6
Effendi @eae18
Sebisa mungkin hidup itu berguna buat orang lain. Jika tak berguna bagi orang lain, minimal berguna bagi diri sendiri dan keluarga. Itu prinsip-prinsip dasar dalam kehidupan.
Effendi @eae18
Kalau mau membantu jangan pandang agamanya apa. Statusnya apa. Membantu ya membantu saja. Pernah ada dua preman datang ke rumah saya. Lagi jadi buronan polisi. Pas di rumah, saya telpon polisi. Polisi datang. Terus dialog dan damai. Ini juga cara lain membantu orang. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Ada yang tanya di lapak saya; apa yang harus saya perbuat agar hidup saya bisa berubah? Jawaban saya berdasarkan pengalaman saja; mulailah dari salat Subuh berjamaah ke musala atau ke masjid.
Effendi @eae18
Dia pun berkomentar atas jawaban saya; kok dari Subuh berjamaah, apa ada cara lain? Saya jawab; salat subuh itu meski hanya dua rakaat tapi ujiannya berat. Ujian melawan nikmatnya tidur, ujian rasa ngantuk. Mulailah aktivitas hidup dari jejak Subuh. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Sebelum pulang, mau berbagi hasil perjalanan. Jika mau tahajud, usai wudhu, salat sunah wudhu, lanjut salat sunah taubat. Usai salat sunah taubat, berhenti sejenak, berdoa. Lanjut salat tahajud, diakhiri witir.
Effendi @eae18
Sebenarnya ada praktik bacaan surat Alquran usai doa wudhu, tapi nanti saja. Intinya ketika ambil airwudhu, setiap gerakan membasuh, itu ada doanya. Jika tak hafal doa berbahasa Arab, cukup pakai Bahasa Indonesia saja. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Setiap sujud pada rakaat terakhir, agak lama ya. Ini cara Baginda Nabi. Baginda Nabi setiap sujud rakaat terakhir, amat lama. Bisa sepanjang surat Albaqarah dari awal sampai ayat terakhir. Di sini, Baginda Nabi selalu menangis.
Effendi @eae18
Setiap gerakan salat, misalnya pas ruku, jangan membaca dulu. Berhenti sejenak, baru baca. Pun ketika sujud. Jadi setiap gerakan, jangan langsung baca. Ada jeda. Inilah konsep Alquran di setiap ayat, sebagian besar ada kata sabar sebelum kata salat. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Maksud salat tak hanya urusan pribadi, private, itu ya di sini. Ada gerakan yang harus ikuti ritme sabar. Vibrasi sabar ketika salat, akan berimbas pada laku hidup sehari-hari. Ini kunci bahwa salat tak sekadar urusan private.
Effendi @eae18
Ini hasil perjalanan. Tak ada kaitan dengan laku sok alim atau apapun. Sekadar berbagi agar kita membenahi dari hal-hal dasar seperti salat. Oh ya, jika sempat, sebelum salat Subuh lakukan salat sunah dua rakaat. Lanjut dengan doa. Di sini, para malaikat ikut mendoakan doa kita. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Jelang Maghrib saya ingin berbagi tentang perjalanan. Saya bukan ahli agama, jadi uaran ini hasil dari proses perjalaan hidup dan kehidupan. Lagi tentang salat. Jika kita salat, sering pikiran melayang. Berpikir tentang banyak hal di luar salat. Ini sangat manusiawi.
Effendi @eae18
Jangankan kita. Sayyidina Ali saja pernah dites Baginda Nabi soal khusyu dalam salat, tak berhasil. Ini akibat Sayyidina Ali melihat orang salat tak khusyu dan kemudian beliau mengadu ke Baginda Nabi. "Ya Ali bisakah kamu salat dua rakat dengan khusyu ya Ali. Dijawab bisa. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Sebelum salat sunah dua rakaat Baginda Nabi melempar satu "iming-iming". "Wahai Ali, ini ada dua surban, satu dari Irak dan satunya lagi dari Yaman. Aku kasih engkau surban dari Irak jikalau engkau berhasil saalat dua rakaat dengan khusyu". Ternyata Sayy Ali gagal. Tak khusyu.
