema pilih kelompok koalisi ini dirasakan oleh 3 partai yang belum menentukan sikap yang jelas. Demokrat, PKB dan PAN. 5 partai, PDIP, Golkar, PPP, Nasdem dan Hanura jelas mendukung Jokowi. Gerindra sudah menyatakan PKS sekutu mereka yang kemungkinan besar berkoalisi.
Load Remaining (25)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.