1
#SangGelombang @PrijantoRabbani
1. Sosok Umar bin Khatab, di sepanjang sejarah, selalu menyimpan keteladanan yang patut ditiru. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
2. Sebagai pemimpin, ayah dari Hafshah ini, memosisikan rakyat sebagai sarana  untuk evaluasi diri. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
3. Saat Aslam menawarkan diri untuk membantu mengangkat bahan baku makanan untuk ibu dan anak yang kelaparan di malam hari, dengan tegas ditolak oleh Umar, “Apakah kamu mau menanggung dosaku kelak di hari kiamat?" #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
4. Pada peristiwa ini, Umar menjadikan rakyatnya sebagai bahan evaluasi diri. Bila ada rakyatnya yang kesusahan, maka yang patut disalahkan adalah dirinya sendiri, dia tidak mencari ‘kambing hitam’. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
5. Maka tidak mengherankan jika ia menolak tawaran Aslam, karena rakyat dijadikan sebagai cermin diri. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
6. Sisi menarik lain yang tidak kalah penting terkait posisi rakyat di mata Umar, Khalifah Kedua ini memiliki pandangan unik mengenai standar kesuksesan. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
7. Bagi Umar, seorang pemimpin disebut sukses jika tidak menyia-nyiakan atau menelantarkan rakyatnya. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
8. Doa Umar berikut juga bisa menjadi bukti bahwa beliau tidak ingin menyia-nyiakan rakyatnya sedikit pun. “Ya Allah aku sudah tua, kekuatanku menurun, wakyatku semakin banyak, matikanlah aku dalam kondisi tidak menyianyiakan dan menelantarkan rakyat.” #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
9. Tak hanya itu, rakyat dijadikan bagian yang intim di masa kepemimpinannya. Ibnu Jauzi menggambarkan keintiman Umar dg rakyatnya, “Rakyat mendengar dg baik perkataannya, mengetahui amalnya. Bahkan tidak malu bergumul di pasar, danmenyelesaikan persoalan dg baik. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
10. Pada beberapa riwayat dijelaskan sebagian malam harinya banyak digunakan untuk memantau secara langsung kondisi rakyatnya yang di masa ini dikenal dgn istilah blusukan. Tapi, tidak untuk mencari citra, karena siapa yang mau mencari citra di malam hari yang sepi? #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
11. Pada suatu malam Thalhah bin Ubaidillah membuntuti Umar. Dari kejauhan, beliau terlihat sedang mendatangi rumah satu ke rumah lainnya. Di pagi hari, Thalhah mendatangi  rumah tersebut. Ternyata di dalamnya ada seorang kakek tua renta buta yang sedang berbaring. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
12. Ketika ditanya perihal apa yang dilakukan Umar, kakek itu menjawab bahwa Umar sedang memenuhi kebutuhan serta menghilangkan kesusahannya. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
13. Pemimpin yang tidak memiliki hubungan intim dengan rakyat, tidak akan mungkin melakukan pekerjaan yang sangat sulit ini, kecuali dalam konteks pencitraan. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
14. Di lain waktu, rakyat dijadikan Umar sebagai korektor bagi kekhilafannya. Pernah di muka umum, sahabat yang terkenal dengan keadilannya ini berpidato, “Wahai rakyatku siapa saja di antara kalian yang melihat kekhilafan dariku, maka segera luruskan.” #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
15. Saat itu juga berdirilah seseorang, “Jika kami melihat kebengkokan (kesalahan) darimu, maka akan kami luruskan dengan pedang kami.” #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
16. Umar bukan marah dan justru bersyukur, dengan mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan pada umat ini orang yang meluruskan kesalahan Umar dengan pedangnya.” #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
17. Dan yang tidak kalah penting, rakyat oleh Umar bin Khatab dijadikan sebagai mitra terbaik untuk bersama-sama memproduksi amal kebaikan.  #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
18. Kalau kita melihat kepemimpinannya, merupakan cerminan riil dari firman Allah: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”(QS. Al-A`raf : 96). #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
19. Mereka (pemimpin dan rakyat) kompak dalam beriman dan bertakwa kepada Allah, sehingga wajar jika dibukakan keberkahan dari langit dan bumi. Pada zamannya, wilayah Islam sedemikian luas, keadilan merata, kemakmuran pun menyebar ke penjuru negeri. #AlFaruq
#SangGelombang @PrijantoRabbani
20. Demikian penting posisi rakyat bagi seorang pemimpin, dalam Islam. Diberi ruang untuk mengkritik, diberi perhatian untuk disejahterakan. Tidak didzalimi, tidak dikriminalisasi. Sungguh indah Islam dengan ajarannya. #AlFaruq

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.