"kalau belum mampu secara finansial jangan punya anak dulu" Thread Tentang Tanggung Jawab Orang Tua yang Jadi Pro Kontra

Anak kita adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua
tanggungjawab orangtua prokontra anak awesomes biaya THREAD
0
Kei @KeiSavourie
Bukan anak yg minta dilahirkan, tapi ortu yang mau punya anak. Jadi tugas ortu memberikan yg terbaik sebisa mungkin. Bikin anak itu gampang, jangan dianggap sebagai prestasi. Memberikan kehidupan dan pendidikan yg terbaik bagi anak, itu baru prestasi. Tidak semua orang bisa. pic.twitter.com/Qry5Ultff8
Expand pic
Kei @KeiSavourie
Yang mau punya anak kan ortu, jadi ya tugas ortu memastikan anaknya hidup dengan berkecukupan dan punya masa depan cerah. Kalau belum mampu, ya jangan punya anak dulu. Kasian anaknya. Logika sederhana begini saja kok susah banget dicerna orang Indon.
Kei @KeiSavourie
Di Indon ini otaknya terbalik. Kalau ada anak yg dibeliin mobil atau rumah sama ortunya, malah dicemooh. "Cih, anak manja. Dibeliin pake uang bapaknya, gak bisa kerja beli sendiri." Eh, itu artinya ortunya hebat dan bertanggung jawab. Itu baru namanya ortu!
Kei @KeiSavourie
Kalau sebaliknya, anaknya kerja biayain kuliah sendiri, beli rumah sendiri, anaknya dipuji. "Wih hebat ya dia, pekerja keras, bisa beli rumah sendiri." Tapi gak ada yang nyalahin ortunya. Puluhan tahun hidup ngapain aja kok gak bisa kuliahin anak?
Kei @KeiSavourie
Kenapa bisa begitu? Karena di Indon masih budaya kuno di mana ortu adalah dewa yang tidak boleh dikritik, nanti durhaka. Meskipun tidak bertanggung jawab, bikin susah anaknya, tetap saja ortu selalu benar dan anak harus berbakti serta bersyukur.
Kei @KeiSavourie
Memberikan apa yang dibutuhkan anak agar memastikan masa depannya cerah, itu tidak sama dengan memanjakan. Tidak semuanya diukur dengan uang, ada perhatian, kasih sayang, dll, tapi uang juga faktor utama. Membesarkan anak butuh biaya besar. Ini fakta. pic.twitter.com/IgnnZitglK
Expand pic
Kei @KeiSavourie
Ada teman saya punya anak. Kalau untuk beli buku atau keperluan sekolah, kursus, dsb, semua dikasih. Tapi kalau untuk hiburan, dia strict. Anaknya gak boleh main gadget, gak boleh nonton kartun. Ini maksud saya: memberi fasilitas TIDAK SAMA dengan memanjakan.
Kei @KeiSavourie
Anaknya gak boleh main gadget atau nonton film kartun, gak mendidik katanya. Tapi kalau buku, yang manapun anaknya mau, pasti dibeliin. Anaknya masih kecil sudah baca buku cerita yang tebal dalam bahasa Inggris. Kalau kamu, kapan terakhir baca buku?
Kei @KeiSavourie
Ada anak teman saya itu, yang sekolahnya trilingual (Indo, English, Mandarin), terus kuliah ke luar negeri, di sana kenal banyak koneksi. Lalu ada anak yang sekolah seadanya, gak bisa English, kuliah di kampus abal-abal. Menurut kamu siapa yang masa depannya lebih cerah?
Kei @KeiSavourie
Buka mata, ini realita. Ini Indonesia. Karena negara belum bisa memberikan pendidikan dan fasilitas terbaik bagi rakyatnya, maka semua tanggung jawab ini ada di tangan orang tua. Anak kamu berhak atas pendidikan yang terbaik. Tapi pendidikan yang terbaik itu mahal.
Kei @KeiSavourie
Poin saya sebenernya cuma 1 saja: kalau belum mampu secara finansial untuk memberikan kehidupan yang layak dan pendidikan yang bagus, lebih baik jangan punya anak dulu. Tolong pikirin nasib anaknya nanti. Itu saja. Sederhana kok.
