Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 15/01/2018 16:18:07 WIB
Waktu itu saya menemukannya sudah seperti ini, Sekujur tubuhnya penuh kudis bernanah, Dilipatan-lipatan kulit kondisinya jauh lebih buruk, Kulitnya melepuh, bagian ketiak dan leher dibawah dagu, kudis sudah tidak tau lagi bentuknya. Saya sempat mengajaknya ke pustu untuk berobat. pic.twitter.com/IHPgOffc3w
 Expand pic
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 15/01/2018 16:23:27 WIB
tapi di pustu tidak ada petugas. Sy berpikir untuk membawanya ke pusat distrik. Namun tidak bisa menemukan perahu yg bisa disewa. Saat akan kembali ke kota, Saya titipkan uang 300rb ke mamanya. lalu sy wanti-wanti untuk membawanya ke puskesmas. uang itu untuk ongkosnya.
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 15/01/2018 16:23:28 WIB
Dua bulan kemudian sy kembali. saya temui mama. saya ingin melihat bagaimana keadaan anaknya. tapi mama menjawabnya dengan tangisan. "adik sudah tidak ada" katanya sambil berlinang air mata. Saya terdiam. jujur, sebenarnya saat itu saya bisa saja membawanya berobat ke kota.
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 15/01/2018 16:23:29 WIB
Tapi karena harga sewa perahu yg ditawarkan kemahalan. Saya mundur. Sekarang saya menyesal. saya merasa bersalah karena tidak melakukan sesuatu yg saat itu seharusnya bisa saya lakukan. Andai saja saya ikhlaskan uang saya utk menyewa perahu waktu itu.
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 15/01/2018 16:23:29 WIB
Mungkin ceritanya akan berbeda, mungkin sy masih bisa melihat senyumnya. Mendengar sapaanya setiap kali saya menjemput kakaknya, Fabi. tapi saat itu, saya lebih memilih menghemat "duit" daripada sungguh-sungguh menolongnya.
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 15/01/2018 16:23:30 WIB
Ahh... Betapa hal-hal seperti ini sering sy alami dalam hidup. kadang, saya takut. terlalu banyak membantu. nanti bagian saya jd berkurang. dan kini. setiap melihat kudis dibadan anak-anak. saya jadi ingat adiknya Fabi. hiks...
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 15/01/2018 16:23:31 WIB
Sejak minggu lalu sy dikabarkan teman, Ada wabah campak dan gizi buruk yg merenggut banyak nyawa anak-anak di Asmat, Uhh... Betapa sy resah sekarang,, Bagaimana mereka, anak-anak sy disana ya, Mudah-mudahan Tuhan selalu menjaga kalian nak. Credits : Bapak Satria
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 15/01/2018 16:52:30 WIB
Kadang yg diingat dg anak-anak itu bukan prestasinya. Tapi kudisnya, ingusnya, kaskado dan nanah yg kadang hampir menetes dikuping mereka. Soal ini...Jangan baper menyalahkan siapa-siapa dulu. masalah sanitasi di pedalaman papua. sama buruknya dg masalah pendidikan disana. pic.twitter.com/7OFsjM5cJQ
 Expand pic
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 16/01/2018 16:38:24 WIB
Anak laki-laki yang ikut ujian itu, yang duduk paling belakang, tanpa seragam, namanya Jhony. Jhony menjadi satu-satunya anak dari SD Buetkwar yang bisa mengikuti ujian nasional yang diadakan di ibukota distrik. Dan untuk pertama kalinya, sejak sekolah itu berdiri. pic.twitter.com/A8XQtvyYRK
 Expand pic
 Expand pic

Cerita tentang Jhony, anak SD gagah dan berkumis yang mengikuti UN di distrik sebagai siswa pertama sejak berdiri

Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 16/01/2018 16:40:21 WIB
Paling tidak sekali sebelum lulus, dia memakai seragam sekolah. Sekali sebelum lulus pernah merasakan bagaimana memakai seragam. Jadi sa recoki to sa pu teman, minta dia entah bagaimana caranya, supaya satu pasang seragam bisa dipakai Jhony.
Daniel L. Sinaga @daniellsinaga 16/01/2018 16:40:22 WIB
Akhirnya Buetkwar punya penduduk asli yang lulus sekolah dasar 👏👏. Tapi sudah. Sampai situ saja gembiranya. Karena berita selanjutnya. "Final. Jhony tidak melanjutkan ke SMP. 😭😭😭 Dan saya pun patah hati. 💔

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.