MASA KECIL GANJAR PRANOWO | By @PartaiSocmed

Diluar masa kecilnya yg normal sebagai anak gunung, rupanya ada pengalaman pahit yg sangat membekas yg kelak mempengaruhi gaya kepemimpinannya sebagai Gubernur Jateng
jateng ganjar gubernur politician pranowo
3469 View 0 comments
1
Login and hide ads.
PS @PartaiSocmed
Benar di foto tersebut @ganjarpranowo kecil adalah yg pakai celana panjang, kedua dari kanan. Senyum khas Ganjar Pranowo yg kita kenal saat ini rupanya bawaan bayi.
PS @PartaiSocmed
Mungkin banyak yg belum tahu bahwa Pak @ganjarpranowo itu nama lahirnya bukan Ganjar Pranowo melainkan Ganjar Sungkowo.
PS @PartaiSocmed
Nama Ganjar Sungkowo diberikan oleh orang tua beliau karena pada saat lahir keluarganya sedang dirundung kesusahan.
PS @PartaiSocmed
Ganjar Sungkowo lahir di Tawangmangu, yg saat itu masih merupakan desa terpencil di lereng Gunung Lawu.
PS @PartaiSocmed
Ayah Ganjar Sungkowo bernama Parmudji, seorang polisi berpangkat Sersan bergaji pas-pasan. Sedangkan ibunya bernama Sri Suparni, seorang ibu rumah tangga biasa yg terkadang jadi tukang jahit dadakan demi membantu ekonomi keluarga.
PS @PartaiSocmed
Oleh Bapaknya Ganjar Sungkowo dididik dgn disiplin ala militer dan oleh Ibunya dididik dgn kasih sayang. Kombinasi keduanya kelak menghasilkan karakter seorang Ganjar dewasa.
PS @PartaiSocmed
Karena khawatir hidup anaknya akan selalu dirundung kesialan dan sungkawa, maka menjelang usia masuk sekolah nama Ganjar Sungkowo kecil diganti menjadi Ganjar Pranowo, seperti yg kita kenal saat ini.
PS @PartaiSocmed
Ganjar Pranowo adalah anak kelima dari enam bersaudara. Kehidupan ekonomi keluarganya bisa dibilang jauh dari mampu.
PS @PartaiSocmed
Namun meskipun ekonomi pas-pasan keluarga Ganjar Pranowo adalah keluarga yg kompak dan mementingkan pendidikan bagi anak2nya. Selain tugas belajar setiap anak punya tugas rumah yg menjadi tanggung jawab masing2.
PS @PartaiSocmed
Tugas Ganjar Pranowo kecil adalah 'mbraso' kopel Bapaknya sebelum berangkat kerja dgn cairan pembersih hingga mengkilap. Selain itu dia juga bertugas menjemur minyak goreng agar meleleh terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memasak sarapan.
PS @PartaiSocmed
Tawangmangu saat itu adalah daerah yg sangat dingin sehingga minyak goreng jadi mengeras dan harus dijemur dulu agar mencair dan bisa digunakan untuk menggoreng.
PS @PartaiSocmed
Sekolah Ganjar Pranowo adalah di SD Tawangmangu 2. Disini dia memiliki sahabat2 masa kecil yaitu Dowig, Joko, Kamso dan Ngadimin. Di foto ini Dowig adalah yg paling kanan dan kelak dia menjadi saudara ipar Ganjar karena kakaknya menikah dengan kakak Ganjar. pic.twitter.com/F0XCc95x3N
 Expand pic
PS @PartaiSocmed
Namanya juga anak desa, sehari2 Ganjar dan teman2nya terbiasa bersekolah tanpa sepatu. Untuk urusan seragam pun cukup menggunakan lungsuran dari kakak2nya. Saat itu bisa sekolah saja sudah merupakan anugerah yg tidak ternilai harganya.
PS @PartaiSocmed
Dengan kondisi ekonomi seperti itu tentu Ganjar kecil tidak bisa mengharap uang saku dari orang tuanya. Namun nampaknya sejak kecil Ganjar ini pintar mengambil hati orang. Tak jarang orang tua teman2nya sering menitipkan uang saku untuk Ganjar lewat anak2 mereka.
PS @PartaiSocmed
Masa SD Ganjar Pranowo dihabiskan dengan bermain di alam bersama teman2nya. Sama seperti anak2 pada eranya, ketika main keluar rumah pun biasanya lupa waktu dan pulang menjelang malam, lalu ditegur orang tua ketika sampai di rumah masing2.
PS @PartaiSocmed
Diluar masa kecilnya yg normal sebagai anak gunung, rupanya ada pengalaman pahit yg sangat membekas yg kelak mempengaruhi gaya kepemimpinannya sebagai Gubernur Jateng
PS @PartaiSocmed
Suatu hari Ganjar Pranowo mendengar pembicaraan seseorang dengan Bapaknya. Awal pembicaraan yg santun berubah jadi keras dan seperti orang bertengkar.
PS @PartaiSocmed
Inti pembicaraan tersebut adalah memberi ultimatum kepada orang tua Ganjar Pranowo agar secepatnya pergi dari rumah yg ditempatinya selama ini.
PS @PartaiSocmed
Ganjar Pranowo kecil dan saudara2nya hanya bisa mendengarkan pertengkaran orang dewasa tersebut dari dalam kamar dengan jantung yg deg-degan dan perasaan yg tidak menentu. Ibu dan beberapa saudara Ganjar yg lain hanya bisa meneteskan air mata.
PS @PartaiSocmed
Setelah tamu tersebut pulang, Ayah Ganjar Pranowo berjalan ke arah kamar tempat anak2 dan isterinya berkumpul. "Iki ngene, mulai besok kita harus kerja bakti untuk pindah rumah."
PS @PartaiSocmed
Bisa dibayangkan betapa sedih dan terpukulnya Ganjar kecil dan saudara2nya karena diusir dari rumah yg ditempatinya sejak lahir, dengan waktu yg sangat mendadak pula. Bagaimana dengan sekolah? Bagaimana dengan teman2 bermain selama ini?
PS @PartaiSocmed
Betapapun juga keluarga Ganjar Pranowo harus keluar dari rumah itu secepatnya. Alhasil sang Ayah hari itu juga harus mencari kontrakan agar besoknya bisa pindahan.
PS @PartaiSocmed
Dan ketika malam tiba, ketika semua anggota berkumpul untuk santap malam seperti biasanya suasana masih diliputi ketegangan. Apalagi Bapak belum datang dari usaha mencari rumah kontrakan.
PS @PartaiSocmed
Dan ketika malam makin larut akhirnya Bapak pulang dengan wajah yg terlihat sangat letih. Anak2 yg tak sanggup tidur pun ramai2 menyambut sambil penasaran apakah Bapak sudah berhasil mendapat rumah kontrakan.
Load Remaining (21)
Login and hide ads.