Add to Favorite
0
Login and hide ads.
#SangGerilyawan⚘ @IndraJPiliang
Saia aja yg selama 9 thn jd peneliti -- pun pembaca literatur selama & pasca kuliah -- suka bingung baca #ArtikelKoranZamanNow. Knp seolah-olah ingin terbaca ilmiah, tp justru dipenuhi kata2 yg perlu dibuka KBBI utk mengerti artinya?
#SangGerilyawan⚘ @IndraJPiliang
Di luar negeri sana #ArtikelKoranZamanNow sdh lama tak dihiasi kata2 yg kadung disebut scientific. Tujuan ilmuan nulis artikel adlh menyampaikan persoalan yg rumit dg bhs yg mudah. Bukan bikin kening berkerenyit.
#SangGerilyawan⚘ @IndraJPiliang
Coba baca artikel @noamchomskyT, apa serumit ala #ArtikelKoranZamanNow spt di sini? Sdh artikelnya kerontang data, eh malah dipenuhi (bukan disisipi) tausyiah2 ala kaum agamawan, menghimbau ini dan itu, membenci ini dan itu, menghakimi. Nalar naratifnya ada?
#SangGerilyawan⚘ @IndraJPiliang
Cth, apa betul politik identitas adlh satu malapetaka dlm rimba raya politik? Dlm sjmlh #ArtikelKoranZamanNow kok begitu dibusuk-busukin? Apa di Eropa & USA spt itu? Knp kok disini jd kutukan? pic.twitter.com/9HVbiad5Lv
 Expand pic
#SangGerilyawan⚘ @IndraJPiliang
Research atau studi etnografis bukannya jg dipakai, sbg kerangka kualitatif yg (bisa saja) lbh akurat & kuratif tinimbang survey kuantitatif? Dlm sistem parlementer Eropa lbh byk diasah, pun dlm kandidasi pilkada. Knp kok dianggap lepra o/ penulis #ArtikelKoranZamanNow?
#SangGerilyawan⚘ @IndraJPiliang
Sekian. Sekadar tausyiah siang pembaca #ArtikeKoranZamanNow yg kok ngerasa kekadang diperlukan jg berumit-tumit ria dg istilah2 akademis dlm rangkaian aksara yg malah bingung & tersesat dg maknanya.
Login and hide ads.