Rahasia Menulis Skenario Film by @jokoanwar

belajar dulu sebelum nawarin skenario ke PH film
skenario film culture jokoanwar film
1
Joko Anwar @jokoanwar
Ada yang punya keinginan untuk jadi penulis skenario film? Mudah-mudahan beberapa twit berikut ini bisa kasih pencerahan sebelum kalian nawarin skenario kalian di twitter kayak "hey mz mba sya punya skrip klo mw filmin bsa kontek sya." Atau "aq ada skrip bgs minat? Dm." 😊
Joko Anwar @jokoanwar
Pertama, ini harus dipahami dulu: menulis skenario sama seperti menyanyi. Banyak yang pede bisa nyanyi padahal fals. Seperti menyanyi, yang ingin jadi penulis skenario akan lebih gampang kalau punya bakat. Tapi, seperti menyanyi, menulis skenario bisa dipelajari. pic.twitter.com/uphXXx5MAm
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
Penulis skenario harus orang yang sensitif, sensibel, cerdas, paham emosi manusia, rapuh sekaligus tegar, paham kebaikan dan sisi tergelap manusia. Karena tugasnya ada menuangkan semua jangkauan emosi manusia dalam tulisan.
Joko Anwar @jokoanwar
Sutradara juga harus tegas sebagai kapten (bukan raja) di lapangan, tapi juga harus mengayomi. Kru dan pemain jumlahnya bisa ratusan, sutradara harus bikin suasana suting menyenangkan tapi tetap serius dan kerja keras.
Joko Anwar @jokoanwar
Sebelum satu hari suting berakhir, asisten sutradara akan berkonsultasi untuk rencana suting hari berikutnya. Gitu tiap hari. Come early. Visualize. Block. Light. Rehearse. Tweak. Shoot. Repeat.
Joko Anwar @jokoanwar
Penulis skenario harus bisa menempatkan dirinya sejajar dgn target penontonnya, secerdas apapun dia. Karena kalau menempatkan dirinya di atas, ceritanya akan sulit diakses, menggurui atau, lebih buruk, seperti propaganda. Kalau di bawah, penonton akan mentertawakan ceritanya.
Joko Anwar @jokoanwar
Perbedaan skenario dengan bentuk tulisan lainnya adalah, skenario ditujukan untuk dikonsumsi selama durasi tertentu dan dalam satu waktu, berbeda dgn novel, misalnya, yg bisa ditutup dulu untuk dilanjutkan di lain waktu.
Joko Anwar @jokoanwar
Untuk tujuan menjaga penonton tetap mau duduk menonton film, sejak film berkembang menjadi format spt sekarang, para praktisi mencoba memformulasikan struktur skenario yg dipercaya bisa bikin penonton gampang mengikuti cerita film. pic.twitter.com/ZUp9AaDFwj
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
Masuk ke tahap pasca-produksi. Sutradara harus paham 'workflow' pasca-produksi, yaitu alur pengerjaan materi, sekalipun biasanya ada Produser Pasca-produksi. Di tahap ini materi yg udah disyut bisa rusak kalau salah workflow. Terjadi ke salah satu film recently.
Joko Anwar @jokoanwar
Materi film yang sudah disyut akan diedit oleh editor dan akan mempresentasikan hasilnya ke sutradara. Sutradara mungkin mendampingi editor saat editing sehingga sutradara juga harus paham teknis dan seni editing. Perbedaan 24 fps dan 26 fps saja bisa menimbulkan masalah.
Joko Anwar @jokoanwar
Masa editing ini bisa mengambil waktu berbulan-bulan, apalagi kalau tidak ada kesepakatan antara sutradara dan produser, atau editornya pusing karena materi yang disyut sutradara susah untuk diedit jadi sebuah film yang koheren dalam bercerita.
Joko Anwar @jokoanwar
Setelah editing selesai, masuk masa color grading, sound design, music scoring, visual effects (kalau ada). Sutradara harus selalu siap mendampingi pengerjaannya tapi juga memberikan ruang untuk mereka berkreasi.
