Kisah Politik Bisnis Keluarga Soeharto by @imanbr

Chirpified
politician
3748 View 0 comments
9
Login and hide ads.
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 17:47:06 WIB
Negeri gemah ripah oh jinawi dimana Mas Tommy memiliki 60 perusahaan dari pertambangan sampai konstruksi. Property lapangan golf di Ascot, UK sampai kebun luas di New Zealand. Menghamburkan uang jutaan dollar di kasino kasino Eropa. twitter.com/bonnietriyana/…
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 17:55:14 WIB
April 94, Tommy meresmikan Goro. Catatan Bank Bumi Daya, ia dapat kredit $ 100 juta, yang angsuran pinjaman tidak pernah dibayar. 4 Mei 98, Tommy menjual seluruh saham Goro pada petani dan koperasinya seharga $ 112 juta, memindahkan seluruh beban hutang ke pundak petani & PUSKUD
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 18:02:02 WIB
Soeharto bikin fondasi untuk kekayaan keluarganya dengan menciptakan sistem patron. Anak-anaknya, memfungsikan kedekatan dgn Presiden dalam jadi calo untuk pembelian dan penjualan dari produk minyak, plastik, senjata, bagian pesawat terbang, petrokimia yang dimiliki pemerintah.
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 18:04:06 WIB
Mereka monopoli pada distribusi dan import komoditi utama. Dapat kredit bunga rendah yang seringkali takut menanyakan pembayaran kembali. Subarjo Joyosumarto, managing director Bank Indonesia menyatakan "ada sebuah situasi yg buat sukar bagi BankBank negara untuk menolak mereka "
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 18:07:34 WIB
Seorang bekas kolega bisnis anak-anak Soeharto memperkirakan bahwa mereka tidak membayar pajak antara $ 2,5 milyar dan $ 10 milyar pada komisi saja. "Sangat mungkin tidak ada perusahaan-perusahaan Soeharto telah membayar 10 persen dari kewajiban pajak yang sebenarnya”
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 18:10:02 WIB
Ibnu Sutowo menceritakan kepada TIME. tahun 1976 Suharto menyuruhnya mendirikan perusahaan untuk mengangkut minyak mentah Indonesia ke Jepang. "Suharto bilang, saya ingin kamu menarik $ 10 sen untuk setiap barrel yang terjual oleh perusahaan baru itu."
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 18:13:38 WIB
Saya ingat ketika kami masih remaja, saya dan Bambang dan teman-temannya datang kerumah Om Liem, kata seorang teman kecil Bambang. Om Liem akan selalu memberi kami sepaket uang yang dibungkus kertas koran. Paket itu, katanya, berisi cek senilai sekitar $ 1.000 atau lebih.
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 18:14:18 WIB
Wati Abdulgani, pengusaha yg berhubungan dengan perusahaan keluarga Suharto tahun 1980an mengatakan: "Anak-anak ini mengamati apa saja yang diberikan oleh Om-nya tersebut, dan kemudian mereka berpikir, Bagaimana dengan kami nanti bila kami sudah besar, apakah bisa seperti dia?"
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 19:06:44 WIB
Tommy punya saham di Perta Oil Marketing dan Permindo Oil Trading. Ekspor impor minyak Pertamina pakai kapal tangker perusahaan tersebut. Kedua perusahaan mendapat komisi $ 30 - 35 sen per barrrel. Walau sebenarnya Pertamina bisa mengekspor langsung tanpa kedua perusahaan itu twitter.com/04Nakula/statu…
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 19:38:08 WIB
Ketika Suharto ingin membangun peternakan sapi di Tapos, Jawa Barat, ia merampas tanah lebih dari 751 ha yang dihuni oleh 5 desa. Menurut pemerintah, ia membayar ganti rugi sebesar $ 5.243. Beberapa penduduk mengatakan, mereka tidak memperoleh ganti rugi apapun.
