1
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
1. Ketika seorang muslim mendengar hadits, bahwa pertanyaan pertama yang muncul adalah apakah hadits ini valid? Valid bisa berarti shahih dan hasan.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
2. Jika sudah jelas valid, maka harus diterima. Masalah kriteria valid yang mendalam tidak akan kita bahas di sini. Karena itu merupakan pembahasan sangat panjang.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
3. Ketika sudah jelas valid, maka harus diterima. Karena terbukti menurut kaedah penelitian hadits yang ditentukan ulama bahwa hadits itu valid.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
4. Bagaimana jika hadits itu tidak masuk akal kita? Kita jangan mengukur Nabi ﷺ dengan akal kita. Nabi ﷺ mendapatkan wahyu dari Allah, sedangkan kita hanya belajar dari apa yang ada.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
5. Maka sudah pasti wahyu Allah itu benar, tidak harus sesuai akal sehat kita. Akal kita tidak bisa menjangkau ilmu Allah yang luas.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
6. Ketika Nabi ﷺ menjalani isra’ mi’raj dan memberitahukan kepada kaum kafir Quraisy, mereka tak percaya karena tak masuk akal mereka.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
7. Ini berbeda dengan sikap Abubakar As Shiddiq, ketika orang kafir memberitahukan kepadanya bahwa Nabi ﷺ mengaku telah melakukan Isra’ Mi’raj, dengan tujuan mengejek. Tapi Abubakar menorehkan tauladan bagi orang beriman, yaitu dia percaya meski tak masuk akal.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
8. Jika benar Nabi ﷺ mengatakan, maka pasti benar. Tidak mungkin Nabi ﷺ keliru. Inilah sikap yang harus kita miliki dalam diri kita. Semua sabda Nabi ﷺ adalah benar. Mengapa?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
9. Karena Nabi ﷺ bersabda dari wahyu Allah bukan dari dirinya sendiri. Ketika Nabi ﷺ memberitahukan tentang sesuatu, maka itu dari wahyu Allah. Ini yang harus kita perhatikan. Wahyu Allah pasti benar, karena Allah adalah Maha Mengetahui.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
10. Bagaimana dengan sains? Sains selalu berubah ketika ada penemuan terbaru. Ketika hari ini sains belum bisa menemukan kebenaran wahyu maka bukan berarti wahyu yang keliru.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
11. Sedangkan wahyu Allah sudah final pasti benar. Maka wahyu Allah tidak bisa dipertentangkan dengan sains.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
12. Hakekatnya wahyu Allah tidak akan pernah bertentangan dengan sains. Mengapa? Sains adalah hasil mengamati dan mengolah ciptaan Allah. Sedangkan wahyu adalah dari Allah. Maka tak mungkin bertentangan.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
13. Ketika sains belum bisa menerima mala bukan berarti wahyu yang keliru. Bisa jadi suatu saat nanti sains akan menemukan bahwa wahyu itu benar.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
14. Orang yang beriman tidak menunggu hasil penelitian untuk percaya pada suatu hadits. Karena orang beriman kepada wahyu Allah, baik berupa Al Qur'an maupun sunnah Nabi ﷺ.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
15. Hari-hari ini sedang marak pembahasan tentang kencing onta. Ada hadits shahih menjelaskan bahwa kencing onta memiliki manfaat. Hadits ini tercantum dalam shahih Bukhari dan Muslim. Muttafaq alaihi.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
16. Ada yang mengejek hadits ini. Ada juga yang mempertanyakan validnya hadits ini. Ada juga yang memahami hadits ini dengan keliru.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
17. Yang mengejek dan beranggapan bahwa kencing onta itu kotoran. Mana mungkin kotoran bisa bermanfaat. Ini tak masuk di akal mereka. Maka mereka mengejek.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
18. Mereka mengejek sesuatu yang dinyatakan oleh Nabi ﷺ. Mereka mengejek tanpa cari tahu. Mereka menganalogikan dengan kotoran manusia. Mereka tak sadar bahwa mereka mengejek wahyu.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
19. Mereka mengejek karena kebodohan mereka saja. Mereka belum menelaah kitab hadits dan kitab fikih. Ilmu itu luas. Mengikuti pelajaran agama di sekolah Islam bukan berarti sudah tahu banyak. Ilmu masih amat luas.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
20. Dalam Islam hewan yg halal dimakan maka kotorannya tidak najis. Karena hewan yg halal dimakan adalah hewan yang memakan tanaman. Maka halal dimakan dan kotorannya tidak najis.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
21. Sedangkan manusia adalah pemakan segala. Maka tidak bisa disamakan dengan hewan dalam hal ini. Hewan yang bertaring juga tidak boleh dimakan alias haram.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
22. Tapi apakah semua kotoran hewan halal dimakan maka boleh dimakan? Tidak ada keterangan seperti itu. Tidak semua yang bersih bisa dimakan. Contohnya pasir dan batu tidak najis, apakah bisa dimakan?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
23. Satu lagi, yang tercantum dalam hadits adalah minum susu dan kencing onta, bukan makan kotoran onta. Dan tidak ada ajaran makan kotoran kambing dan sapi meski tidak najis.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
24. Ada juga yang mempertentangkan hadits ini dengan hasil penelitian. Ketika bertentangan maka orang beriman lebih percaya hadits. Karena bisa jadi sains hari ini belum menemukan khasiatnya.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
25. Jika memang ontanya sakit maka bukan berarti seluruh kencing dan susu onta lainnya tidak bisa diminum. Sama seperti roti berjamur tidak boleh dimakan. Bukan kemudian makan semua roti adalah berbahaya.
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.