1
Irma Devita @irmadevitacom
Halo, kultuit hadir lagi ayo bergabung dan menyimak kali ini judulnya Wasiat Lisan.
Irma Devita @irmadevitacom
1.Ibu Tuti (38 tahun) baru saja mendapat kabar dari keluarga mantan suaminya, bahwa Bowo (40tahun) – mantan suaminya tersebut, meninggal mendadak karena terkena serangan jantung. Keluarga mantan suaminya memberitahukan bahwa semasa hidupnya
Irma Devita @irmadevitacom
2. Dalam pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 24/1997 tentang Pendaftaran Tanah, dikenal 2 macam bentuk pendaftaran tanah, yaitu: Bowo pernah secara lisan berpesan kepada ibunya, bahwa salah satu rumah yang dimilikinya akan diberikan kepada Ajeng,
Irma Devita @irmadevitacom
3. anak kandung Bowo, yang lahir dari hasil perkawinannya dengan ibu Tuti. Saat ini Ajeng masih berusia 11 tahun. Walaupun keluarga Bowo mengakui adanya wasiat yang diberikan oleh Bowo secara lisan melalui ibunya, namun Tuti merasa ragu,
Irma Devita @irmadevitacom
4. karena tidak ada bukti tertulis bahwa Bowo memang pernah mewasiatkan rumah tersebut kepada anak mereka. Apakah amanah secara lisan dapat dijadikan wasiat? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan wasiat itu.
Irma Devita @irmadevitacom
5. Apa yang dimaksud dengan wasiat? Di dalam penjelasan pasal 49 ayat (c) UU No. 3 tahun 2006 tentang perubahan UU No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan agama yang dimaksud dengan wasiat adalah perbuatan seseorang memberikan suatu benda atau manfaat kepada orang lain atau
Irma Devita @irmadevitacom
6. lembaga/badan hukum yang berlaku setelah yang memberi tersebut meninggal dunia. Apa dasar hukum wasiat? Di dalam hukum Islam, sumber hukum yang mengatur tentang wasiat adalah surat ke-2 (Al Baqarah) ayat 180 yang artinya
Irma Devita @irmadevitacom
7. Diwajibkan atas kamu, apabila diantara seorang diantara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk Ibu, bapak, dan karib kerabatnya secara ma’uf (ini adalah) kewajiban orang-orang yang bertaqwa”.
Irma Devita @irmadevitacom
8. Sedangkan mnrt pasal 195 ayat 3 Kompilasi Hukum Islam menyebutkan bahwa wasiat kepada ahli waris masih memungkinkan dengan syarattelah mendapat persetujuan dari ahli waris yang lainnya. Apa syarat-syarat wasiat? Di dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 195 disebutkan bahwa:
Irma Devita @irmadevitacom
9. (1) Wasiat dilakukan scr lisan di hadapan 2 (dua) org saksi, atau tertulis dihadapan 2 (dua) org saksi, atau dihadapan Notaris.(2) Wasiat hny diperbolehkan sebanyak-banyaknya (maksimum) 1/3 (sepertiga) dari seluruh harta warisan; kecuali apabila semua ahliwaris menyetujui.
Irma Devita @irmadevitacom
10. (3) Wasiat kpd ahliwaris berlaku bila disetujui oleh semua ahliwaris. (4) Pernyataan persetujuan pd ayat (2) dan (3) pasal ini dibuat scr lisan di hadapan 2 (dua) org saksi atau tertulis di hadapan 2 (dua) orang saksi di hadapan Notaris. Apa saja bentuk wasiat itu?
Irma Devita @irmadevitacom
11.Wasiat secara umum yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), ada 4 macam bentuknya; yaitu: 1.Wasiat rahasia (geheim) yaitu wasiat yang pada saat pembuatannya harus dihadiri oleh 4 saksi, wasiat tidak harus ditulis tangan oleh
Irma Devita @irmadevitacom
12.(calon) pewaris sendiri namun hrs ditandatangani oleh (calon) pewaris sendiri dan membuat pernyataan bahwa kertas/ sampul itu berisi wasiatnya. membuat akta penjelasan (Acta Superscripties) pada bagian luar wasiat atau sampul wasiat yang tersegel (Pasal 940 ayat 2 BW).