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 19:39:54 WIB
Muhammad Hasanuddin, masih anak-anak, ingat ketika keluarganya kehilangan tanah mereka seluas dua hektar. "Kami lihat sapi gemuk dijaga oleh serombongan penjaga berkuda, menginjak-injak ladang kami. Seluruh keluarga menangis". Ayah Hasanuddin akhirnya jadi tukang becak di Jakarta
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 19:40:59 WIB
Di tahun 1996 sebuah perusahaan milik Tommy merampas tanah penduduk desa di Bali seluas 650 hektar untuk resort. Perusahaan itu sebenarnya hanya memperoleh ijin untuk 130 ha, yang kemudian diperluas secara ilegal --> tirto.id/di-luar-paradi…
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 19:42:33 WIB
Menurut Sonny Qodri, ketua LBH Bali dalam paper George Adicondro. Penduduk yang menolak untuk menandatangani perjanjian menjual tanah, diintimidasi, dipukuli dan sering direndam dalam air sebatas leher. Dua dari mereka dibawa ke pengadilan dan dipenjara 6 bulan
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 19:44:52 WIB
Hasan Basri Durin, Ketua BPN/Menteri Agraria " Keluarga Suharto bisa dikatakan tidak membayar tanah yang mereka inginkan -nilai yang dibayar hanya 6% dari nilai pasar. Pemilik tanah berubah pikiran menjual tanah setelah kedatangan tentara. "Kadang mereka tak bayar satu sen pun"
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 19:49:33 WIB
Sapi diangkut dari Australia pakai kapal Angkatan Laut. Apa KSAL berani menolak permintaan Soeharto ? Ada juga yang dibawa pakai perusahaan penerbangan milik Sigit, namanya BAYU AIR. Meminjam pesawat Hercules TNI AU dan ditempeli stiker Bayu Air. Benar benar modal angin ( bayu )
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:09:38 WIB
Kerajaan bisnisnya Group Citra Lamtoro Gung. Bisnis besar pertamanya membangun, mengoperasikan jalan tol. Proyek yg dimenangkannya tahun 1987, setelah mengalahkan 2 pesaing lainnya. Pembiayaannya berasal dari dua bank pemerintah, sebuah perusahaan semen, dan yayasan milik Suharto twitter.com/luthfie2603/st…
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:11:34 WIB
Ketika presiden Bank Bumi Daya menolak permintaan Tutut akan pinjaman-bebas-bunga, ia langsung dipecat. Di pertengahan tahun 1990, jalan tol-nya menghasilkan $ 210.000 per-hari. Konsesi sistem jalan tol yang dipunyainya, jadi bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:13:45 WIB
Kerajaan Tutut meliputi telekomunikasi, perbankan, perkebunan,penggilingan tepung terigu, konstruksi, kehutanan, penyulingan, perdagangan gula. Pengusaha asing harus jadikan keluarga Suharto sebagai partner, bila hendak berbisnis, dan Tutut ada di deretan pertama di dalam daftar
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:16:25 WIB
@_adigalih Kepentingan anak-anak Suharto menjadi semakin membesar sehingga mereka mulai bentrok satu sama lain. Bambang dan Tutut bersaing dalam mendirikan stasion televisi mereka masing-masing.
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:16:59 WIB
@_adigalih Tommy bersaing dengan Sigit dalam penerbangan, serta dengan Bambang dalam produksi mobil dan perkapalan. Di tahun 1990 pemerintah mengadakan lelang bagi kontrak pengadaan peralatan pemindah 350.000 sambungan telpon.
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:17:44 WIB
@_adigalih Perusahaan NEC Jepang bergabung dengan sebuah perusahaan milik Bambang. Pesaingnya perusahaan AT&T, memberi Tutut 25% saham dalam perusahaan lokal mereka bernama PT Lucent Technologies Indonesia. Pada akhirnya proyek tersebut dibagi 50-50 diantara AT&T-Tutut dengan NEC-Bambang
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:18:33 WIB
@_adigalih Di tahun 1996, Tutut berselisih dengan Sigit guna mendapatkan hak pengembangan tambang emas terbesar Busang di Kalimantan Timur. Partner Tutut, perusahaan Barrick-Gold dari Kanada, berlawanan dengan partner Sigit, Bre-X Minerals. Kali ini, dua-duanya mendapat hasil nihil
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:20:07 WIB
Persaingan semakin keras ketika anak-cucu Suharto mulai mencari berbagai monopoli di bisnis pinggiran. Bambang mendapat kontrak untuk mengimpor kertas mencetak uang. Tutut mengambil-alih usaha pemrosesan SIM. Perusahaan istri Sigit, Elsye, menjadi produsen tunggal pembuatan KTP
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:20:43 WIB
Di tahun 1996, cucu Suharto, Ari Sigit, merencanakan skema penjualan stiker pajak minuman bir dan alkohol sebesar $ 0,25 per-botol di Indonesia (bisnis ini akhirnya hancur karena para produsen menstop pengapalan bir ke Bali sebagai protes
Iman Brotoseno @imanbr 20/02/2018 20:21:12 WIB
Sembilan bulan sebelum Suharto turun, Ari berusaha untuk mengadakan proyek "sepatu nasional", di mana semua anak Indonesia diharuskan untuk membeli sepatu sekolah dari perusahaan miliknya
Load Remaining (31)

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.