Joko Anwar @jokoanwar
Muncullah beberapa 'model struktur' yg dipercaya bisa membuat film gampang diikuti penonton dgn nama-nama fancy tmsk 'Struktur 3 Babak', 'Prinsip 8 Plot Point', '15 Beats Story Structure' yg harus dipelajari utk paham tujuannya. pic.twitter.com/qCbvIw9SMW
Expand pic
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
Tentu aja kalau bisa menemukan/menciptakan sendiri struktur skenario yg bisa lebih membuat cerita lebih mudah tersampaikan atau lebih menarik, penulis bebas menggunakannya. Tapi model yang sudah ada harus dipelajari dulu untuk tau berguna atau nggak.
Joko Anwar @jokoanwar
Gimana sejauh ini? Ribet ya? Sebagaimana halnya dengan profesi lain, ya memang harus dipelajari dulu ilmunya. Bukan sekedar bisa ngetik langsung bisa jadi penulis skenario. ☺️ Buku ttg penulisan skenario banyak bisa dibaca. Atau kursus atau sekolah.
Joko Anwar @jokoanwar
Color grading adalah proses mengulik warna utk membuat keseluruhan film senafas dalam satu konsep. Di tahap ini, tekniksinya yg disebut 'colorist' akan didampingi sutradara dan DP. Untuk satu film, biasanya saya butuh 1 minggu. pic.twitter.com/BsDD9gi3uX
Expand pic
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
Setelah struktur, ada juga format baku yg harus diikuti, ukuran kertas, spasi, jenis dan ukuran font, dsb. Daaaann... Hal-hal di atas baru kerangka, masih keranjang yg harus diisi dgn karakter-karakter, dialog, perbuatan dsb yg juga butuh skill tersendiri. Aku juga selalu mumet.
Joko Anwar @jokoanwar
Penulis bisa menulis atas inisiatifnya sendiri lalu ditawarkan ke perusahaan film atau produser, atau menulis setelah di-hire oleh produser untuk menulis. pic.twitter.com/j9TyHAvQu9
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
Tidak seperti di Hollywood, misalnya di mana penulis punya agent yg akan kirim skenarionya ke produser-produser, penulis skenario Indonesia harus cari jalan sendiri untuk bisa tunjukkan skenario mereka ke produser.
Joko Anwar @jokoanwar
Ini juga mungkin yang menyebabkan jarang penulis skenario yg benar-benar punya bakat bisa 'ditemukan' karena banyak yang menjadi penulis skenario karena kedekatan mereka dgn orang film. Nggak salah, tentunya, kalau memang punya bakat dan bukan hanya dicemplungin.
Joko Anwar @jokoanwar
Di Indonesia spt halnya dgn profesi lain, penulis skenario seharusnya membuat benchmark mereka sendiri setinggi mungkin, krn kemampuan baca skenario yg baik masih jarang dimiliki penonton, bahkan produser, shg sgt gampang dpt pujian atau penghargaan. Kalau lsg puas yg konyol.
Yoseph Setiawan @yoseph220986
@jokoanwar Patokan dari benchmark yang tinggi itu seperti apa sehingga produser dan penonton juga bisa memahaminya?
Joko Anwar @jokoanwar
Setelah semua departemen selesai bekerja dan disatukan menjadi satu film utuh, masih harus direvisi beberapa kali sehingga jadi film utuh.
Joko Anwar @jokoanwar
Sementara di negara lain ada skenario yg brilian, sureal spt The Killing of a Sacred Deer, atau pedih-pedih indah spt Lady Bird, kita di Indonesia masih disuguhi skenario yang masih belum bisa diterima akal sehat kayak fil
Joko Anwar @jokoanwar
Adoh maap hapenya jatoh lagi 😩
Load Remaining (22)

Comment

Login and hide ads.
Login and hide ads.