2
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Sebuah thread renyah ttg Ilusi Kesuksesan dan Behavioral Science, dgn studi kasus film Dilan. Silakan simak dg tuntas sambil duduk leyeh2..... 👇👇👇 twitter.com/Strategi_Bisni…
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis

Kumpulan thread super keren tentang kiat bisnis, financial freedom dan personal development ada pada tab LIKES akun ini. Silakan cek.

strategimanajemen.net/about-me
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Biaya produksi dan promosi Dilan 1990 adalah Rp 15M. Income sktr Rp 15 ribu per tiket. Kalau tembus 5 juta penonton akan dpt Rp 75M. Net profit Rp 60M. "60M itu berat. Kamu tak akan kuat. Biar aku saja yg menyimpannya".
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Namun bisnis film jg punya risiko gagal. Tak banyak film yg bisa sukses kayak Dilan atau Pengabdi Setan Remake. Pendekar Tongkat Emas misalnya. Biaya produksi dan promosi 40M. Pemasukan tak sampai 10M. Rugi masif.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Makanya ada subdidi silang. Mira Lesmana rugi besar krn Pendekar Tongkat Emas. Tapi ketutup film dia lain yg sukses yakni AADC2.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Barusan nonton youtube behind the scene Dilan. Menarik juga. Jadi ingin nonton juga. Sayang waktunya belum ada.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Dapat info kalau hak cipta novel Dilan sama Pidi Baiq dijual putus ke Falcon Pictures produser, seharga Rp 150 juta per judul. Ada 3 seri Dilan, jadi total Rp 450 juta. Not bad lah. Emang sekarang produser filmnya dapat sampe 75M. Tapi siapa sangka akan selaris itu.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Namun kisah sukses Dilan dan best seller lainnya selalu mengikuti Prinsip Pareto (10% top seller kuasai 80 sd 90% pembeli). 10 film best seller tanah air selalu kuasai 90% total jumlah penonton. Hukum Pareto juga berlaku di dlm bisnis musik dan bisnis lainnya.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Total jumlah produksi film di tanah air setahun sekitar 130an. Yg sukses biasanya hanya 20an judul saja atau 15%. Yg lain gagal dan rugi. Sebuah data statistik yg agak kelam. Knp tetap banyak yg bikin film meski mayoritas rugi? Krn mrka terjebak "success falacy".
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Success falacy adalah semacam bias atau error thinking yg menanggap sukses itu mudah diraih. Knp ilusi itu muncul? Krn kisah sukses spt Dilan dan Box Office lainnya akan selalu dibesar2kan media. Kisah sukses memang selalu lbh menarik diberitakan dibanding kisah kegagalan...
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Success bias....ini sebuah ciri khas berita di media. Kisah2 sukses ttg film, musik, pengusaha acapkali muncul. Studi ttg behavior science menunjukkan fenomena diatas lalu ciptakan ilusi kesuksesan. Dikira mudah raih sukses. Padahal rasionya hanya 10% atau kurang.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Probabilitas kemungkinan munculnya film sukses spt Dilan mungkin hanya 5%. Sangat kecil peluang kejadiannya. Namun krn terus menerus diberitakan media, maka seolah2 hal diatas bisa dg mudah diraih.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Itu jg terjadi dlm berita ttg kisah sukses pengusaha. Krn terus menerus diberitakan, dikira jadi pengusaha sukses itu mudah. Mudah gundulmu alus, Le. Data statistik aktual tunjukkan pengusaha yg benar2 sukses hanya sktr 30an% saja. Yg 70% gagal.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Kisah sukses kayak Jack Ma atau CT hanya 0.1% probabilitasnya. Namun krn terus menerus diberitakan media, maka dikira banyak yg bisa sukses kayak mrka. Itu namanya success falacy. Ilusi kesuksesan. Bodoh ambil kesimpulan krn tak paham ilmu statistik.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Kembali ke Dilan. Sukses Dilan pasti jg akan lahirkan overconfidence bias : penyakit yg suka muncul saat lihat sukses fenomenal. Produser lain pasti akan ramai2 bikin film, krn mrka yakin bisa sukses juga. Pdhl probabilitas sukses kayak Dilan hanya 5%.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Success Fallacy dan OverConfidence Bias adalah dua penyakit mental yg telah lama ditemukan dlm studi2 ttg behavioral science. Ribuan film gagal. Ribuan calon entrepreneur nyungsep. Mrka semua terjebak ilusi kesuksesan dan overconfidence bias.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Minggu lalu nulis ttg fenomena serupa diatas di FB. Admin nulis ttg kecilnya probabilitas orang miskin jadi kaya. Ttg kecilnya rasio keberhasilanmu ubah nasib. Based on data. Based on science. Eh ada yg ngomel2. Dia bilang lihat tuh kisah sukses Jack Ma, CT, dll....
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Yg ngomel2 itu mungkin tak paham ilmu statistik. Atau dia telah terjebak success illusion. Sekali lagi, populasi sukses kayak Jack Ma atau CT itu hanya 0.1%. Maks 1%. Tapi krn terus diberitakan media, muncul ilusi kalo kisah sukses kayak CT banyak sekali. Ini ilusi.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Dalam behavior science, fenomena diatas disebut juga "availability bias". Sebuah isu/kasus yg terus menerus diberitakan media akan dianggap banyak terjadi. Padahal kasus itu hanya 1% dari total kejadian. Kebodohan statistik semacam ini acap terjadi.
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Dari kasus film #Dilan1990 ternyata kita bisa belajar ttg beragam bias (thinking error) dalam ilmu human behavior, yakni : - Success Illusion - Overconfidence bias - Availaibility bias pic.twitter.com/me3VaYwx5G
Expand pic
Strategi + Bisnis @Strategi_Bisnis
Btw ini 3 buku punya anak admin.....*berasa jadi tua.... Mau coba baca juga....selingan saja.....sebab pusing juga kalao terus baca buku2 berat kayak business strategy dan behavioral economics 😍😍 pic.twitter.com/UDrqDUCBL9
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.