[belajar Sejarah] Pola TEROR ke Kiai/Ustadz akhir-akhir ini mirip Pergolakan Politik era Sultan Trenggono kerajaan Demak.

biar sejarah yang berbicara dan berharap kita belajar dari sejarah.
1
Temporary Hiatus @OkeOnta

Belajar dari Kisah Pergolakan Politik era Sultan Trenggono untuk Melihat Pola Teror ke Kiai Akhir-akhir Ini by Dutaislam.com pic.twitter.com/SyGPbY1AT3

20/02/2018 12:21:24 WIB
Expand pic
Temporary Hiatus @OkeOnta

1. Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini dimulai kultwit pada siang hari yang cerah ini.

20/02/2018 12:21:25 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

2. Kejadian teror dan onar yang menimpa para kiai, ustadz, di Ponpes-ponpes, Masjid dan Musholla tentunya sebuah kejahatan, yang tidak boleh terjadi. Tapi jika melihat polanya, jelas bahwa semua ini bagian dari permainan politik.

20/02/2018 12:21:26 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

3. Dimulai dari penyebaran berita hoax, lalu munculnya tulisan/simbol aneh di dinding pesantren, masjid atau rumah tokoh agama, ramainya isu bangkitnya "PKI" , disusul dengan kekerasan fisik yang menimpa tokoh-tokoh agama, pesan panjang berantai di medsos.

20/02/2018 12:21:26 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

4. Semua ini adalah bagian dari permainan politik yang telah disekenario sedemikian rupa, untuk membuat masyarakat merasa terancam, lalu fitnah-fitnah dimunculkan, endingnya kerusuhan masal bisa terjadi dan tujuan akhirnya adalah perebutan kekuasaan.

20/02/2018 12:21:27 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

5. Strategi politik untuk meraih kekuasaan dengan cara semacam ini sudah sering terjadi dalam dunia perpolitikan, sejak zaman dulu hingga sekarang. Sejenak, mari kita mengambil ibrah dari kisah pergolakan politik di era Sultan Trenggana pada Kerajaan Demak.

20/02/2018 12:21:27 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

6. Alkisah, Jaka Tingkir mulai meniti karir sebagai prajurit di istana Sultan Trenggana. Namun, karier yang hebat itu tidak berjalan mulus. Ia dipecat karena melakukan kesalahan saat ia melakukan rekrutmen calon prajurit baru. Ia dikabarkan sebagai penyebab kematian Dadungawuk.

20/02/2018 12:21:27 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

7. Akhirnya Jaka Tingkir diusir dari istana Demak . Lalu ia pergi menemui dan berguru kepada Ki Buyut Banyubiru. Di sana dia mendapat banyak ilmu termasuk siasat politik agar bisa diterima kembali dan menjadi pejabat penting di Kerajaan Demak.

20/02/2018 12:21:28 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

8. Jaka Tingkir diperintahkan mencari seerkor kerbau yang dikenal dengan nama Kerbau Danu, lalu mulut kerbau itu dimasuki segumpal tanah yang telah diberi mantera-mantera yang ia bawa dari Banyubiru.

20/02/2018 12:21:28 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

9. Lalu kerbau itu dilepas dan langsung mengamuk di dekat Pesanggrahan Sultan Trenggono yang sedang berlibur di Gunung Prawoto. Dalam waktu sekejap, kekacuan dan huru hara dahsyat terjadi.

20/02/2018 12:21:28 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

10. Para prajurit Demak kewalahan menghadapi kerbau yang terus mengamuk hingga 3 hari itu. Bahkan banyak prajurit yang tewas karena ditanduk dan diinjak kerbau tersebut. Pesanggrahan Sultan pun porak poranda.

20/02/2018 12:21:29 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

11. Dalam kondisi kecemasan dan kekacauan seperti itu, muncullah Jaka Tingkir. Tentu saja Sultn Trenggana langsung memerintahkan Jaka Tingkir untuk menghentikan kerbau tersebut. Jaka Tingkir bertarung melawan kerbau tersebut dan memukul kepala kerbau itu hingga hancur dan mati.

20/02/2018 12:21:29 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

12. Karena jasanya itulah, Jaka Tingkir berhasil menarik simpati Sultan Trenggana. Sehingga ia diterima kembali ke istana, lalu ia diangkat menjadi Lurah Wiratamtama (pemimpin sebuah kesatuan militer Demak)

20/02/2018 12:21:29 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

13. bahkan ia kemudian dijadikan menantu Sultan dan Putra Mahkota. Di kemudian hari, Jaka Tingkir menjadi pewaris Kerajaan Demak, dan memindahkan kerajaannya ke Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya.

20/02/2018 12:21:30 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

14. Dalam konteks perpolitikan saat ini, jangan sampai kita mau dijadikan sebagai "kerbau yang telah diprovokasi tersebut" lalu mengamuk yang berakhir dengan kehancuran kita sendiri. Sementara orang yang membikin kerbau mengamuk itu yang meraih keuntungannya.

20/02/2018 12:21:30 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

15. Tentu dari poin 14 tadi kita harus introspeksi dan belajar, apakah hal yang kita lakukan selama ini telah benar. Apakah pesan yang saya dengan dan saya lihat benar. Bertindaklah cerdas sebelum berbuat, kelak kamu akan mempertanggungjawabkan atas perbuatanmu.

20/02/2018 12:21:31 WIB
Temporary Hiatus @OkeOnta

16. Demikian kultwit singkat pada Siang hari yang Cerah ini, mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan. Wassalamualaikum wr wb.

20/02/2018 12:21:31 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!