Menu Rumah Sakit Dan Ilmu Kesehatan Konvensional Yang Kontradiktif Dengan Hukum Perawatan Kesehatan. By @erikarlebang

Ilmu kesehatan konvensional sangat menjauhkan hal-hal sederhana yang sangat krusial dalam merawat kesehatan.
menu hospital FIT disease menu rumah sakit rumahsakit CURE foodcombining fitness health
470 View 0 comments
Add to Favorite
0
Erykar @erikarlebang
Waktu kemarin bahas menu Rumah Sakit, jadi banyak dapet laporan dan diskusi seputar pengalaman mereka yang dirawat dan apa yang dimakan selama di sana
Erykar @erikarlebang
Sebelum membahas lebih jauh, kita harus mengingat pelaku #FoodCombining (FC) atau pola makan sejenis adalah mereka yang mengusung semangat alami, natural dan sebisa mungkin meminimalisir rekayasa faktor eksternal terkait pemeliharaan kesehatan
Erykar @erikarlebang
Pelaku FC jarang sekali minum obat untuk menjaga kesehatan. Bukannya sok-sokan, tapi karena jarang sekali sakit. Jadi bukan sesumbar gak pernah minum obat, tapi mengandalkan herbal, kerokan, pijat refeksi atau akupuntur semisal Memang murni karena sehat terjaga
Erykar @erikarlebang
Pelaku FC ya menjaga kesehatannya di awal dengan patuh pada aturan makan sehat yang ditentukan. Rutin dan harian. Disiplin, paling tidak 5-6 hari seminggu. Semakin tua, semakin disiplin
Erykar @erikarlebang
Sistem cerna yang terawat baik, akan menciptakan kesehatan menyeluruh yang holistik yang juga baik. Daya tahan kuat, jarang sakit, dan sekalinya sakit, sembuhnya relatif cepat tanpa banyak menguras cadangan hal-hal berguna bagi kelangsungan hidup
Erykar @erikarlebang
Nah kata kuncinya adalah kemampuan tubuh mengelola apa yang dimiliki dalam menjaga kesehatan, melawan penyakit, menyembuhkan diri, seefisien mungkin. Kenapa harus efisien? Kualitas hidup harus dijaga. Sembuh tapi boros menghabiskan cadangan energi hidup. Rentan rendah kualitas
Erykar @erikarlebang
Itu sebab pelaku FC (yang benar) tidak mudah minum obat, karena sejatinya obat adalah racun yang ditakar dalam dosis tertentu untuk menstimulasi proses tertentu dalam tubuh. Ya namanya racun, harus 'ditawarkan' kalau tidak mau merugikan Proses menawar itu yang merugikan
Erykar @erikarlebang
Banyak sekali energi dan cadangan unsur penting dalam kehidupan yang terkuras saat tubuh harus menyembuhkan penyakit dan menawarkan obat pada saat bersamaan. Hari ini sembuh, kualitas hidup ke depan terganggu Karena cadangannya terkuras
Erykar @erikarlebang
Nah itu makanya saya kemarin tertawa saat ibu saya dirawat di RS atau juga tertawa waktu mengunjungi mereka yang dirawat inap, soalnya menu makan mereka sangat kontradiktif dengan hukum perawatan kesehatan
Erykar @erikarlebang
Jelas orang dirawat di RS karena tubuhnya sedang berjuang melawan penyakit, lah makanan yang diberikan sebagai menu justru membuat tubuh menjadi terbebani di kerja sistem cerna Bagaimana dia bisa melawan penyakit dengan baik?
