Fakta Mengerikan Dibalik Penemuan Bangkai Orangutan Tanpa Kepala

Maraknya pemburuan dan pengeksploitasi orangutan seakan tidak ada habisnya, keberadaan orang utan saat inipun makin memperhatikan.
viralnow orangutan lingkunganhidup kehutanan
0

MONITOR, Jakarta - Maraknya pemburuan dan pengeksploitasi orangutan seakan tidak ada habisnya, keberadaan orang utan saat inipun makin memperhatikan. Selain diburu untuk dijadikan peliharaan sejumlah lembaga konservasi seperti kebun binatang turut memanfaatkan orangutan sebagai objek foto maupun atraksi sirkus.

Bahkan tahun lalu kita sempat dihebohkan tentang berita Orangutan yang dijual lalu diseludupkan ke negara-negara lain untuk dijual dan menjadi budak seks.

Sungguh ironis baru-baru ini juga ditemukan bangkai orang utan tanpa kepala yang mengambang di sungai, Kondisi orangutan itu sungguh mengenaskan, tanpa kepala, tangan nyaris putus, bulu di sekujur tubuh rontok, kulitnya pun licin. Sampai-sampai warga yang menemukannya mengira, itu adalah jasad manusia.

Hasil gambar untuk mayat orang utan tanpa kepala disungai

Hasil autopsi yang dilakukan menunjukkan, orangutan jantan itu tak mati dengan wajar. Ia korban pembunuhan dengan siksaan.

"Pada bagian leher ditemukan lebih tiga luka yang disebabkan oleh benda tajam sehingga leher putus atau tebasan," kata Ramadhani, Manager Perlindungan Habitat Centre for Orangutan Protection (COP), yang terlibat dalam otopsi, seperti dikutip dari situs orangutanprotection.com, Senin (22/1).

Ditemukan pula 17 peluru senapan angin yang bersarang di dalam tubuh orangutan yang menembus jantung, paru-paru dan lambungnya. Bukti-bukti itu mengarahkan pada tersangka utama dalam kasus tersebut: manusia.

Orangutan itu diduga kuat adalah korban jiwa dalam konflik yang melibatkan hewan primata itu dengan manusia. Apalagi, lokasi temuan bangkai berada di dekat kebun kelapa sawit. Orangutan yang dimutilasi bukan satu-satunya korban konflik dengan manusia.

Manajer Perlindungan Habitat COP, Ramadhani mengatakan, kasus pembunuhan terhadap orangutan terus berulang. Sejak 2011, dari 11 kasus yang ditemukan, 18 orangutan mati tidak wajar di Kalimantan Tengah.

"Dari 11 kasus ini sampai yang minggu kemarin itu, hanya satu yang maju pengadilan. Kenapa terus berulang? Karena efek jeranya tidak ada. Baru satu kasus pembunuhan orangutan yang diusut tuntas sampai diberi putusan hukum," sesal Ramadhani dikutip dari liputan6.com.

(SKW)

BACA SUMBER : https://goo.gl/HkiWUP

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.