Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:34:14 WIB
1. Bismillaah... Bertemu lagi, kali ini hampir tengah malam, berbincang tentang parenting "Menanamkan Kesabaran dan Perjuangan untuk Memperoleh Sesuatu"
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:37:09 WIB
3. Menangis selalu jadi senjata andalan anak saat keinginannya tidak dituruti. Orangtua mana yang tega mendengar anaknya menangis? Apalagi jika tangisannya semakin keras, ditambah raungan, teriakan, hingga berguling-guling di lantai. Hati pun menjadi luluh seketika.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:37:40 WIB
4. Menghadapi anak-anak yang menangis atau marah, orangtua harus tetap tenang. Anak-anak sangat fokus pada ekspresi wajah, nada suara dan bahasa tubuh.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:38:05 WIB
5. Jika mereka marah atau khawatir, mereka hampir tidak mendengar kata-kata kita. Jangan berteriak atau membentaknya, karena mereka berhenti untuk mendengarkan dan tidak merasa takut.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:38:21 WIB
6. Jadi, orangtua harus tenang dan tegas. Tatap matanya, tunjukkan kalau kita tidak menyukai apa yang dia lakukan. Mintalah padanya dengan baik, untuk berhenti melakukan hal tidak baik.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:38:35 WIB
7. Jika orangtua memiliki peraturan baik di rumah maupun di luar rumah, usahakan selalu menerapkannya. Bila sewaktu-waktu orangtua membiarkannya, anak-anak malah bingung dan beranggapan tidak masalah jika melanggar peraturan.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:38:41 WIB
8. Konsistensi sangat penting agar anak tidak membuat orangtua menurutinya.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:39:55 WIB
9. Orangtua memang harus memuji anak saat mereka melakukan hal baik dan memberikan hukuman jika anak melanggar peraturan.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:40:11 WIB
10. Hal ini untuk menunjukkan pada anak setiap hal memiliki konsekuensi. Jangan segan untuk memberikan hadiah atau sekadar pujian, jika anak mendapat nilai bagus atau membantu mengerjakan pekerjaan rumah.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:40:39 WIB
11. Sayang anak tidak berarti mengabulkan semua keinginan atau permintaannya. Ada kalanya orangtua perlu mengatakan “tidak” kepada si kecil. Hal ini bukan tanpa alasan.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:40:55 WIB
12. Terbiasa dituruti semua permintaannya, bisa menyebabkan si kecil tumbuh menjadi pribadi yang manja dan keras kepala. Sebagian anak, akibat pemanjaan yang berlebihan, akhirnya tumbuh dengan daya juang yang rendah, dan memiliki daya tahan terhadap stres yang rendah pula.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:41:09 WIB
13. Akibatnya, ia menjadi mudah tertekan saat keinginannya tidak tercapai, merasa orangtuanya tidak lagi peduli dan menyayanginya seperti dulu (ketika keinginannya dituruti!).
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:41:21 WIB
14. Nah, untuk itulah, sejak dini, anak harus diajarkan bahwa segala sesuatu yang kita inginkan, meski hal yang berguna sekalipun, seringkali membutuhkan kesabaran dan perjuangan untuk mendapatkannya.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:42:02 WIB
16. Pertama, ajarkan anak belajar membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Tak mudah bagi anak, terutama balita, untuk memahami apa itu keinginan dan kebutuhan.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:42:16 WIB
17. Pengaruh teman, sering kali membuatnya meminta sesuatu yang nampak menarik baginya. Anda perlu menjelaskan apa saja yang masuk dalam kategori keinginan atau kebutuhan.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:42:31 WIB
18. Misalnya, “Adik butuh pensil, kan, untuk menulis? Nanti Mama belikan, ya. Tapi, kalau Adik minta pensil dengan hiasan boneka di atasnya, itu namanya keinginan. Mama tidak bisa memberikan pensil seperti itu sekarang, karena harganya lebih mahal dibanding pensil biasa.”
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:42:44 WIB
19. Kedua, berikan alasan mengapa kita tidak memenuhi keinginannya. Katakan padanya bahwa sikap kita ini didasari oleh perasaan sayang dan bertanggung jawab terhadapnya.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:43:03 WIB
20. Misalnya, “Mama bisa saja membelikanmu pensil boneka. Tapi nanti teman-teman di kelas kamu pasti juga ingin punya pensil bagus seperti itu.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:43:10 WIB
21. Kasihan, kan, kalau mereka menangis dan merengek minta dibelikan pensil itu juga kepada mamanya?” Anda sekaligus mengajarkannya untuk menjadi anak yang berempati pada sesamanya.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:43:36 WIB
22. Ketiga, membuat daftar prioritas. Dalam satu periode tertentu, ada kalanya kita diperkenankan untuk berkata “ya”, misalnya sebulan sekali, sehabis pembagian rapor, atau setelah ia mengerjakan tugas tertentu.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:43:59 WIB
23. Meski begitu, tetap harus ada aturannya. Kita bisa mengajak si kecil membuat skala prioritas keinginan. Minta ia menyebutkan apa saja keinginannya, urutkan mulai dari yang paling diinginkan sampai yang paling tidak diinginkan.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:44:10 WIB
24. Dari daftar itu, kita dan si kecil bisa berkompromi mengenai keinginan mana yang bisa ia dapatkan dalam waktu dekat ini.
Majalah Fahma @majalahfahma 23/02/2018 23:44:44 WIB
25. Demikian tulisan dari Mas Ahmad Baihaqi, Beliau adalah Pemerhati dunia anak

All Categories

Login and hide ads.