FILTER BUBBLE: Sisi Gelap Fungsi Media Sosial by Aulia Adam (tirto.id)

Dampak algoritma medsos yang menghasilkan filter bubble.
pks gerindra Twitter filter dampak mediasosial efek Facebook bubble medsos
1185 View 1 comments
6
Login and hide ads.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:21 WIB
1. Bismillahirahmanirrahim, dengan ini dimulai kultwit bertemakan Filter Bubble: Sisi Gelap Algoritma Media Sosial pic.twitter.com/95XPLZZuI7
 Expand pic
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:22 WIB
2. Suatu hari seorang bapak nampak sibuk saat bicara soal pengalamannya yang baru saja ia lakukan. Sesekali dia membuka ponsel, dan mengecek Facebook. Status-status dan isi yang wara-wiri dalam laman Facebooknya hampir semua sama tentang aksi Rohingya lengkap dengan foto-foto.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:22 WIB
3. Sama dengan sang bapak itu, saya pun menyempatkan diri mengecek Facebook. Namun, yang ramai di beranda saya adalah aksi pembubaran Seminar 1965 di Kantor Lembaga Hukum Indonesia (LBH) yang juga terjadi di hari yang sama. Informasi tentang aksi bela Rohingya sama sekali tak ada
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:23 WIB
4. Namun, perbedaan konten semacam ini jadi suatu yang normal karena jejaring pertemanan saya dan bapak tersebut di Facebook pasti tak sama. Ini karena ada sebuah algoritma tertentu yang kerjanya untuk menghadirkan postingan yang paling relevan bagi masing-masing pengguna
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:23 WIB
5. Namun, ada efek algoritma yang berbahaya di sana. Dari sekitar 2000-an teman Facebook saya, bukan berarti tak ada yang juga membahas aksi bela Rohingya di saat yang sama. Namun, lagi-lagi algoritma Facebook seolah membuatnya seperti tak ada.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:24 WIB
6. Di Facebook, kabar terbaru yang berkeliaran di beranda seseorang adalah hasil saringan dari jejak digitalnya. FB juga menyaring kabar-kabar dari orang yang punya kesamaan dengan penggunanya dan menjauhkan seseorang dari orang-orang yang tidak punya kesamaan secara algoritma.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:24 WIB
7. Hal itu tak cuma terjadi di Facebook, media sosial lain dan mesin pencari juga melakukan hal yang sama. Lary Page, Chief Executive Google pernah bilang: "Mesin pencari utama akan mengerti dengan tepat apa yang Anda maksud, dan mengembalikan apa yang Anda inginkan."
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:25 WIB
8. Eli Pariser, seorang aktivis internet, melihat ada kejanggalan yang berbahaya dari sistem algoritma. Algoritma akhirnya menciptakan sebuah "gelembung besar" yang membuat seseorang terisolasi secara intelektual.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:25 WIB
9. Maksudnya, ketika seseorang tak pernah melihat sudut pandang berbeda dari orang lain, maka kemungkinan ia untuk berlarut-larut dalam pandangannya sendiri sangat besar. Hal itu dikhawatirkan akan membuatnya mendefinisikan dunia hanya dari satu sudut pandang saja.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:26 WIB
10. Misalnya seseorang yang dicekoki informasi tentang bahayanya pemikiran tertentu, maka ia akan mengingkari eksistensi gagasan lain. Sehingga terjadi kecenderungan terhadap satu pemikiran dan fanatik. Hal itu akan merujuk pada individu yang merasa pemahamannya antikritik.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:27 WIB
11. Eli Pariser menyebut dampak ini dengan istilah Filter Bubble, alias Gelembung Saringan. “Sebuah dunia yang dibangun dari kesamaan (familiar), adalah tempat kita tak bisa belajar apa pun,” katanya seperti dikutip dari The Economist.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:27 WIB
12. Selain itu, gelembung saringan ini juga menciptakan efek konsensus yang salah. Akibat informasi seragam yang diperoleh, seseorang punya kecenderungan untuk mengklaim orang lain sepaham dengan dirinya. Padahal, di tempat lain, yang terjadi bisa saja berbeda.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:27 WIB
13. Mostafa El-Bermawy dari Wired bahkan menyebut Filter Bubble sebagai perusak demokrasi. “Konten di Facebook kita dipersonalisasi berdasarkan klik dan perilaku ‘likes’ di masa lalu, jadi otomatis kita akan kebanyakan mengonsumsi konten politik yg serupa dengan pandangan kita”
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:28 WIB
14. Hal itulah yang akhirnya membuat kemenangan Donald Trump pada Pemilu Presiden Amerika Serikat 2016 terasa mengejutkan banyak orang. Internet membuat kita buta pada apa yang sebenarnya terjadi di kehidupan nyata.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:28 WIB
15. Dampak buruk Filter Bubble semakin menjadi-jadi karena beberapa kebiasaan jelek warganet dan media. Misalnya, tabiat media yang menjual judul-judul bombastis. Sehingga muncul kebiasaan hanya membaca judul tanpa mengklik konten.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:29 WIB
16. Data menyebut, 59 persen link berita yang dibagikan di media sosial tidak benar-benar diklik sama sekali. Atau tabiat mempercayai hoax yang kini sedang menjadi persoalan hangat di Indonesia.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:30 WIB
17. Di Indonesia, empat dari tujuh orang aktif di media sosial. Sumber berita dan pengetahuan mereka datang dari sana. Masalahnya, tak semua pengguna media sosial tahu tentang algoritma ini termasuk di Facebook.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:30 WIB
18. FB media sosial dengan pengguna terbesar dunia hingga 2 miliar pengguna akhirnya merasa bertanggung jawab. Pada April 2017, mereka berinvestasi $14 juta sebagai usaha “untuk meningkatkan kepercayaan pada jurnalisme di dunia dan informasi lebih baik dalam percakapan publik.”
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:31 WIB
19. Tujuannya agar seseorang tak sembarangan menyebar konten yang dibacanya dari teman, setidaknya konten yang disebar adalah yang kredibel dan dapat dipercaya.
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:31 WIB
20. Namun yang perlu diingat pula bahwa pengguna media sosial seperti Facebook dan lainnya, berada dalam gelembung filter yang selama ini tak kasat mata dan bisa membuat orang melihat hanya dengan "kacamata kuda".
Temporary Hiatus @OkeOnta 21/02/2018 12:08:31 WIB
21. Demikian kultwit siang hari ini, semoga bermanfaat Wassalamualaikum wr wb.

Comment

Along Fernandes @FernandesAlong 20/03/2018 18:31:23 WIB
QBAT PRIA PĒRKASA, KUAT SERTA TAHAN LAMA. MENGATASI IMPTENSI. EJKULASI DINI. LMH SYHWAT. MANI ENCER. LOYO DLL. IKLAN INI PASTI BERMANFA'AT BAGI ANDA YANG MEMBUTUHKAN. UNTUK PEMBELIAN BISA TELEPON 0812 2222 3846

All Categories

Category related to Viral Now

Login and hide ads.