0
Temporary Hiatus @OkeOnta
Tujuh Kemungkinan Penganiayaan pada Tokoh Agama Menurut Mahfud MD pic.twitter.com/8qlEBlwYEI
Expand pic
Temporary Hiatus @OkeOnta
1. Bismillahirrahmanirrahim. Pakar Hukum Mahfud MD menyampaikan pendapatnya tentang kasus penganiayaan terhadap tokoh agama yang belakangan ini terjadi. Menurutnya, setidaknya ada tujuh dugaan penganiyaan terhadap kiai
Temporary Hiatus @OkeOnta
2. Pertama, mungkin ada kaitannya dengan kejahatan politik yang pernah dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), seperti yang dikatakan oleh Kivlan Zen, pada tahun 1948 dan 1963 sampai 1965
Temporary Hiatus @OkeOnta
3. Kedua, operasi intelijen untuk kegiatan politik agar masyarakat takut untuk melakukan kegaitan yang bersifat oposisi dengan pemerintah.
Temporary Hiatus @OkeOnta
4. Ketiga, adu domba antarumat. Hal ini terlihat dengan adanya tulisan ‘212’ di dada pelaku pada gambar yang beredar.
Temporary Hiatus @OkeOnta
5. Keempat, pelaku berpura-pura gila karena ingin membuat kekacauan. “Pura-pura gila itu disuruh orang aja kira-kira,” katanya.
Temporary Hiatus @OkeOnta
6. Kelima, pelaku gila sungguhan. Hal ini pernah terjadi pada Nyai Jamilah, Tebuireng. Ia dibunuh orang gila. Hal tersebut juga menimpa Rais Am PBNU 1981-1984 KH Ali Ma’shum sampai masuk rumah sakit. Sakitnya berlanjut hingga ia wafat.
Temporary Hiatus @OkeOnta
7. Dugaan keenam, perselingkuhan. Hal ini pernah terjadi di Cibinong. Pembunuh kiai tersebut adalah selingkuhan istri sang kiai.
Temporary Hiatus @OkeOnta
8. Terakhir, dugaan guna pengamanan Pilkada. Isu yang berembus pelaksana tugas gubernur adalah polisi sehingga buat kekacauan lebih dulu. “Biar nanti kita buat alasan Plt gubernur itu dari polisi,” ujarnya.
Temporary Hiatus @OkeOnta
9. Publik sering terlibat dan melibatkan diri dalam politik adu domba. Politik identitas pun mencuat karena ketidakadilan yang diciptakan oleh mereka sendiri karena ketidakpeduliannya terhadap suku, agama, dan ras lainnya.
Temporary Hiatus @OkeOnta
10. “Politik identitas yang seperti ini yang harus dihilangkan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik” tegasnya. “Diharapkan juga kepada aparat keamanan, instansi pemerintah sipil maupun militer tidak terjebak untuk melakukan operasi intelijen karena kepentingan tertentu”
Temporary Hiatus @OkeOnta
11. Terakhir, Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013 itu meminta polisi sebagai aparat penegak hukum untuk benar-benar menegakkan hukum. Ia merasa, belum punya alasan kuat menuding polisi main-main dan terlibat dalam peristiwa tersebut.
Temporary Hiatus @OkeOnta
12. “Tetapi kemungkinan-kemungkinan tadi, tujuh teori (dugaan) yang lahir dari diskusi ini karena pengalaman kita, saya kira harus diwaspadai,” tutupnya.
Temporary Hiatus @OkeOnta
13. Demikian kultwit singkat pernyataan dari Prof @mohmahfudmd semoga bermanfaat. Wassalamualaikum wr wb

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.