0
Nadirsyah Hosen @na_dirs
1. Mumpung hari Jum’at, simak yuk kisah Nenek Pemungut Daun, yg aslinya dari penyair Madura D Zawawi Imron, yg kemudian dituliskan oleh Kang Jalal. Saya bagikan di sini yah utk para sahabat semua🙏
Nadirsyah Hosen @na_dirs
2. Ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat zhuhur.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
3. Setelah membaca wirid sekedarnya, Nenek ini keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
4. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
5. Banyak jamaah masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum nenek itu datang.  Pada hari itu, nenek datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
6. Nenek itu kaget karena tdak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
7. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.” Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
8. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kpd nenek itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Nenek itu mau menjelaskan sebabnya dg dua syarat: 1. hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; 2. rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
9. Sekarang ia sudah wafat dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu: “Saya ini bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad...
Nadirsyah Hosen @na_dirs
10. Nenek melanjutkan: “Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah (shalawat Nabi). Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”
Nadirsyah Hosen @na_dirs
11. Kisah ini mengajarkan kita banyak hal. Cinta nenek kepada Rasul itu begitu bening. Kita merinding dg kerendahan hati, kehinaan diri, dan pengakuan keterbatasan amal nenek itu dihadapan Allah Swt.
Nadirsyah Hosen @na_dirs
12. Lebih dari itu, nenek ini juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia mengakui tdk dpt mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah SAW?
Nadirsyah Hosen @na_dirs
13. Ya Allah, semoga shalawat yg kami sampaikan utk Nabi Muhammad di hari Jum’at ini kelak menjadi wasilah bagi kami meraih syafaat Nabi-Mu. Dan setiap like dan RT di twit ini menjadi saksinya. Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.