3
Brii #rhdpk @BriiStory
Malam ini gw akan cerita salah satu pengalaman seram bareng Kakek tercinta. Kenapa gw bilang salah satu? Ya karna ada beberapa pengalaman horor yg pernah kami alami berdua. Nanti gw ceritain satu persatu. Kali ini cerita tentang "obor2 di desa Kakek" @InfoMemeTwit #memetwit
Brii #rhdpk @BriiStory
Almarhum kakek dan nenek semasa hidup dulu tinggal di suatu daerah pedalaman Lampung Timur. Pedalaman yg benar2 pedalaman, desanya terletak tengah hutan, kalau mau ke tempat itu harus melalui perkebunan sawit, kapas, karet, rawa2, hutan jati, waahh..macam2. #memetwit
Brii #rhdpk @BriiStory
menurut Bapak gw, jaraknya kira2 40km dari jalan utama yaitu jalan lintas Sumatera. Kenapa bisa terdampar disana? Karna dulunya mereka ikut program transmigrasi dari pulau Jawa. #memetwit
Brii #rhdpk @BriiStory
Waktu Kakek dan Nenek masih hidup, setiap lebaran gw sekeluarga pasti mudik. Seru perjalanannya, dimulai dgn kapal laut selat sunda, lintas sumatera Bakauheuni - Teluk Betung, trus ke kota Bergen, sampai situ aja jalan aspalnya. Setelah itu jalan tanah sampe ke rumah Kakek.
Brii #rhdpk @BriiStory
Tapi gw menikmati perjalanannya. Karena sudah tua, Kakek meninggal empat tahun yg lalu dalam tidurnya, Nenek meninggal satu tahun sebelumnya. Sejak mereka meninggal, gw ga pernah mengunjungi tempat itu lagi. Amat sangat kangen dengan Kakek Nenek...:( al fatihah..
Brii #rhdpk @BriiStory
Oke lanjut.. Peristiwa yg akan gw ceritakan ini terjadi sekitar 20 tahun yg lalu, waktu gw masih SD. Tapi tenang aja, detail kejadianya gw masih ingat.. Perjalanan ke rumah Kakek selalu menggunakan mobil, biasanya bapak gw yg duduk di belakang kemudi, gw duduk di sebelahnya.
Brii #rhdpk @BriiStory
Gw suka banget memperhatikan barisan pepohonan kelapa sawit ketika mobil berjalan di tengahnya. Ratusan kelapa sawit berbaris rapi, membentuk terowongan di antara barisannya. Indah banget keliatannya. Pemandangan itu banyak terlihat antara Bandar Lampung - Bergen.
Brii #rhdpk @BriiStory
Di kota kecil bernama Bergen ini jalan aspal berakhir, selebihnya kami harus begoyang selama berberapa jam di dalam mobi, karna melintas di jalan tanah yg sangat bergelombang. Apa lagi kalau sedang musim hujan, benar2 seperti offroad dengan tingkat kesulitan yg lumayan berat.
Brii #rhdpk @BriiStory
Pernah pada suatu waktu ketika mudik ke sana, mobil kami tergelincir masuk ke sawah. Nyemplung ke sawah se-mobil2-nya. Mobil sama sekali ga bisa jalan, lah namanya juga kecemplung. Trus gimana? Om Adi (om gw paling kecil), berjalan kaki ke arah kampung Kakek untuk minta bantuan.
Brii #rhdpk @BriiStory
Beberapa jam kemudian om Adi datang bersama belasan orang, berbondong2 ke tempat kami menunggu. Tau gak apa yg mereka lakukan kemudian? Sekitar 15 orang beramai2 mengangkat mobil dari sawah ke atas jalan tanah yg ada disampingnya. Luar biasa kuatnya mereka.
Brii #rhdpk @BriiStory
Luar biasa baiknya mereka. Tapi sebelumnya mereka sudah pada tahu, kalau kami adalah "Anak cucu pak Ra'uf..", oh iya..Ra'uf adalah nama Kakek. Itulah gambaran betapa "dahsyat"nya perjalanan ke rumah Kakek. #memetwit
Brii #rhdpk @BriiStory
Waktu itu kami ke rumah Kakek bukan dalam rangka mudik lebaran, tapi entah dalam rangka apa, gw lupa. Yg pasti waktunya adalah dua atau tiga minggu sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. ~~~~~~~ Singkat cerita, kami pun sampai di rumah Kakek.
