Profesi Di Perfilman -- kultwit Joko Anwar

Profesi di perfilman tidak hanya sutradara dan penulis skenario.
movies
7
Joko Anwar @jokoanwar
Mau kerja di perfilman Indonesia? Ada beberapa profesi menarik dan penting selain sutradara atau penulis skenario yang bisa kalian prospek. Dan bisa jadi, pendapatan setahunnya bisa lebih besar ketimbang dua profesi di atas.
Joko Anwar @jokoanwar
1. Asisten Sutradara (Assistant Director) (AD) AD adalah tangan kanan sutradara untuk ngurus schedule, mastiin kru/pemain siap suting, supaya sutradara bisa konsentrasi di urusan kreatif. AD yg pintar adalah kunci suting yg tepat waktu dan lancar.
Joko Anwar @jokoanwar
AD terbagi atas First Assistant Director (1st AD) dan 2nd AD. Utk produksi skala besar bisa ada 2nd 2nd AD atau 3rd AD. AD tdk mengurusi soal kreatif, jadi seharusnya bukan orang yg bikin pengadeganan, menentukan letak kamera, mengarahkan akting pemain etc. Ini tugas sutradara.
Joko Anwar @jokoanwar
Setelah terima skenario, 1st AD akan bikin breakdown skedul suting, breakdown keperluan departemen-departemen lain, dan skedul aktor. One hell of a job, tapi ini adalah seni tersendiri. Di saat suting, 2nd AD bisa siapkan aktor, cek make-up, dan bantu 1st bikin skedul utk besok.
Joko Anwar @jokoanwar
Fee 1st AD di film bisa sampai sampai dengan 1/3 fee sutradara. Tapi karena tugas AD selesai setelah suting selesai, bisa cari job lebih banyak dalam setahun.
Joko Anwar @jokoanwar
Bentar yak. Sambil nyuci. 😭😭
Joko Anwar @jokoanwar
1st AD adalah orang yang tiap akan suting teriak "STAND BY!", "ROLL SOUND!", "ROLL CAMERA!" Baru setelah itu sutradaranya akan teriak "ACTION!" dan "CUT!"
Joko Anwar @jokoanwar
AD atau astrada harus tau at least basic knowledge dari tiap departemen tmsk penyutradaraan, kamera, artistik, semuanya. Harus ramah sekaligus tegas. Yg pemalu, pendiam, nggak bisa jadi AD. Sosok yg keren lah di lokasi.
Joko Anwar @jokoanwar
Astrada yang sering kerja sama saya antara lain @rievien_pinung, @deasybuwana, dan Tommy Dewo. pic.twitter.com/5qilqtcvQz
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
2. Production Designer (PD) dan Art Director. Kedua jabatan ini sering dipegang satu orang di produksi film skala kecil seperti sering di Indonesia. Tapi PD tugasnya lebih besar. Setelah terima skenario dan dapat arahan sutradara, PD mendesain 'dunia' dari film termasuk set.
Joko Anwar @jokoanwar
Production Designer dan Art Director bertugas mewujudkan visi sutradara, dan mengembangkannya. Kalau mereka pintar, filmnya juga keren. pic.twitter.com/lx3pP9M54i
Expand pic
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
Terima kasih, teman-teman untuk ucapan HBD-nya. Maap nggak bales satu-satu 🙏🙏 Love you all.
Joko Anwar @jokoanwar
2. Production Designer (PD) dan Art Director. Kedua jabatan ini sering dipegang satu orang di produksi film skala kecil seperti sering di Indonesia. Tapi PD tugasnya lebih besar. Setelah terima skenario dan dapat arahan sutradara, PD mendesain 'dunia' dari film termasuk set.
Joko Anwar @jokoanwar
Di produksi film Indonesia, jarang dibuat set model. Biasanya hanya drawing karena jarang film Indonesia yg bangun set dari nol. Biasanya pakai lokasi/bangunan yang udah ada. Tapi ke depannya semakin maju perfilman, maka akan lebih dibutuhkan PD. Belajar dari sekarang!
Joko Anwar @jokoanwar
Saat ini, profesi Production Designer dan Art Director sangat langka. Suting selalu rebutan. Jadi, segeralah belajar buat yg tertarik. Syarat dasar: punya citarasa estetika tinggi, bisa gambar teknik, sketsa.
Joko Anwar @jokoanwar
Sambung besok, yaaa... Kan udah malem.
Joko Anwar @jokoanwar
Ini contoh desain yang dibuat PD untuk film The Silence of the Lambs. Ada yang bisa tebak buat set di adegan apa aja? pic.twitter.com/Qe5I5KnUnk
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
Art director yang biasanya kerja di film-film saya termasuk @IwenRozari dan @winduart
Joko Anwar @jokoanwar
Lanjut yah twit tentang profesi-profesi di perfilman selain sutradara dan penulis skenario.
Joko Anwar @jokoanwar
3. Make-up Artist (MUA) dan Special Make-up Effects MUA bukan sekedar bedakin pemain film supaya putih atau menor, tapi menegaskan karakter yang dipegang oleh aktor/aktris tersebut sesuai tuntutan skenario dan arahan sutradara.
Joko Anwar @jokoanwar
Make-up Artist dan Special Make-up Effects bisa dipegang orang yang sama, seperti yang dilakukan @DarwynTse untuk film Pengabdi Setan. Efek luka di kulit, make-up setan, mock-up karakter termasuk contoh tugasnya. (Pic 1 deleted scene Pengabdi Setan. Pic 2 Black Swan. Pic 3?) pic.twitter.com/xTHXhlwIH0
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Joko Anwar @jokoanwar
Kebayang kan kerennya profesi Make-up Artist dan Special Make-up Effects di perfilman? Jumlahnya juga sedikit du Indonesia. Ini juga membutuhkan skill yang tinggi. Jadi nggak bisa modal bedak aja. Bisa belajar di pendidikan formal, kursus, atau otodidak.
Joko Anwar @jokoanwar
4. Casting Director dan Talent Coordinator (Talco) Dua profesi ini juga susah dicari di Indonesia karena jumlahnya yang bagus masih sedikit. Casting Director bertugas mencari aktor/aktris yang cocok untuk karakter-karakter yg ada di skenario.
Joko Anwar @jokoanwar
Casting Director yg baik bukan sekedar memberitahukan lowongan casting ke manajemen aktor/aktris yg dia kenal, tapi aktif mencari dari tempat lain. Dari mana saja. Tentunya harus punya mata khusus untuk bisa lihat orang yg punya potensi. Bukan sekedar cari yang bening.
Joko Anwar @jokoanwar
Banyak aktor/aktris berbakat yg aktingnya keren, tmsk di Indonesia, ditemukan oleh casting director. Calon pemain diaudisi bisa dengan disuruh baca skenario untuk karakter tertentu. Nanti para kandidat terbaik ditunjukkan ke sutradara untuk diaudisi kembali siapa yg paling cocok.
Load Remaining (101)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.