3
Bonnie Triyana @BonnieTriyana
Betul, Mas. Zaman Pak Harto dulu Indonesia gak punya utang. Ekonomi rakyat kuat. Tak ada tempat buat konglomerat. Alhamdulilah kita gak kena krisis ekonomi 1998. Demokrasi berjaya! 😎😎😎nasional.tempo.co/read/1062359/t…
URL Tempo 33015 Tommy Soeharto Kritik Pemerintahan Jokowi soal Utang Membengkak Menurut Tommy Soeharto, salah satu hal yang memprihatinkan di era pemerintahan Jokowi adalah membengkaknya utang negara.
Iman Brotoseno @imanbr
Negeri gemah ripah oh jinawi dimana Mas Tommy memiliki 60 perusahaan dari pertambangan sampai konstruksi. Property lapangan golf di Ascot, UK sampai kebun luas di New Zealand. Menghamburkan uang jutaan dollar di kasino kasino Eropa. twitter.com/bonnietriyana/…
Iman Brotoseno @imanbr
April 94, Tommy meresmikan Goro. Catatan Bank Bumi Daya, ia dapat kredit $ 100 juta, yang angsuran pinjaman tidak pernah dibayar. 4 Mei 98, Tommy menjual seluruh saham Goro pada petani dan koperasinya seharga $ 112 juta, memindahkan seluruh beban hutang ke pundak petani & PUSKUD
Iman Brotoseno @imanbr
Soeharto bikin fondasi untuk kekayaan keluarganya dengan menciptakan sistem patron. Anak-anaknya, memfungsikan kedekatan dgn Presiden dalam jadi calo untuk pembelian dan penjualan dari produk minyak, plastik, senjata, bagian pesawat terbang, petrokimia yang dimiliki pemerintah.
Iman Brotoseno @imanbr
Mereka monopoli pada distribusi dan import komoditi utama. Dapat kredit bunga rendah yang seringkali takut menanyakan pembayaran kembali. Subarjo Joyosumarto, managing director Bank Indonesia menyatakan "ada sebuah situasi yg buat sukar bagi BankBank negara untuk menolak mereka "
Iman Brotoseno @imanbr
Seorang bekas kolega bisnis anak-anak Soeharto memperkirakan bahwa mereka tidak membayar pajak antara $ 2,5 milyar dan $ 10 milyar pada komisi saja. "Sangat mungkin tidak ada perusahaan-perusahaan Soeharto telah membayar 10 persen dari kewajiban pajak yang sebenarnya”
Iman Brotoseno @imanbr
Ibnu Sutowo menceritakan kepada TIME. tahun 1976 Suharto menyuruhnya mendirikan perusahaan untuk mengangkut minyak mentah Indonesia ke Jepang. "Suharto bilang, saya ingin kamu menarik $ 10 sen untuk setiap barrel yang terjual oleh perusahaan baru itu."
Iman Brotoseno @imanbr
Saya ingat ketika kami masih remaja, saya dan Bambang dan teman-temannya datang kerumah Om Liem, kata seorang teman kecil Bambang. Om Liem akan selalu memberi kami sepaket uang yang dibungkus kertas koran. Paket itu, katanya, berisi cek senilai sekitar $ 1.000 atau lebih.
Iman Brotoseno @imanbr
Wati Abdulgani, pengusaha yg berhubungan dengan perusahaan keluarga Suharto tahun 1980an mengatakan: "Anak-anak ini mengamati apa saja yang diberikan oleh Om-nya tersebut, dan kemudian mereka berpikir, Bagaimana dengan kami nanti bila kami sudah besar, apakah bisa seperti dia?"
Iman Brotoseno @imanbr
Ketika Suharto ingin membangun peternakan sapi di Tapos, Jawa Barat, ia merampas tanah lebih dari 751 ha yang dihuni oleh 5 desa. Menurut pemerintah, ia membayar ganti rugi sebesar $ 5.243. Beberapa penduduk mengatakan, mereka tidak memperoleh ganti rugi apapun.
Luthfie @luthfie2603
@imanbr Kalo sepak terjangnya Mbak Tutut gimana, selama Soeharto berkuasa ? Mohon di share, bang. Tks.
