Cerita Tempelan Poster "Kampus Rasa Pabrik" yg Berujung Diskorsing Setahun Dua Mahasiswa Unhas Makassar

Kabar terakhir, skorsing keduanya dicabut setelah mendapat kecaman berbagai pihak
0

Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fiqri didiskorsing selama dua semester karena menempelkan poster kritikan bertajuk "Kampus Rasa Pabrik" di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Zen RS @zenrs

Diskorsing 1 tahun oleh Unhas karena pasang poster "Kampus Rasa Pabrik" 🙄 news.okezone.com/read/2018/02/0…

08/02/2018 09:03:20 WIB

Kejadian bermula saat dirinya dan mahasiswa lainnya melakukan kegiatan diskusi panjang Posfordis atau Ekonomi Pasca Industri. Hasil diskusi, sebagai bentuk protes, dituangkan dalam secarik poster dan menempelkannya di sejumlah titik kampus tersebut. Namun diciduk oleh satpam setempat dan langsung diamankan ke ruangan Wakil Rektor III. Hari itu juga, ia dan rekannya langsung diskorsing karena dianggap melakukan vandalisme.

Melia mengatakan, tindakan itu bentuk kriminalisasi, ia beranggapan, kampus hanya melahirkan produk kapitalisme modern tanpa bisa lagi menelurkan pemikir-pemikir hebat untuk perbaikan bangsa.

Sikap pimpinan kampus dinilainya paranoia yang berlebihan,dilestarikan hingga menimbulkan sikap anti-kritik. Menurut Melia, kampusnya sendiri tidak memiliki etika terhadap sistem demokrasi yang saat ini diatur dalam konstitusi. "Kami menempelkan poster itu di tiga titik dan sudah jelas di papan pengumuman. Kami merasa juga tidak pernah menyalahi aturan yang ada," kata Melia.

Kepala Bidang Humas dan Protokol Unhas, Ishaq Rahman mengatakan, keduanya diskorsing lantaran dinilai melanggar aturan kampus yang ada. Selain itu, aturan yang dinilai dilanggar mahasiswa tersebut tertuang di dalam tata tertib kehidupan kampus, Keputusan Rektor Nomor 1595/UN4/05.10/2013.
Terkait dengan pemasangan poster dan semacamnya, lanjut Ishaq, pihak kampus seutuhnya tidak pernah melakukan larangan dan batasan. Asalkan pada tempatnya atau berkoordinasi dengan bagian rumah tangga di kampus.

ميجا @Megakumiko25

@zenrs Nasib spt temen jaman kuliah. Kritik soal fasilitas kampus utk mahasiswa yg g sepadan dgn biaya semesteran. Alhasil doi "di bekukan" TA nya. Perguruan tinggi swasta di solo. 😁

08/02/2018 10:22:45 WIB
Zulfan @Zulfan_Hakim

@zenrs Tempelnya bukan di papan pengumuman? Ya salah. Skorsing? Mungkin berlebihan tapi silahkan tanya pihak yg memberi hukuman

08/02/2018 11:20:22 WIB
Anthony Sinaga 🇮🇩 @spawnist

@zenrs Yuk kita viralkan aja poster ini di berbagi media sosial.

09/02/2018 05:37:59 WIB
RARA' @mayarararocks

@zenrs Vandalisme hukumannya skorsing 2 semester? Gila. Kan ada yang namanya surat peringatan. Parah!

08/02/2018 12:13:57 WIB
Shofira Hanan @philoshofira

@zenrs anti kritik amat, bibit bibit kritis begini emang seringnya ditenggelemin sekarang2 ini.

08/02/2018 13:10:28 WIB
ꦫꦶꦱ꧀ꦏ @nggilanime

@zenrs Melanggar Keputusan Rektor Nomor 1595/UN4/05.10/2013? Tapi pihak kampus sendiri melakukan pelanggaran terhadap keputusan rektor tsb.: "Saat menempelkan poster di salah satu titik, ia dan rekannya langsung diciduk oleh satpam setempat dan langsung diamankan…" Keputusan rektor: pic.twitter.com/cPXpkR0L89

08/02/2018 20:02:24 WIB
Expand pic
Volga Vazuza @Jennifer_bogota

@zenrs @mardiasih Nah sekarang duduk manis di rumah dulu..dan jadikan "Rumah Rasa Kampus" biar dua semester yg hilang tak sia sia.

08/02/2018 22:01:07 WIB
emka @dkarhita

@zenrs @DavidPawali nah kalau ini kampus benar2 kejam, mhs ini cerdas dan tentunya merasakan kampus rasa pabrik alias memproduksi sebanyak-banyak agar dapat untung sebanyak-banyaknya pula... knp diskorsing mhs kritis macam ini wah ga benar birokrat kampus tuh!

09/02/2018 07:06:24 WIB
Zamaramoudry @Zamaramoudry1

@zenrs Ini kampus bung "!" diktator bukan tempat di kampus "

09/02/2018 17:24:36 WIB
irfan qolbi @irfanqolbi

@zenrs @lurino menyedihkan. ironisnya adalah kampus sebagai tempat intelektual justru yang anti kritik

09/02/2018 08:17:08 WIB

Poster "Kampus Rasa Pabrik" ditempel malam hari, sekitar pukul 01.30 WITA di Perpustakaan dan Gedung Mata Kuliah Umum. Saat di parkiran, keduanya berencana menempel poster di luar kampus dan diamankan satpam.

“Salah satu dari mereka mencabut kunci motor dan meminta Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) kami. Mereka juga mencabut poster yang baru kami tempel, sembari menanyakan maksud poster itu dengan nada yang menekan,” kata Fiqri dan Rezki.

Ketua Badan Pekerja Alumni dan Mahasiswa UI Bangkit Untuk Keadilan Herry Hernawan menyoroti fenomena skorsing 2 semester terhadap Sdri. Rezki Amaliyah dan M. Nur Fiqri, yang merupakan Mahasiswa UNHAS lantaran telah memasang poster ungkapan kritis di Kampusnya di Makassar. Ia meminta pihak kampus mencabut skorsing. Mahasiswa Unhas sendiri telah melakukan aksi damai pada Kamis, 8 Februari 2018 lalu.

Load Remaining (4)

Comment

No comments yet. Write yours!