Kapolres Aceh Utara Untung Sangaji Soal Gerebek Salon: "Nenek Moyang Kita Tidak Ada yang Waria"

Itu (waria) bahaya bagi kehidupan. Nenek moyang kita tidak ada yang waria, kenapa kita harus meniru negara lain,” tegas Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji.
LGBT razia aceh operasi pekat National waria
0

SuaraMedsos - Aparat Polres Aceh Utara menggerebek sebuah salon di Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Sabtu (27/1/2018) malam.

Polisi mengamankan belasan wanita pria (waria) yang bekerja di salon itu. Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari operasi penyakit masyarakat (Pekat).

Operasi tersebut dipimpin Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau dikenal dengan Untung Sangaji.

Dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV nasional, Minggu (28/1/2018) malam ini, Kapolres Untung Sangaji menegaskan, operasi itu dilakukan karena pihaknya tidak mau populasi waria di Aceh Utara terus bertambah.

“Di sisi lain ada peraturan (qanun) yang mengatur, itu tidak boleh. Selain itu, prostitusi berjalan melalui jaringan mereka, termasuk narkoba,” kata Untung Sangaji dalam wawancara di sela-sela acara Apa Kabar Indonesia Malam di TV One dengan tema Aturan Transportasi Online untuk Siapa, Minggu (28/1/2018) malam.

Saat ditanya apa langkah kepolisian pada wawancara yang disiarkan langsung itu, Kapolres Aceh Utara ini mengatakan, malam itu juga waria tersebut dites urine.

Selain itu, setelah ditemukan video porno di handphone mereka, pihak kepolisian juga melakukan langkah-langkah lain untuk mengembalikan belasan waria itu sebagai pria yang sesungguhnya.

Polisi memulai dari suara dan langkah. Ternyata, kata Kapolres, mereka bersuara laki-laki dan bisa macho seperti pria sesungguhnya.

“Itu (waria) bahaya bagi kehidupan. Nenek moyang kita tidak ada yang waria, kenapa kita harus meniru negara lain,” tegas Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji.(ATC).

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.