Brii #rhdpk @BriiStory
Seperti biasa, Kakek Nenek menyambut kami, anak cucunya, di depan rumah dengan senyum bahagia. Setelah itu masakan Nenek sudah menunggu di dapur, menunggu untuk dilahap, perjalanan berat membuat perut lapar. #memetwit
Brii #rhdpk @BriiStory
20 tahun yg lalu, desa kecil tempat Kakek tinggal ini belum ada listrik. Penerangan menggunakan lampu petromak dan lampu templok. Untuk generasi milenial silahkan googling kalo ga tau apa itu petromak dan lampu templok.. 😁 #memetwit
Brii #rhdpk @BriiStory
Mata pencarian penduduk desa itu adalah bertani dan berladang, termasuk Kakek. Tapi beliau ga hanya berladang, Kakek memiliki mesin giling padi bertenaga diesel di samping rumah, yg dapat disewa petani lain untuk menggiling padi. #memetwit
Brii #rhdpk @BriiStory
Jarak dari rumah ke rumah lainnya cukup jauh, rata2 sekitar 100meter. Dihubungkan dengan jalan tanah yg lumayan rata. Masing2 rumah memiliki halaman yg luas, ada yg beralaskan rumput, dengan pohon buah2an di atasnya. Rumah2nya berbahan dasar kayu, Kebayang kan suasana desanya?
Brii #rhdpk @BriiStory
Gw sangat menikmati suasananya. Ga ada polusi, karna penduduknya bepergian menggunakan sepeda atau berjalan kaki, jarang ada motor melintas, apalagi mobil. Mengangkut hasil pertanian pun menggunakan gerobak yg ditarik oleh sapi, dengan kalung lonceng kliningan dilehernya.
Brii #rhdpk @BriiStory
Gw mau cerita sedikit tentang sapi penarik gerobak ini, ada yg unik dengan sapi2 ini. Jadi, hasil pertanian di kampung itu biasanya di bawa ke koprasi atau pengepul untuk dikumpulkan disana, setelah itu baru dibawa ke kota untuk dijual.
Brii #rhdpk @BriiStory
Nah..dari gudang petani, hasil pertanian itu dibawa menggunakan gerobak beroda kayu yang di tarik oleh sapi, satu gerobak ditarik oleh satu atau dua sapi. Karena jarak tempuh yg jauh, biasanya sapi2 ini jalan pada malam hari, dan tiba di tempat tujuan saat menjelang pagi.
Brii #rhdpk @BriiStory
Yang unik adalah, sapi2 ini sudah hafal rute jalan yg harus ditempuh tanpa diarahkan oleh kusir gerobak. Mereka berjalan sendiri mengikuti rute perjalanan, sang kusir bisa tidur diatas gerobak semalaman. ketika sang kusir bangun, gerobak sudah di tempat tujuan. Keren kan..?
Brii #rhdpk @BriiStory
Kadang ditengah malam, di depan rumah Kakek lewat gerobak2 sapi ini. Awalnya gw bingung, kok sapi2 ini berjalan sendiri tanpa terlihat kusirnya. Hanya tumpukan hasil pertanian yg terlihat di dalam gerobak. Ternyata kusirnya bobok ganteng di antara hasil tani dalam gerobak.
Brii #rhdpk @BriiStory
Malam jumat itu adalah malam kedua gw di rumah Kakek. Saat itu gw dan om2 gw tengah ngobrol di beranda rumah. Suasana malam hari di desa itu sudah sangat sepi, sekeliling rumah hanya hutan dan rawa2. Sesekali suara binatang malam terdengar diantara hembusan angin.
Brii #rhdpk @BriiStory
Depan rumah Kakek adalah jalan desa yg cukup besar, jalan utama kampung itu lah kira2. Di seberang jalan adalah hutan yg rindang, agak seram kalau dilihat malam hari. Obrolan kami berhenti sebentar, ketika Kakek muncul dari dalam rumah.
Brii #rhdpk @BriiStory
"Brii, anter Kakek ke rumah Kakek Hamid yuk.." ucap Kakek. Kakek Hamid adalah adik kandung Kakek, gw biasa panggil dia Kakek kedua, beliau orangnya lebih aktif, sering ngajak gw mancing ke tempat yg jauh, mengajak gw ke tempat2 seru, Kakek kedua juga sudah almarhum sekarang.
Brii #rhdpk @BriiStory
Gw mengangguk menjawab ajakan Kakek, karna gw juga belum sempat mampir ke rumah Kakek kedua. Jam 9 malam kami pun beranjak pergi. Membawa obor, kami berdua menyusuri gelapnya malam di jalan desa terpencil itu. Berjalan kaki memakan waktu hampir satu jam untuk sampai tujuan.
Load Remaining (54)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.