Iman Brotoseno @imanbr
Kerajaan bisnisnya Group Citra Lamtoro Gung. Bisnis besar pertamanya membangun, mengoperasikan jalan tol. Proyek yg dimenangkannya tahun 1987, setelah mengalahkan 2 pesaing lainnya. Pembiayaannya berasal dari dua bank pemerintah, sebuah perusahaan semen, dan yayasan milik Suharto twitter.com/luthfie2603/st…
Iman Brotoseno @imanbr
Ketika presiden Bank Bumi Daya menolak permintaan Tutut akan pinjaman-bebas-bunga, ia langsung dipecat. Di pertengahan tahun 1990, jalan tol-nya menghasilkan $ 210.000 per-hari. Konsesi sistem jalan tol yang dipunyainya, jadi bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia
Iman Brotoseno @imanbr
Kerajaan Tutut meliputi telekomunikasi, perbankan, perkebunan,penggilingan tepung terigu, konstruksi, kehutanan, penyulingan, perdagangan gula. Pengusaha asing harus jadikan keluarga Suharto sebagai partner, bila hendak berbisnis, dan Tutut ada di deretan pertama di dalam daftar
Iman Brotoseno @imanbr
Persaingan semakin keras ketika anak-cucu Suharto mulai mencari berbagai monopoli di bisnis pinggiran. Bambang mendapat kontrak untuk mengimpor kertas mencetak uang. Tutut mengambil-alih usaha pemrosesan SIM. Perusahaan istri Sigit, Elsye, menjadi produsen tunggal pembuatan KTP
Iman Brotoseno @imanbr
Di tahun 1996, cucu Suharto, Ari Sigit, merencanakan skema penjualan stiker pajak minuman bir dan alkohol sebesar $ 0,25 per-botol di Indonesia (bisnis ini akhirnya hancur karena para produsen menstop pengapalan bir ke Bali sebagai protes
Iman Brotoseno @imanbr
Sembilan bulan sebelum Suharto turun, Ari berusaha untuk mengadakan proyek "sepatu nasional", di mana semua anak Indonesia diharuskan untuk membeli sepatu sekolah dari perusahaan miliknya
Iman Brotoseno @imanbr
Bagaimana soal Bulog ? ini jadi lumbung uang. Dari tahun 1967 sampai tahun 1998, BULOG mengimpor dan mendistribusikan bahan-bahan pokok, melalui perusahaan yang terkait dengan Suharto, termasuk 6 milik Liem. Sesuai permintaan Bambang, Liem memberikan sebagian bisnis kepadanya
Iman Brotoseno @imanbr
Dari perdagangan gula saja, Bambang mendapat keuntungan sebesar $ 70 juta setahunnya, hanya untuk menstempel dokumen. Sistem itu berjalan dengan begitu baiknya, sehingga setiap anak yang mau masuk ke bisnis diberi sebagian-sebagian dari bisnis tersebut
Iman Brotoseno @imanbr
Dari tahun 1997 sampai 1998, Liem mendapat kontrak dari BULOG untuk mengimpor sekitar 2 juta ton beras yang bernilai $ 657 juta. Sebagai dari kontrak itu, disebutkan anak terkecil Suharto, Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek) mengimpor 300.000 ton beras yg bernilai $ 90,3 juta
Iman Brotoseno @imanbr
Selama 18 tahun terakhir, lewat adanya keinginan pemerintah untuk menstabilkan harga beras, anak-anak Suharto telah berhubungan dengan BULOG untuk menghasilkan sekitar $ 3 milyar sampai $ 5 milyar bagi mereka sendiri. Not bad at all
Iman Brotoseno @imanbr
Salah satu penghasil uang utama bagi Suharto adalah PT. Nusantara Ampera Bakti, atau Nusamba, didirikan tahun 1981 oleh tiga yayasan Suharto dengan modal $ 1,5 juta bersama Bob Hasan dan Sigit Suharto (masing-masing memperoleh saham 10%).
Iman Brotoseno @imanbr
Perusahaan ini besar dengan lebih dari 30 anak perusahaan di bidang keuangan, energi, pulp dan kertas, baja dan otomotif. Jantung Nusamba adalah saham sebesar 4,7 % pada Freeport Indonesia. Dulu pernah punya saham di sana
Load Remaining (22)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.