Masukan Untuk Pemprov DKI, Mengenai Keluhan Supir Angkot Terkait Program OK Otrip

OK Otrip ini program yang baik. Solusi untuk pengguna kendaraan pribadi yang sering komplain tatkala angkot ngetem.
enviroment
989 View 1 comments
1
Login and hide ads.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:02:26 WIB
Masukan untuk Pemprov DKI, mengenai keluhan supir angkot terkait program OK Otrip
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:04:06 WIB
Hari ini sebagian supir angkot Tanah Abang berencana mengaspirasikan keberatannya terhadap program OK Otrip. news.detik.com/berita/d-38798…
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:04:46 WIB
Keberatannya adalah mengenai bagaimana cara memenuhi kewajiban jumlah rit minimal (penempuhan jarak 170Km/hari) dengan sistem shift kerja yang nantinya berlaku. pic.twitter.com/RXPbbraVss
 Expand pic
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:05:57 WIB
Mengenai keberatan para supir, disini sebenarnya @DishubDKI_JKT bisa lebih fleksibel menentukan aturan main. Sebab dalam kondisi tertentu, tuntutan jumlah Rit minimal memang sulit dilakukan. Semisal terjadi kemacetan, demo, banjir, dll.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:06:50 WIB
Bisa saja, jumlah Rit minimal itu dibagi dua antara shift pagi dan sore, dan jumlahnya berbeda. Karena memang kondisi pagi-siang dan sore-malam juga beda. Dan supaya adil untuk supir shift pagi dan sore, bisa juga caranya dengan rotasi shift kedua supirnya.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:09:27 WIB
Semisal minggu ini supir A shift pagi, supir B shift sore. Minggu depan supir A shift sore, supir B shift pagi. Dalam seminggu kerja, sehari libur. Rotasi shift bisa dilakukan dengan memanfaatkan hari libur, dilakukan setelah hari libur, agar supir tidak kelelahan saat berotasi.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:10:18 WIB
Mengenai penentuan hari libur pun perlu dirembukkan bersama, agar tidak terjadi kekosongan pelayanan operasional akibat libur serentak.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:11:04 WIB
Kembali lagi mengenai kewajiban angkot menempuh jumlah rit minimal. Buat para penumpang, harapannya sebenarnya sederhana. Tidak lama menunggu, serta aman dan nyaman didalam perjalanan. Yang penting keberadaan pelayanan angkot terjamin, baik dijam sibuk maupun lenggang.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:11:52 WIB
Harga terjangkau, kebersihan, sikap dan prilaku mengemudi supir terjaga baik, identitas jelas, larangan merokok, serta jauh dari aksi kriminalitas. Bagi para penumpang, sebenarnya tak masalah si supir angkot mau menempuh jarak berapa Km/hari, selama harapan diatas terpenuhi.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:12:31 WIB
Beranjak dari keberatan para supir angkot Tanah Abang mengenai program OK Otrip yang mewajibkan penempuhan sejumlah Rit minimal/ hari, maka yang jadi pertanyaan utamanya adalah; Apa iya, bila penempuhan jarak 170Km/hari diterapkan, lantas sasaran program OK Otrip tercapai?
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:13:14 WIB
Jika para supir bekerja hanya untuk mencapai jumlah Rit minimal/ hari, maka hasilnya akan tak jauh beda dari yang lalu-lalu. Potensi blunder, besar. Sebab misal angkot terjebak macet, sementara jumlah Rit minimal belum terpenuhi. Bayangkan psikologi supirnya.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:13:57 WIB
Pagi terjebak macet dan jumlah Rit belum mencapai target. Saat siang lenggang, tapi karena mengejar Rit, lantas apa yang akan diprioritaskan? Kenyamanan penumpang atau target Rit? Mengangkut penumpang atau target Rit?
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:16:22 WIB
Oleh sebab itulah, yang perlu diatur disini adalah jarak headway antar angkot berdasarkan kondisi lalu lintas, intensitas penumpang dan jam operasional. Misal; Di jam padat penumpang, toleransi headway antar angkot sekian. Di jam sepi, toleransi maksimal headwaynya sekian.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:18:29 WIB
Toh disaat jam lenggang (sepi penumpang) pun tidak perlu semua angkot beroperasi. Tidak perlu boros bahan bakar dan menghabiskan tenaga supir. Hal-hal ini adalah penting jika ingin mengejar efisiensi.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:19:53 WIB
Dan oleh sebab itulah, sebenarnya keberadaan operator dalam pembenahan manajemen angkot menjadi penting. Mengatur teknis operasional dan administratif angkot. Tak menampik, keberadaan tempat parkir angkot (pool) sementara di beberapa titik juga tetap diperlukan.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:22:24 WIB
Yang penting prinsipnya tidak mengganggu kelancaran lalu lintas, serta diutamakan sebagai tempat pergantian shift dan supir beristirahat. Laiknya manajemen bus Transjakarta yang sudah memiliki operator dan pool parkir. Lantas bagaimana dengan pembenahan manajemen angkot?
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:23:03 WIB
Kembali kita beranjak dari keberatan para supir angkot Tanah Abang mengenai kewajiban jarak tempuh; Bagaimana jika ternyata, cukup menempuh jarak 120Km/hari pun sasaran program OK Otrip sudah tercapai?
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:23:57 WIB
Maka kita akan mempertanyakan kembali dasar-dasar prinsip pengelolaan manajemen angkutan umum; Yaitu bagaimana cara meningkatkan pelayanan transportasi publik seoptimal dan seefisien mungkin. “Maju kotanya, bahagia warganya”.
ALy @amailtwit 23/02/2018 14:25:08 WIB
Kota maju karena kebijakan transportasi publiknya tepat sasaran, Dan warga bahagia karena baik penumpang, supir angkot, Pemerintah, maupun pengemudi kendaraan pribadi sama2 untung. Cc: @aniesbaswedan @sandiuno @DKIJakarta @DishubDKI_JKT #dishubdkijakarta #tanahabang #okotrip

Bookmarked tags

No tags

Comment

Along Fernandes @FernandesAlong 20/03/2018 18:30:40 WIB
QBAT PRIA PĒRKASA, KUAT SERTA TAHAN LAMA. MENGATASI IMPTENSI. EJKULASI DINI. LMH SYHWAT. MANI ENCER. LOYO DLL. IKLAN INI PASTI BERMANFA'AT BAGI ANDA YANG MEMBUTUHKAN. UNTUK PEMBELIAN BISA TELEPON 0812 2222 3846
Login and hide ads.