Buwas: Ini Hebatnya Indonesia, Hukuman Mati Tapi Orangnya Tidak Mati-mati

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso kesal terhadap proses penegakan hukum terhadap terpidana mati di Indonesia.
0
mbahpaijo @GilaMbahpaijo

Buwas: Ini Hebatnya Indonesia, Hukuman Mati Tapi Orangnya Tidak Mati-mati>koransulindo.com/buwas-ini-heba… pic.twitter.com/4nSm5df4I1

08/02/2018 14:05:52 WIB
Expand pic

Koran Sulindo – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso kesal terhadap proses penegakan hukum terhadap terpidana mati di Indonesia.

Menurut Buwas, dalam pengungkapan peredaran narkotik jenis sabu seberat 110,6 kilogram dan ekstasi sebanyak 18.300 butir jaringan Aceh dan Sumatera Utara, sindikat yang bermain dalam peredaran sabu dan ekstasi ini dikendalikan oleh seorang terpidana mati di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, bernama Togiman alias Toge.

Toge tak kunjung dieksekusi mati, padahal sudah divonis sebanyak dua kali atas kasus yang berbeda.

“Kalau ini lagi dihukum mati ketiga, ini hebatnya Indonesia, hukuman mati tapi orangnya tidak mati-mati,” kata Buwas, di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (7/2).

Mantan Kabareskrim Polri itu pun kembali mengungkap kesalnya karena Toge masih bisa mengontrol peredaran narkoba dari balik jeruji. Selain itu, harta Toge senilai Rp2 miliar dalam kasus pencucian uang juga telah disita.

Nama Toge juga sempat muncul, saat berupaya menyuap Buwas melalui perantara oknum polisi dengan uang Rp8 miliar.

“Pertama, katanya mau suap Rp8 miliar. Kasih cash Rp4 miliar, tapi sayangnya nggak langsung ke Kepala BNN, melalui perantara ya ketahuan, coba langsung ke saya, ya aman,” katanya.

Dengan adanya kasus seperti ini, Buwas berharap Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika segera direvisi. Menurutnya, pelaku tindak pidana narkotika tidak perlu melakukan upaya banding, peninjauan kembali, kasasi, ataupun mendapatkan grasi.

“Memang ada masalah dengan UU Narkotika ini. Masalah yang kami temukan ini tentunya diharapkan perubahan regulasi ini bisa,” katanya.

BNN dan Ditjen Bea Cukai mengungkap peredaran narkotik jenis sabu seberat 110,6 kilogram dan ekstasi sebanyak 18.300 butir di Aceh dan Sumatera Utara. Ratusan kilogram barang haram itu berasal dari Malaysia.

Pengungkapan ini merupakan hasil operasi bersama BNN dan Ditjen Bea Cukai pada 20 Januari hingga 5 Februari. [YMA]

sumber berita :http://koransulindo.com/buwas-ini-hebatnya-indonesia-hukuman-mati-tapi-orangnya-tidak-mati-mati/

Comment

No comments yet. Write yours!