Kei @KeiSavourie
Mohon maaf bila sudah menyakiti, saya ngetwit tidak dengan maksud untuk menyinggung orang, apalagi menyinggung kamu dan alm papa kamu. Silakan diblock saja supaya tidak membaca twit saya lagi. Maaf ya 🙏 pic.twitter.com/yTJgCi80fJ
Expand pic
Kei @KeiSavourie
Pola pikirnya terbalik. Punya ortu berkecukupan, yang bisa memberikan apa yang dibutuhkan, adalah hak setiap anak. pic.twitter.com/seqV9BaiGl
Expand pic
Kei @KeiSavourie
Yang saya kritik dan jadi fokus pembahasan ini adalah orang tua, bukan pada anak. Kalau belum bisa membiayai, ya jangan punya anak dulu. Simple kok. Kalau si anak sih terserah, mau menyalahkan atau tidak ya bebas saja. Twit saya bukan tentang itu. pic.twitter.com/8hMR8G0V1O
Expand pic
Kei @KeiSavourie
Hebat! Saya kagum sama kamu, bro 🙏 Sayangnya, yang seperti kamu tidak bisa dijadikan patokan, karena cuma ada sedikit sekali. Mungkin kamu bisa bantu yang lain supaya jadi seperti kamu. pic.twitter.com/zg2A9kcMpP
Expand pic
Kei @KeiSavourie
Twit ttg menyalahkan ortu tadi kan memang konteksnya S1. Maksudnya juga bukan sang anak yg gak menyalahkan, tapi masyarakat. My concern: masyarakat kita gak pernah nyalahin/mengkritik ortu yang gak bisa membiayai anaknya. Hal itu dianggap sebagai kemalangan, bukan kelalaian. pic.twitter.com/lD08Khz06w
Expand pic
Kei @KeiSavourie
Ternyata banyak yang tersinggung, dipikirnya twit saya menghina orang tuanya. Padahal saya tidak kenal sama sekali siapa ortunya. Mohon maaf, tiada maksud menyinggung orang tua siapapun. Bahasan ini bukan ditujukan untuk Anda ataupun ortu Anda. Sama sekali bukan.
Kei @KeiSavourie
Ada juga yang berpikiran saya menghina orang miskin, katanya saya melarang orang miskin punya anak. Lah, saya gak bisa melarang, mz. Saya bilang menunda, bukan melarang. Dengan menunda punya anak justru ekonomi keluarga bisa jadi lebih baik.
Kei @KeiSavourie
Saya bukan menghina orang tua, bukan juga menghina orang miskin. Saya membela hak anak-anak bayi yang belum lahir untuk mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan yang bagus dan masa depan yang cerah. Kalau kamu baca twit saya tanpa prasangka, pasti bisa nangkep poinnya.
Kei @KeiSavourie
Oh iya, pemikiran saya ini bukan hal baru. Beberapa kalangan parenting setuju prinsip ini. Prediksi saya, 5-10 tahun ke depan, ide ini akan jadi populer dan diterima di Indonesia. Orang2 yang hari ini menentang, nanti akan setuju. Ini twit Februari 2018, kita cek lagi nanti 🙂
Fre @poutmonz
@RindraAk @KeiSavourie Sebagai seorang ibu, gw ngajarin anak2 untuk mandiri termasuk siapin uang kuliah dengan mereka nabung dan cari cara utk belajar cari duit sendiri. Kenapa? Karena gw ga tau bakalan mampu atau enggak nantinya walau udah persiapan.
Fre @poutmonz
@RindraAk @KeiSavourie Selain itu gw emang nggak "indon". Anak2 bahkan ditekankan utk cari uang kuliah sendiri padahal mereka skr masih SD. Di LN juga gitu kok. Umur 18 tahun udh masuk dewasa kan. Tugas ortu bukan cuma financing their kids but beyond that. Just my thought.
RAK @Aksnow_27
@KeiSavourie Banyak yang ga paham maksud tweet si Kei -.-" tipikal indon, baca doang paham juga kagak Ortu disini mau bikinnya, trus ngerasa kalau si anak berhutang budi sama mereka. Sampai akhir hayat bilangnya "Beruntung kamu sudah dilahirkan"
c e l i @spwnt
Saya paham maksud Anda, tapi mungkin pemilihan kata dan contohnya tidak tepat. Sehingga menyakiti perasaan banyak pihak (orang tua maupun anak). Tapi emang bikin kultwit itu segampang "bikin anak" kata Anda. Hehe iya gampang bikinnya, jadinya belum tentu. twitter.com/KeiSavourie/st…
Adi Kurniawan @adikurniawan288
Thread ini sebenernya ada poin bagusnya, cuma penyampaiannya yang kurang tepat. Beberapa kata/kalimat malah cenderung bisa disalah artikan bahkan bersifat ofensif, makanya banyak yang tersinggung. twitter.com/KeiSavourie/st…
Load Remaining (22)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.