Mengejutkan! Ini Temuan KPAI terkait Pesta Gay di Cianjur

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dibuat geram dengan pesta seks sesama jenis di Kabupaten Cianjur yang melibatkan anak di bawah umur.
cianjur kpai pestagay breakingnews
0
andrean tanjung @tanjungandrean1
Mengejutkan! Ini Temuan KPAI terkait Pesta Gay di Cianjur #KPAI #Cianjur #PestaGay > goo.gl/nTSdXZ

MONITOR, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dibuat geram dengan pesta seks sesama jenis di Kabupaten Cianjur yang melibatkan anak di bawah umur. Tak butuh waktu lama, pihak KPAI segera menemui Pemkab Cianjur dan diterima oleh Wakil Bupati, Herman Suherman.

Dari pertemuan tersebut, KPAI menemukan fakta mengejutkan terkait meningkatnya penyebaran virus HIV AIDs di daerah tersebut yang kini menyasar 1.630 orang. Parahnya lagi, penyumbang terbesar jumlah pengidap adalah prilaku LGBT, terutama laki-laki suka laki-laki.

"Terungkap sebuah fakta mengejutkan bahwa di Kabupaten Cianjur terjadi peningkatan penyebaran virus HIV AIDs di masyarakat, kini mencapai jumlah 1.630 orang yang mengidap dan salah satu penyimbangnya merupakan dari para pelaku LGBT terutama Laki suka Laki," kata Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah menjelaskan isi dialog dengan Wabup Herman kepada MONITOR, Kamis (25/1).

Saat di Cianjur, KPAI juga menyambangi D (16), pelajar yang diduga terlibat dalam pesta seks tersebut dan mendapati bahwa terlibatnya D dalam pesta seks tersebut lantaran memasuki akun Facebook yang menawarkan kegiatan anak sekolah untuk acara Cerdas Cermat antar sekolah. "Sehingga ia (D) ingin mengikutinya tanpa sedikitpun curigia jika ternyata akan terjaring pada kelompok penyuka sesama jenis tersebut," jelas Maryati.

Dalam kesempatan yang sama, pihak sekolah dimana D belajar sehari-hari memberikan keterangan bahwa anak yang bersangkutan selama ini berprilaku baik, tidak ada tanda-tanda gejala penyimpangan seksual. "Anak ini bisa disebut sebagai korban masuk dalam media sosial yang tanpa ia ketahui adalah grup LGBT," demikian keterangan Wakil Kepala Sekolah seperti disampaikan Maryati.

Sementara itu, Kapolres Kab Cianjur menyampaikan bahwa operasi yang digelar pada penangkapan pelaku seks sesama jenis tersebut berdasarkan laporan warga tentang maraknya pelaku LGBT. "Terbongkarnya jaringan ini merupakan langkah kepolisian untuk menertibkan masyarakat supaya dapat menekan dan mengurangi prilaku selrupa. Terlebih jika ada indikasi mengeksploitasi anak-anak maka kepolisian pasti akan memidanakannya," tegas Maryati.

Menurut pantauan KPAI secara nasional, data anak korban trafficking dan eksploitasi tahun 2017 mencapai 293 kasus, jumlah tertinggi adalah anak dalam kasus pornografi dan cyber crime mencapai 514.

(hans)

BACA SUMBER : http://monitor.co.id/berita/9724/mengejutkan-ini-temuan-kpai-terkait-pesta-gay-di-cianjur

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.