1
Login and hide ads.
Pinot @pinotski
Thread ini kesannya mungkin terlalu ideal untuk dijalankan di Indonesia. Tapi ngga ada salahnya dirintis, menggantikan ukuran prestasi kerja dari kuantitas ke kualitas. twitter.com/pinotski/statu…
Pinot @pinotski
Kerja di digital agency NYC ini semua serba cepat, bergegas & dinamis. Tapi karena managementnya rapi & efisien, jarang ada lemburan & tetap bisa punya waktu santai. Menurut gue karena:
Pinot @pinotski
- Jam kerja yg strict, disepakati juga oleh klien. - Anggota tim menguasai bidang kerjanya, jadi bisa mengukur waktu kerja setiap project - Semua project ada track waktunya, dilakukan manual atau otomatis lewat software khusus
Pinot @pinotski
- Meeting in person dibatasi hanya 30 menit, max 1 jam. Sisanya koordinasi online via Slack etc. Sifatnya hanya briefing, kick off atau regroup - Brainstorming ide juga dilakukan online atau lebih casual di cafetaria atau park
Pinot @pinotski
- Setiap hari karyawan harus merekap berapa lama waktu yg terpakai utk tiap project - Dalam time tracker ada Personal Time, yg tetap dicatat setiap hari. Personal time ini waktu yg dipakai di luar project, misal eksperimen software, cek socmed, diskusi ide etc
Pinot @pinotski
Lalu gimana kalo ada kerjaan mepet, revisi dadakan? Pastinya bakal overtime, lembur, kerja pas weekend. Tapi ya itu, ada mekanismenya, semua harus tercatat. Dan ada anggaran khusus yg dibebankan ke klien. Jumlahnya cukup besar.
Pinot @pinotski
Itu pun diputuskan setelah diskusi dng anggota tim. Bisa saja ngga harus lembur, bisa saja diselesaikan lebih cepat besok paginya. Semua pro aktif menentukan & memutuskan lembur atau tidak.
Pinot @pinotski
Kenapa mereka strict banget dengan hal ini? Karena bagi mereka, karyawan mutlak harus punya waktu utk pribadi, di rumah atau dng keluarga. Atau kegiatan sampingan yg membantu pengembangan karir, skill & passion karyawannya.
Pinot @pinotski
Dengan begini, karyawan akan terjaga stamina kreativitasnya & optimal dalam bekerja, mengedepankan kualitas.
Pinot @pinotski
Oh dan sidenote: ini berlaku di bagian production juga, termasuk tim produser, kamera, editor, animasi etc.
Pinot @pinotski
Thread ini kesannya mungkin terlalu ideal untuk dijalankan di Indonesia. Tapi ngga ada salahnya dirintis, menggantikan ukuran prestasi kerja dari kuantitas ke kualitas. twitter.com/pinotski/statu…
Pinot @pinotski
Pekerja kreatif profesional punya persediaan mood & bisa mengantisipasi challenge terutama waktu kerja. twitter.com/miawariesta/st…
Pinot @pinotski
Gimana bisa nyetok mood? Salah satu cara: banyak istirahat dan waktu santai, jadi otak bisa punya ruang utk nerima ide & inspirasi kapan saja.
Pinot @pinotski
Pekerja profesional yang berpengalaman malah ngga perlu mood utk kerja, Tinggal merem, kerjaan kelar dng kualitas maksimal. Triknya? Karena berpengalaman, dia punya banyak koleksi template & solusi kreatif.
Pinot @pinotski
Jadi buat gue, kalo nemu pekerja kreatif bilang "belum nemu mood" berarti emang ngga profesional dan belum berpengalaman 😠👊🏻
Ariesta. @miawariesta
Nah ini. Tapi kebanyakan dari kita, alesannya "kerja nunggu mood". Kerjaan yg harusnya bisa beres hari itu jam 5, molor jd jam 11 krn "nunggu mood". twitter.com/pinotski/statu…
AlfiGustianRuckmana @alfigustian
@pinotski Akhirnya jadi kebiasaan om sampai lupa kegiatan pribadi itu seperti apa. Kalo udah begini, gimana om?
Pinot @pinotski
Diobrolin dengan atasan. Tunjukkan kalau kita bisa kerja efektif tanpa lembur. Berikan gagasan koordinasi kerja yg baik dng divisi lain/klien supaya kita ngga kebagian sisa jam kerja. Kegiatan di luar jam kerja adalah hak karyawan. twitter.com/alfigustian/st…
Pinot @pinotski
Itu sebabnya gue minggat sejenak dari industri kreatif di Indonesia. Sambil merintis, menggantikan pola pikir kuantitas ke kualitas. twitter.com/jeffrikaharsya…
Pinot @pinotski
Saatnya merintis, mulai memberikan gagasan dengan teman sekitar, atasan terdekat, untuk memberi layanan yang terbaik pada klien. Dan ujung-ujungnya juga tetap profit. twitter.com/wira_triasmara…
Razi @arraziee
@pinotski ini karena bos nya @garyvee atau memang kultur ahensi sana seperti ini semua mas pin? lalu apps buat time tracker nya apa yah?
Pinot @pinotski
@arraziee Keduanya. Kultur kerja di sini memang begitu, mengedepankan kreativitas & kualitas.
Load Remaining (38)
Login and hide ads.