Irma Devita @irmadevitacom
13.Wasiat yang dibuat tidak dapat ditarik sendiri, artinya apabila suatu ketika wasiat rahasia akan dibatalkan, maka harus dibuat wasiat umum. 2. Wasiat umum (openbaar) yaitu wasiat yg dibuat di hadapan notaris dan dua saksi sesuai dgn ketentuan formil dr sbh akta otentik.
Irma Devita @irmadevitacom
14.(Ps 938 BW) Oleh Notaris, wasiat tersebut kemudian dilaporkan pembuatannya ke pusat daftar wasiat di Kementrian Hukum dan HAM RI. Sehingga pada waktu pewaris meninggal dunia, tercatat bahwa ada warisan atas nama pewaris tersebut. 3. Wasiat ditulis sendiri (Olografis)
Irma Devita @irmadevitacom
15.yaitu wasiat yang seluruhnya ditulis oleh (calon) pewaris sendiri dan ditanda-tangani oleh pewaris tersebut (ps. 932 ayat 1 BW). Notaris membuat akta penyimpanan (Acta van Depot) dibagian bawah wasiat atau pada kertas lain (Pasal 932 ayat 3 BW).
Irma Devita @irmadevitacom
16. Wasiat yang dibuat bisa ditarik kembali oleh (calon) pewaris. 4. Wasiat Darurat (Pasal 946, 947, 948 BW) yaitu wasiat yang dibuat oleh tentara (dalam keadaan perang), orang yang dalam pelayaran, orang yang dalam karantina karena penyakit menular, dsb
Irma Devita @irmadevitacom
17. Wasiat ini dibuat dihadapan atasannya, karena si calon pewaris dalam keadaan sakratul maut atau akan meninggal dunia. Namun demikian wasiat ini skrg sudah tidak dipakai lagi. Apakah wasiat lisan yang disampaikan Bowo sah? Sebenarnya dalam hal ini wasiat secara lisan yang
Irma Devita @irmadevitacom
18. pernah dilakukan oleh Bowo sah, asalkan pd saat dilakukan ada minimal 2 (dua) org saksi dan saksi-saksi tsb berikut seluruh ahli waris yg lain beritikad baik utk melaksanakan wasiat tsb. Bgmn dgn hak Ajeng sbg anak kandung sah dr Bowo yg msh di bwh umur (belum dewasa)?
Irma Devita @irmadevitacom
19.Sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam pasal 184 disebutkan: bagian ahli waris yang belum dewasa atau tidak mampu melaksanakan hak dan kewajibannya, maka baginya diangkat wali berdasarkan keputusan Hakim atas usul anggota keluarga”
Irma Devita @irmadevitacom
20.Di dalam hal ini karena Ajeng masih berada di bawah umur, dan hak perwaliannya jatuh kepada ibunya, maka Ibu Tuti selaku ibu kandungnya dapat mengajukan permohonan sebagai wali ahli waris ke Pengadilan Agama Apabila putusan Pengadilan Agama mengabulkan permohonan
Irma Devita @irmadevitacom
21.Tuti, maka Tuti berhak menjadi wali bagi Ajeng. Namun dalam hal ini karena wasiat Bowo tidak dibuat di dalam secara tertulis maka rumah yang diberikan kepada Ajeng tidak bisa langsung balik nama dengan menggunakan nama orang yang ditunjuk dalam wasiat (dalam hal ini Ajeng)
Irma Devita @irmadevitacom
22.melainkan tetap hrs ditempuh dgn jalan “turun waris” biasa, yaitu dilakukan balik nama ke seluruh ahli waris yg ada terlebih dahulu, selanjutnya, atas itikad baik dari para ahli waris tsb, baru dibuatkan akta pelepasan hak atau dalam dgn membuat akta Pembagian Hak Bersama
Irma Devita @irmadevitacom
23.ke salah satu ahli waris yang ditunjuk(Ajeng) dalam wasiat lisan tersebut. Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) tersebut dibuat secara otentik dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang berwenang. Melihat permasalahan di atas ada baiknya kita secara sadar para calon pewaris
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.