0
Rexy Ambarwati @AmbarwatiRexy
Kampung Babat, Legok, Tangerang. Masih wilayah Indonesia bukan sih?? Pancasila, UUD 45, Binneka Tunggal Ika gak berlaku disitu soalnya. Sepertinya itu wilayah milik umat Islam saja. Pemuka agama Budha dipaksa meninggalkan daerah itu & dilarang kembali. Yang sabar ya pak.. 🙏🏽 pic.twitter.com/3MeIEvtuVg
Rexy Ambarwati @AmbarwatiRexy
@cookiegig88 Yo iku, kon lungo. Ra entuk bali. Meresahkan. Sekarang baragama budha merupakan suatu kejahatan...
goenawan mohamad @gm_gm
Sebuah acara umat Budha dilarang di Kabupaten Tangerang. Minoritas yang kehilangan hak adalah yg terjadi di Rohynga. Jika kita mengecam yg terjadi di sana dan menghalalkan yg terjadi di Tangerang, rasa keadilan kita palsu.
airlangga kusuma @airlanggakusum4
@gm_gm Gun. Kau baca berita ini dulu. Agar jelas duduk persoalannya. Ini belum jelas duduk soalnya udah kau tebarkan berita yg bernada provokasi. Percuma aja kau pempred klo otak udah dipenuhi kebencian pd umat Islam di tanah air. m.detik.com/news/berita/38…

Peristiwa terjadi pada Rabu (7/2) lalu, berawal dari adanya penolakan warga Desa Babat, Kecamatan Legok. Warga menolak rencana kegiatan kebaktian umat Budha dengan melakukan tebar ikan di lokasi danau bekas galian pasir di Kampung Kebon Baru, Desa Babat.

Masyarakat juga sempat tidak menerima kehadiran Mulyanto Nurhalim selaku biksu di kampung tersebut. Warga resah karena menganggap biksu tersebut akan mengajak orang lain untuk masuk agama Budha.

URL detiknews 3392 Viral Video Biksu Dilarang Ibadah di Tangerang, Ini Penjelasan Polisi Sebuah video seorang biksu dan umatnya dilarang beribadah di Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang, viral di media sosial.

Terkait hal itu, pihak kepolisian mengumpulkan masyarakat dan tokoh setempat. Sejumlah tokoh agama diajak untuk bermusyawarah agar kejadian tersebut tidak menjadi isu yang berkepanjangan dan semakin meluas.

Rapat dilaksanakan di ruang kerja Camat Legok di Jl Alun-alun Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang pada Rabu (7/2) pukul 14.10 WIB. Rapat dihadiri 16 orang, di antaranya Kapolsek Legoj AKP Murodih, Camat Legok H Nurhalim, Ketua MUI Legoj KH Odji Madroju, Kades Babat H Sukron Ma'mun, Romo Kartika toga umat Budha Jakarta.

Warga sempat mencurigai biksu tersebut melakukan ibadah dengan mengundang jemaat dari luar. Namun, warga ternyata salah paham, karena yang datang ke situ ternyata cuma memberi makan biksu saja.

"Di kediaman Biksu Mulyanto Nurhalim sering dikunjungi umat Budha dari luar kecamatan Legok terutama pada hari Sabtu dan Minggu untuk memberikan makan kepada Biksu dan minta didoakan, bukan melaksanakan kegiatan ibadah. Hal ini dapat dimaklumi karena Biksu tidak boleh pegang uang dan beli makanan sendiri," tuturnya.

Warga juga semula sempat memberi tenggang waktu kepada biksu untuk meninghalkan kampung tersebut. "Biksu tersebut adalah warga asli Desa Babat dan sudah memiliki KTP dan memiliki hak tinggal di Desa Babat," cetusnya

Setelah musyawarah, polisi dan seluruh elemen masyarakat setempat memastikan bahwa rumah Biksu Mulyanto bukan rumah ibadah seperti kecurigaan warga. Sementara dalam musyawaraj itu disepakati agar Mukyanto tidak menyimpan ornamen yang menimbulkan kecurigaan warga.

"Ornamen yang menyerupai kegiatan ibadah umat Budha agar tidak mencolok yang dapat menjadi bahan kecurigaan warga (di singkirkan ke dalam rumah agar tidak terlihat seperti patung dan lain-lain," tuturnya.

Fadli memastikan persoalan tersebut telah selesai. Warga pun meminta maaf atas kesalah pahaman terhadap Mulyanto ersebut.

Qya Ruddick @QyaRuddick
@jubahsulam @gm_gm Udah baca. Situ udah baca? Ada kronologinya kan? Menurut situ yang dilakukan warga benar atau tidak? Persekusi atau bukan? Lagian, gampang banget tinggal minta maaf doang, alibi salah paham, terus masalah dianggap selesai. Coba kalau Islam dipersekusi? Selesai dengan minta maaf?
Zet Apridae Uly @ZetUly
@gm_gm mengapa ya Indonesia sudah 72 tahun merdeka tetapi kami kaum minoritas masih teraniaya? haruskah kerusuhan di negara lain dibalas di Indonesia.
Arsat Bachir @ArsatBachir
@gm_gm Yg melarang sehrsnya ditangkap dan dijebloskan ke penjara...ini bukan Islam yg rahmatan lil alamin
#tabohita @HutapeaPoster
@gm_gm Rakyat yg menolak palsu, jgn salahkan pemerintah karena kalau pemerintah mebegur yg menghalangi tersebut, mereka akan teriak ada penistaan terhadap "mereka". Ayo kita jaga toleransi di NKRI.
Yosep Pandji @yosepandji
@HutapeaPoster @gm_gm Betul mas, pemerintah bertindak malah akan dijadikan senjata untuk menyebar fitnah dan playing victim. Ini cuma oknum, dan pemerintah gak tinggal diam kok. Buktinya perpu anti ormas radikal itu apa? Tapi begitu membuat perpu, dikecam. Dimulai dari kita! Bisa!
el terrible @xtra_terrible
@gm_gm @PurworOjek Gitu aja masalah sih. Kalo masyarakat sekitar merasa resah berarti ada yg salah dg si budha. Kondisi umat Islam sendiri saat ini jg lagi prihatin krn pemerintah tdk adil. Jgn salahkan umat Islam jika bertindak represif. Ingat persekusi Ust.Abduk Somad di Bali. Ga diproses juga
Forever @spititfast
@ButirHikmah @gm_gm @PurworOjek Dasar otak isis, si banthe kagak ngajak umatnya kafir2in agama lain.
Cebong^Kafir @Grand_Light88
@ArsatBachir @gm_gm apakah mrk peduli dg rahmatan lil alamain ? yg mrk pamerkan adalah kedunguan dan kemunafikan. kita hanya bisa berharap pihak @DivHumasPolri tdk membiarkan kedunguan menggerogoti anak bangsa.
#NegeriMunafik #NM @TukangKoprol
@gm_gm Diketawain org myanmar dah smbl diteriakin "Munafik Loe!" 🙈
edofirmando @edofirmando
@TukangKoprol @gm_gm Beda mas; orang myanmar sampe menghilangkan nyawa; ini cuma dilarang aje
Daniel H.T. @danielht2009
@edofirmando @TukangKoprol @gm_gm Jadi, anda pikir, kitaharus tunggu sampai seperti di Myanmar, baru boleh bersikap kritis?

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.