0
Effendi @Nadiku18
Mengaku moderat dan liberal tapi gemar memaki, mengutuk orang-orang yang berjenggot, celana cingkrang dan bercadar. Sikap moderat dan liberal, harusnya membebaskan pilihan orang lain bukan memelihara sikap "cynical".
Effendi @Nadiku18
Berjenggot, celana cingkrang dan bercadar itu pilihan pribadi. Terlepas ada atau tidak ada perintah dalam teks-teks kitab suci, ia bagian ekspresi sikap keberagamaan seseorang. Sikap keberagamaan seseorang tidak bisa didikte oleh satu paham, satu aliran. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Dalam hilir mudik dunia maya, banyak orang yang mengaku moderat, liberal, toleran. Tapi realitasnya, dalam kehidupan sehari-hari, jauh dari klaim-klaim kosong itu. Mereka orang-orang yang selalu mengibarkan panji kebenaran semu.
Effendi @Nadiku18
Ini kan seperti orang yang selalu megaku saya feminis! Saya feminis! Giliran hamil di luar nikah, mewek. Apalagi yang menghamili suami orang. Preklah dengan slogan-slogan kosong. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Terus ada lagi gerombolan orang yang selalu menuduh orang lain beragama dalam tataran kulit, abai terhadap isi. Tapi anehnya, gerombolan ini ketika ada orang lain yang bicara terkait hakikat, terkait isi, terkait kedalaman, dicemooh. Dinyinyirin. Sikap "cynical" ini dipelihara.
Effendi @Nadiku18
"cynical" ini masuk kata sifat; sinis, suka memperolok-olok, bersifat mengejek. Kalau "cynic" masuk kata benda; orang yang suka memperolok-olok pekerjaan orang lain, aktivitas orang lain, orang yang sinis, pengejek. Fenomena ini bertaburan di dunia maya. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Memberi anjuran agar Pak @jokowi mengaji dianggap bagian dari "cynical" dan saya dianggap kelompok "cynic". Bukankah saya sedang bicara isi, bukan bicara kulit. Mengaji itu persoalan isi bukan kulit. Ngaji dalam terminologi lain, itu bentuk dari #NgacaJiwa
Effendi @Nadiku18
Anehnya orang yang selalu mengibarkan panji moderat, toleran, liberal, sebagian besar mengaku Caknurian, pengikut pikiran-pikiran Cak Nur. Saya mengenal secara fisik Cak Nur. Mengenal pikiran-pikiran Cak Nur. Cak Nur sosok yang menerima perbedaan. Tak mengecam orang bercadar. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Kalau kita tak mampu mengubah isi, ubah kulit sebagai bentuk awal perubahan. Kulit harus dipahami dalam korpus lahir, jasad. Problem lahiri, jasad dibenahi, tahapan berikutnya masuk ke perubahan isi, kedalaman. Realitas ini saya beri contoh di ruang kerja saya. Perubahan lahir.
Effendi @Nadiku18
Perubahan itu bersifat gradual, bertahap. Jika perubahan abai terhadap sifat bertahap, itu namanya revolusi. Perubahan frontal dalam sekejap. Dan tak semua orang mampu melakukan perubahan frontal dalam hidupnya. Contohnya ya para jomblo itu. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Para jomblo tak mampu melakukan perubahan frontal dalam hidupnya. Contohnya mereka ini; @aditnamasaya @LawanPoLitikJKW @cubby_ghum. Tapi anehnya, perubahan secara gradual pun, amat lambat dikerjakan. Merekalah orang-orang yang tersesat dalam membangun metode berpikir.
Effendi @Nadiku18
Jika kita tak mampu melakukan lompatan dalam memilah dan memilih hidup, ambil langkah satu depa. Ukuran satu depa itu seperti ukuran sepanjang kedua belah tangan mendepang dari ujung jari tengah tangan kiri sampai ke ujung jari tengah tangan kanan. Ini langkah awal Mblooooo. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Orang yang melakukan perjalanan, isra, harus berhenti pada mikraj, terminal terakhir. Isra itu seperti perjalanan dari satu shelter ke shelter lain. Tapi muara dari isra itu pada titik mikraj, terminal. Perjalanan hidup seseorang itu harus mencapai titik akhir, terminal.
Effendi @Nadiku18
Di sinilah logikanya, kenapa Baginda Nabi setelah melakukan isra, dia mikraj. Nabi menuju terminal terakhir, pertemuan dengan Allah. Ujung dari perjalanan hidup manusia, ya bertemu Allah, liqa Allah. Maka peribadatan itu tujuannya bukan surga tapi menjumpai Allah. Ini bicara isi. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Kalau saya menulis Islam agama yang benar, ini bukan bicara kulit. Ini bicara isi. Kalau saya menulis Allah tidak beranak dan tidak diperanakan, ini bicara isi bukan kulit. Ini tak menyinggung keyakinan agama lain. Karena ini sikap tauhid sebagai Muslim.
Effendi @Nadiku18
Banyak orang yang mengaku moderat, toleran, liberal, takut menulis Islam agama yang benar. Karena takut dicap tak moderat, intoleran. Mengibarkan panji Islam agama yang benar, tak ada kaitannya dengan sikap tak moderat dan intoleran. Ini persoalan isi bukan kulit. Soal kedalaman. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Fatwa-fatwa pagi ini dalam koridor mengajak atau dalam bahasa agama, berdakwah, tentu ajakan dan mendakwahi diri sendiri. Mengajak jasad saya, kulit saya, mengajak batin saya, rohani saya agar lebih baik dari hari kemarin dan hari ini. Aamiin YRA.
Effendi @Nadiku18
Saya menulis seperti ini, tak hanya di dunia medsos. Di kehidupan nyata, di depan rektor, direktur pasca, para guru besar, para dekan dan dosen, para wartawan di ruang Diorama UIN Jakarta, saya bicara soal ini. Bagi saya, gradasi hidup itu ada "di dalam" bukan "di luar". twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @Nadiku18
Kicauan pagi ini, kicauan spontan. Apa yang ada dalam pikiran, langsung ditulis. Ini sekadar menjaga alur dan sistematika berpikir.
Effendi @Nadiku18
Katanya moderat, katanya toleran, katanya liberal, katanya intelek. Giliran ada orang yang berbeda pandang melihat persoalan, dimaki, dinyinyirin. Orang yang moderat, itu orang yang mampu memoderasi persoalan orang lain yang berbeda sudut pandangnya.
Login and hide ads.