Effendi @eae18
Surban dari Yaman tentu kualitasnya lebih bagus. Nah pas sujud terakhir pada rakaat kedua, Sayy Ali amat lama. Ternyata Sayy Ali mengingat hadiah surban dari Baginda Nabi. Kok gak dikasih yang dari Yaman. Ini sekadar mengingatkan bahwa untuk salat khusyu itu berat. Maka berjamaah twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Maka berjamaah itu memang anjuran Baginda Nabi agar sikap tak khusyu kita bisa ditopang oleh jamaah yang lain. Orientasi jamaah jangan pahala tapi saling menopang.
Effendi @eae18
Satu hal untuk memperkecil tak khusyu itu dengan cara hafal bacaan-bacaan salat. Ini pola amat dasar tapi sedikit bisa membantu perihal khusyu. Moga kita bisa meningkatkan derajat salat kita dengan salat yang khusyu meski itu berat. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Ini hasil proses perjalanan. Proses dibanting-banting ketika saya abai terhadap salat. Salat itu membuat hati tenang meski banyak persoalan hilir mudik dalam pikiran kita. Membuat kita pasrah atas kehendak Allah. Ingat ya sahabat, jangan sekali-kali sengaja meninggalkan salat.
Effendi @eae18
Kultwit tentang salat itu bukan mau gagah-gagahan. Bukan sok alim. Tidak sama sekali. Ini sekadar berbagi pengalaman. Sosok yang dulu salat ala kadarnya dan ketika menemukan nikmatnya salat, jadi ketagihan. Kapan-kapan saya kultwit proses dialog di dalam bacaan salat.
Effendi @eae18
Jika sudah menemukan nikmatnya salat, akan susah meninggalkan salat. Menemukan nikmatnya salat, tak harus ilmu agamanya nyundul ke langit. Menemukan nikmat salat itu jika kita melakukan salat dengan kepasrahan diri. Kepasrahan yang total. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Salah satu yang saya rasakan ketika ketagihan salat itu, sikap pasrah. Gak tahu ya sikap pasrah saya ini salah atau benar. Tapi yang paling kentara ya dengan rambut gondrong saya. Di UIN Jakarta kan, gak boleh gondrong, mengingat saya ngajar dan bantu publikasi. Ini contoh saja.
Effendi @eae18
Sikap pasrah lain terlalu banyak dari ketagihan salat. Terutama terkait keluarga. Dalam berkeluarga sering pasang surut. Baik pasang surut dalam hal ekonomi, hubungan suami istri atau apapun. Tapi jika kita sudah pasrah, Insya Allah bisa dijalani dengan nikmat. Dengan tenang. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Jika rumah kita tak pernah disentuh ayat-ayat Quran, tak ada bacaan kalam Allah, tak ada bekas sujud kita, aura rumah akan tertutup cahaya Allah. Meski rumah itu besar, meski di garasi rumah berderet mobil-mobil mewah. Yakinlah itu.... twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Salah satu imbas sikap pasrah dari salat itu, saya terbebas dari sekat-sekat. Saya bisa memberi saran ke rektor (meski rektor seorang hafidz dan tentu labelnya prof dr), agar salat tepat waktu dan berjamaah. Rektor pun mengamini. Menjawab, "Gitu ya Ed."
Effendi @eae18
Kultwit perjalanan seperti ini, bisa jadi ajang nyinyiran bagi orang yang merasa sok ilmu agamanya sudah nyundul ke langit dan merasa santri. Saya membebaskan semua itu. Bagi saya, perjalanan hidup dan kehidupan itu akan memberi bekal bagi kematangan seseorang dalam bertindak. twitter.com/eae18/status/9…
Load Remaining (7)

Comment

Login and hide ads.