Neneng dalam lawatan Dedi Mulyadi

Neneng yang berjuang melawan kemiskinan berkat lawatan Dedi Mulyadi
0
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

1."Tidak ada kemuliaan dalam kemiskinan," ungkap Jordan Belfort--yang diperankan Leonardo Di Caprio--kepada bawahannya di film bertajuk "Wolf of The Wall Street"

24/01/2018 11:43:14 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

2.Tak dapat disangkal, pernyataan itu ada benarnya juga. Pada faktanya, memang kemiskinan tidak menyisakan kebanggaan sama sekali. Alih-alih, yang muncul ke permukaan adalah ironi dan bahkan tragedi

24/01/2018 11:43:39 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

3. Sebagai contoh, rentetan kasus kriminal yang biasa kita tonton di layar kaca. Tak sedikit aksi pembegalan dan pembunuhan dipicu desakan ekonomi. Hilang akal sehat gegara tekanan hidup yang terlampau berat

24/01/2018 11:44:11 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

4. Belum lagi, ekspresi putus asa akut yang kini nyaris akrab muncul dalam keseharian kita. Selalu ada orang yang nekat jual organ tubuh sendiri. Termasuk, banyak pula yang tak malu jual diri selagi bisa jadi sumbu penyambung hidup

24/01/2018 11:44:28 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

5. Ngeri? Iya. Tapi, itulah kenyataan hidup. Potret realitas lebih sering berseberangan dengan gambaran ala sinema. Yang miskin tak mesti dibela. Pun, yang kaya tidak selalu bijaksana

24/01/2018 11:44:49 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

6. Neneng Siti Maesaroh, ibu dua anak asal Cianjur - Jawa Barat, adalah satu dari sekian banyak potret buram kemiskinan di Indonesia

24/01/2018 11:45:06 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

7. Profilnya miris, sungguh! Dari unggahan video Purwakarta Galuh Pakuan TV di channel youtube resminya, terpapar segala sisi diri Neneng ; difabel, janda akibat dicerai suaminya dan jelas hidup dengan segala keterbatasan

24/01/2018 11:45:28 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

8. "Terbatas" dalam arti secara ekonomi. Sekaligus, barangkali empati orang sekitar. Sebab sama-sama miskin. Siapa tahu?!

24/01/2018 11:45:47 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

9. Miris. Ditambah, sebuah pengakuan bahwa demi menjalani hari demi hari ia terpaksa ngemis. Meminta-minta, meski ia mafhum kalau itu memalukan

24/01/2018 11:46:43 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

10. Tapi, apa daya. Kondisi fisik tak memungkinkan ibu dua anak itu untuk bekerja

24/01/2018 11:47:01 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

11. Namun, bagaimanapun, hidup harus tetap berjalan. Orang boleh ngehakimi macam-macam, tapi toh perut anak tidak akan kenyang berkat wejangan

24/01/2018 11:47:19 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

12. Naluri ibu mengalahkan segalanya. Termasuk, sekat batin paling nadir bernama "martabat". Apapun caranya, anak harus tetap bertahan

24/01/2018 11:47:33 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

13. Hingga akhirnya, sengkarut ruang-waktu mempertemukan Neneng dengan @DediMulyadi71 (De-Em) di momen gempungan yang dihelat di Cianjur, Jawa Barat. Untuk pertama kalinya Neneng bertemu fisik dengan De-Em

24/01/2018 11:48:23 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

14. Dan lagi, pada momen perdana itu pula ia kontan beroleh uluran tangan konkrit. Ia dapat uang tunai sebesar 15 juta!

24/01/2018 11:49:25 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

15. Uang itu tidak 'gratis'. Melainkan, ada akad yang mengikat Neneng dan De-Em. Yaitu, kesediaan Neneng untuk 'pensiun' sebagai pengemis. Sebagai gantinya, uang itu dipakai sebagai modal bikin warung kecil-kecilan di rumahnya

24/01/2018 11:49:50 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

16. "Mau ngga berhenti ngemis?" tanya De-Em langsung kepada Neneng di sela hajat gempungan. Neneng nyanggupi. Tanpa paksaan. Sekalian, dipenuhi gempita suka cita

24/01/2018 11:50:20 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

17. Maka, bagai bumi dan langit, Neneng yang dulu bukanlah yang sekarang. Kini, ia adalah bos bagi usahanya sendiri. Lebih bertenaga. Plus, jauh lebih bermartabat

24/01/2018 11:50:42 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

18. Tangan yang dulu terbuka untuk meminta, kini jadi perantara transaksi sukarela. Tak ada relasi tuan-hamba dlm rentang kelas sosial yg menyesakkan. Alih-alih, dalam ke-sebagaian-nya yang sekarang, bagi Neneng yang eksis adalah relasi bisnis. Penawaran dan permintaan. Setara.

24/01/2018 11:51:30 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

19. Pada sistem saraf kita, ada model yang dikenal sebagai sistem saraf cermin. Berbekal mekanisme tersebut, maka duka yang dialami orang lain bisa dirasakan pula oleh diri kita. Kita menyebutnya sebagai "empati"

24/01/2018 11:51:54 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

20. Pada konteks itu, terlepas dari apapun spekulasi yang berkembang seputar gempungan, perlakuan De-Em terhadap Neneng adalah sesuatu yang luar biasa. Malah, idealnya, aksi konkrit macam begitu perlu dilakukan oleh banyak orang

24/01/2018 11:52:11 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

21. Tebar kebaikan agar menjadi kebaikan beruntun, kata Tere Liye. Sebab, siapapun yang berada pada kondisi terjepit macam Neneng niscaya butuh pertolongan

24/01/2018 11:52:27 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

22. Semoga di negeri ini tak ada Neneng lainnya yang harus hidup menderita, terperosok dalam kemiskinan akut

24/01/2018 11:52:39 WIB
Ana Restu Saliha @AnaRestuSaliha

23. Kedepan kita butuh pemimpin sosok yang peduli dan memiliki empati pada kaum papa sebagaimana ditunjukkan Dedi Mulyadi. Salam

24/01/2018 11:52:54 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!