0
Fadli Zon @fadlizon
1) Kemarin, Jumat (16/2) saya menemui para petani di Kecamatan Tanjung Sari, Kecamatan Cariu, Kecamatan Sukamakmur, dan Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. @hkti @Gerindra pic.twitter.com/QaJFmxacu2
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
2) Kabar para petani kurang menggembirakan. Banyak kegagalan panen akibat hama dan faktor lain. Mereka seperti ditinggalkan sendiri dan tak merasakan kehadiran pemerintah. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
3) Pada umumnya petani jg mengeluhkan rusaknya infrastruktur pertanian dan rendahnya harga gabah patokan pemerintah, pdhl harga beras saat ini sdg tinggi. Sbg konsumen mereka tak sanggup membeli beras setinggi itu. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
4) Para petani umumnya mempertanyakan komitmen pemerintah trhdp perbaikan nasib mereka. Sebab, di tengah harga beras yg tinggi, pemerintah masih mematok harga pembelian pemerintah (HPP) yg rendah untuk gabah petani. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
5) Saat ini harga gabah kering panen (GKP) di pasar sudah mencapai Rp5.500 per kilogram. Harga itu jauh di atas HPP yg ditetapkan pemerintah, di mana HPP GKP sejak 2015 hanya dipatok Rp3.700 saja per kilogram. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
6) Sayangnya, harga gabah yg bagus itu juga tak bisa dinikmati oleh petani, krn dalam dua tahun terakhir mereka mengalami gagal panen. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
7) Di Bogor, kasus gagal panen umumnya disebabkan oleh hama, bukan krn kekeringan sbgmn yg terjadi di kawasan Pantura. Serangan hama ini terjadi akibat kurangnya pupuk dan kualitas benih yg tak tahan hama serta minimnya upaya antisipasi. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
8) Hampir semua petani di tiga kecamatan mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan pestisida, selain minimnya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yg bisa memberikan bimbingan. Itu faktor-faktor yg telah membuat knp gagal panen kembali trjd tahun ini. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
9) Masyarakat petani jg banyak yg mempertanyakan kbjkn impor beras. Meski dua tahun terakhir diakui ada gagal panen, namun impor yg dilakukan menjelang musim panen dianggap hny kian menyulitkan petani saja. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
10) Orang-orang desa bertanya, bukankah dulu saat kampanye Pilpres 2014, P @jokowi berjanji tdk akan mengimpor pangan, tapi knp skg justru impor beras menjelang musim panen?! Knp bukan kemampuan produksi kita yg diperbesar?! Itu pertanyaan mereka. @hkti
Fadli Zon @fadlizon
11) Kebijakan impor pangan dlm jangka pendek mmg bs menjamin ketersediaan pangan. Namun, dlm jangka panjang kebijakan tsbt bisa berdampak buruk, krn akan melemahkan kemampuan produksi sektor pertanian kita. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
12) Ketergantungan impor pangan akan berisiko trhdp ketahanan pangan dan bs mengancam kedaulatan kbjkn pangan kita. Jadi, pemerintah seharusnya tdk terus-menerus mereproduksi solusi instan semacam itu dlm mengatasi persoalan pangan. @hkti
Fadli Zon @fadlizon
13) Sy sgt menyayangkan kebijakan pangan kita yg terkesan amburadul. @kementan selalu mengklaim produksi beras kita surplus, tapi @Kemendag malah menerbitkan izin impor. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
14) Begitu juga halnya dgn jagung. @kementan mengatakan kita telah mengekspor jagung, tapi @Kemendag kini malah sedang mewacanakan akan mengimpor jagung jg. Klaim pihak pemerintah terkait pangan tidak sinkron satu sama lain. @hkti
Fadli Zon @fadlizon
15) Di tengah situasi sulit yg dihadapi oleh petani krn gagal panen, pemerintah mestinya memperbesar pemihakan terhadap mereka, melalui berbagai lembaga dan kebijakan yang ada. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
16) Tapi, kita justru mendengar tahun ini target serapan gabah petani oleh Bulog, misalnya, justru malah diturunkan. Tahun ini Bulog menargetkan penyerapan gabah petani 2,7 juta ton. Pdhl realisasi penyerapan gabah tahun 2015 dan 2016 saja angkanya mencapai 2,6 dan 2,9 juta ton.
Fadli Zon @fadlizon
17) Pemerintah menyatakan jika produksi padi thn ini diproyeksikan akan meningkat 5 persen. Tapi knp target serapan Bulog justru turun?! Ini makin meyakinkan jika data pertanian yg ada yg mmg perlu dipertanyakan akurasinya. @hkti
Fadli Zon @fadlizon
18) Kita tidak mungkin bisa swasembada pangan jika yg bisa dilakukan oleh pemerintah hanyalah mempermainkan data pangan sesuai kebutuhan mereka saja. @hkti
Fadli Zon @fadlizon
19) Jika ingin impor, maka data produksi yang dipakai dibikin defisit. Sementara, untuk keperluan kampanye, data produksi yang digunakan selalu surplus. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
20) Itu sebabnya kita jg perlu mempertanyakan akurasi proyek pencetakan sawah baru. Tahun ini, @kementan mengalokasikan cetak sawah seluas 12.000 ha dgn anggaran Rp220,5 miliar. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
21) Angka ini lebih rendah dari pagu anggaran cetak sawah pd 2017 yg mencapai Rp1,18 triliun untuk 72.033 ha, dan pagu tahun 2016 sebesar Rp2,06 triliun untuk 129.096 ha. Anggarannya besar, tapi efektivitas dan hasilnya perlu kita pertanyakan. @hkti
Fadli Zon @fadlizon
22) Tahun ini anggaran pencetakan sawah baru turun drastis karena kebetulan ada sorotan publik terkait penggunaannya. Kasusnya kini sedang jadi obyek penyelidikan kepolisian dgn supervisi KPK. @hkti
Fadli Zon @fadlizon
23) Ini tentu sangat memprihatinkan. Para pencari rente ternyata bukan hanya bermain dgn komoditas pangan, tapi pencetakkan sawah baru juga dijadikan ajang mencari rente. @hkti @Gerindra
Fadli Zon @fadlizon
24) Jika kita memang serius ingin mencapai swasembada dan berdaulat di bidang pangan, jangan dulu bicara pencetakkan sawah baru. Kita amankan saja dulu lahan pertanian produktif yang kini ada. @hkti
Fadli Zon @fadlizon
25) Jika kita bisa berhasil mempertahankan lahan pertanian yang ada, alias bisa melakukan moratorium konversi lahan pertanian, itu sudah langkah awal yang bagus untuk menjaga produksi pangan nasional. @hkti @Gerindra
Load Remaining (4)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.