Erykar @erikarlebang
Geli juga mendengar orang sakit ditawari makanan, lontong sayur, bubur ayam, dan bubur sumsum sebagai menu sarapan Busyed bubur sumsum?! *ngakak*
Erykar @erikarlebang
Makan siang menu Eropa, Mandarin hingga lokal, satupun gak ada yang sehat. Menu tinggi protein hewani, waktu masak yang lama, kandungan gluten tinggi, dan minim (nyaris tidak ada) buah serta sayuran segar. Indikator sehatnya cuma, "Kalau mau nanti gak dikasih vetsin" *palmface*
Erykar @erikarlebang
Makan malam yang seharusnya relatif lebih mudah cerna karena dekat dengan waktu tidur ya sama saja dengan menu makan siang. Sama berat Bukannya difasilitasi sembuh malah dipersulit
Erykar @erikarlebang
Teman ahli kesehatan pernah berkilah waktu saya ejek tentang fenomena ini, "Itu semua sudah lewat perhitungan cermat, higienitas dan nilai kalorinya terjaga" Saya malah tertawa tambah keras
Erykar @erikarlebang
Yang bener aja kalau kalori?! Mana ada bubur sumsum disajikan dengan gula merah adalah makanan rendah kalori? Bubur ayam, lontong sayur, nasi goreng, aneka ragam steak dan lainnya, kok bisa dihitung rendah kalori? Lagipula hanya rendah kalori yang jadi katalisator makanan sehat?
Erykar @erikarlebang
Pemahaman mendasar makan benar memang jauh panggang dari api di logika dunia kesehatan konvensional. Ada sih satu jawaban jujur dari rekan ahli kesehatan, yang kini lebih concern belajar ilmu makan, terkait menu di RS "Karena logika kami, makan banyak biar sehat"
Erykar @erikarlebang
Makan banyak identik menjadi kuat dan sehat butuh banyak syarat agar terealisasi. Paling tidak sesuai dengan kerja sistem cerna serta apa yang dibutuhkan? Di luar itu ya malah menyulitkan
Erykar @erikarlebang
Makanya pasien RS sulit mengandalkan kekuatan tubuhnya untuk pulih tanpa masalah berkelanjutan, lah makanan yang masuk saja menyedot energi penyembuhan itu. Sekedar untuk bisa dicerna Belum bicara masalah bermanfaat atau nggak?
Erykar @erikarlebang
Sudah sulit dicerna, manfaat buat tubuh pun minim. Saya sudah sering bercerita bahwa manusia sejatinya adalah herbivora yang bisa sesekali menjadi karnivora atau omnivora yang lebih berat ke herbivora Nah kalau menu makanan banyak protein hewaninya? Ya kerja keras sistem cerna
Erykar @erikarlebang
Apalagi bicara dari sisi oksidasi, makanan yang rata-rata dimasak lama dan teroksidasi parah akan menguras cadangan enzim penangkal radikal bebas tubuh Makin menyulitkan sembuh
Erykar @erikarlebang
Belum bicara minuman yang sering salah kaprah dikira sehat seperti susu dan teh. Buat yang ternganga-nganga dan masih mengira minum susu itu sehat, browse dan baca saja #KibulanSusu Konyolnya lagi beberapa makanan malah disamarkan menjadi susu, "biar mudah masuk" katanya
Erykar @erikarlebang
Mudah masuk, tapi bikin sistem cerna merana dan tubuh bereaksi dengan keluarkan beragam alarm penanda munculnya masalah lain. Hal mirip terkait mudah masuk adalah bubur. Menganggap bubur itu makanan ringan adalah salah kaprah di level parah! Bubur umumnya makanan susah cerna!
Erykar @erikarlebang
Mayoritas bubur berasal dari beras putih yang prosesnya dirusak dan beri masalah berkepanjangan. Jadi nasi saja sudah menyulitkan, eh ini dijadikan bubur. Yang dimakan dengan langsung ditelan tanpa tercampur air liur, walhasil sifat patinya tidak dipecah enzim terkait di sana
Erykar @erikarlebang
Pokoknya demikian semrawutnya menu yang ada dan menjauhkan penderita sakit dari kemungkinan tubuh memaksimalkan energi untuk sembuh. Walhasil mereka yang dirawat karena sakit mengandalkan obat atau fungsi alat kesehatan lain supaya bisa pulih dari sakit
Erykar @erikarlebang
Sehatnya secara tidak normal dan menghabiskan cadangan unsur vital yang seharusnya dipergunakan untuk hidup jauh ke depan Sembuh sih sembuh, tapi kualitas hidup ke depan jauh berkurang
Load Remaining (7)
Login and hide ads.