0
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Beberapa sumber menyebutkan jika #GambangSemarang bukan produk asli masyarakat #Semarang. Ia bentuk adaptasi gambang kromong dari Betawi.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Bermula dari keprihatinan Lie Hoo Soen, seorang anggota Volksraad atas kondisi #Semarang yg kering dr aktivitas seni & budaya.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Pada tahun 1930-an ia menggagas sebuah bentuk kesenian yang hendak dikembangkan #DiSemarang. Kemudian Lie Hoo Soen melawat ke beberapa kota
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Di Bandung ia tak beroleh apa-apa. Sesuatu yg dicari baru ketemu di Batavia. Ia tertarik dg Gambang Kromong yg akulturatif Tionghoa-Jawa
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Kemudian Lie membeli seperangkat gamelan gambang kromong utk dibawa ke #Semarang.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Tidak hanya itu, Lie juga memboyong Tjiam Bok Kwie, seniman dari Tanah Abang untuk memberi pelatihan.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Sejumlah jemaat & pegawai Kelenteng Tay Kak Sie disiapkan menjadi pemain. Tidak seluruhnya keturunan Tionghoa, beberapa adalah orang Jawa.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Setelah berlatih keras & menguasai peranti gambang kromong, mereka mulai berpentas dari kampung ke kampung.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Biasanya mereka pentas di tempat orang punya hajat, serta peringatan hari besar Tionghoa sprt Sincia, Capgome dan Pehcun di kelenteng2.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Tidak jelas jg apakah waktu itu mereka pakai nama gambang kromong atau #GambangSemarang.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Namun tampaknya belum. Istilah #GambangSemarang baru dikenal seiring dg popularitas tembang "Empat Penari" karya mediang Oey Yok Siang.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Lagu tersebut populer sekitar 1950-1960-an. Tembang yg liriknya ditulis Sidik Purnomo itu menyebut istilah #GambangSemarang
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Paguyuban kelompok kesenian #GambangSemarang dari #Semarang dipimpin langsung oleh Lie Hoo Soen.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Setelah sekian lama, kendali paguyuban diambil alih oleh Liauw Tiauw Boen (Bah Boen). Ternyata banyak peristiwa menarik mengiringi mereka.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Pd 1942 kelompok itu pentas di sebuah pasar malam di Magelang. Namun di tengah pertunjukan area pasar malam berubah jd ajang pertempuran
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Pertempuran itu terjadi antara angkatan Muda Magelang melawan tentara Jepang. Para personel tunggang langgang, gamelan tdk terselamatkan.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Pd 1972, Thio Tiong Gie, seorang dalang wayang Potehi, melanjutkan lagi eksistensi #GambangSemarang dg sejumlah personel baru.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Kelompok Thio Tiong Gie bahkan pernah terlibat dalam pembuatan film "Apanya Dong" (1983) yg dibintangi oleh Titik Puspa.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Th 1980 Amen Budiman & Jaya Suprana mendirikan Paguyuban Kembang Goyang. Brsma Teater Kuncup mrk menghimpun personel asli #GambangSemarang
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Personel asli #Gambangsemarang trsbt diantaranya adlh Subadi, Sunoto & Ong Sam Nio alias Nyah Sam. Mrka pun sempat pentas di berbagai tempat
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Awal 1990-an, Amen Budiman didera stroke. Untuk pengobatan ia terpaksa menjual perangkat gamelan #GambangSemarang pada Hotel Graha Santika.
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Sejak itu, para pemain diboyong untuk menghibur para tamu hotel Graha Santika. Mereka kemudian membentuk Paguyuban Sentra #GambangSemarang
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Paguyuban Sentra #GambangSemarang diketuai oleh Dimyanto Jayadi putra Subadi, pemain #GambangSemarang generasi pertama
Pemimpin Jujur @jatengpedia
Namun Paguyuban Sentra #GambangSemarang telah melakukan penampilan terakhir di Hotel Graha Santika pada 26 September 2006 :(
Load Remaining (8)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.