0
Ferry Koto @ferrykoto
Bukankah diantara tugas pers itu; informasi dan kontrol sosial. Jika media turunkan berita, maka haruslah informasinya benar (jelas, akurat). Sbg bagian kontrol sosial tentunya ada perbaikan. Bagaimana ada perbaikan jk ke dinas terkait tdk konfirmasi datanya? twitter.com/beginu/status/…
Ferry Koto @ferrykoto
Atau berita tsb hanya ingin angkat sudut pandang "Ahok"? Tapi tidak jelas kapan dibantu, siapa dibantu, bagaimana membantunya, kenapa dibantu. Apalagi faktanya Ahok tdk sepeserpun kemudian membantu, tapi tetap diberitakan? Jadi sudut pandang apa yg ingin disampaikan ke pembaca? twitter.com/beginu/status/…
Ferry Koto @ferrykoto
Sementara implikasi berita tsb, dunia pendidikan di Lamongan mendapat nama buruk, pemda Lamongan dikesankan abai, dan dinas pendidikan Jatim sbg yg memiliki kewenangan disudutkan. Dan semua pihak tsb tdk pernah dikonfirmasi. Apakah ini memenuhi kode etik jurnalistik? twitter.com/beginu/status/…
Ferry Koto @ferrykoto
Berita yg diterbitkan mengandung konsekwensi hukum, ada pihak yg melanggar aturan di Jatim, mestinya media membantu penegakan hukum, jgn menutupi sebuah kesalahan. Itu jika berita itu benar dan terjadinya setelah pengalihan kewenangan berdasarkan UU 23/2014 ke Provinsi twitter.com/beginu/status/…
Ferry Koto @ferrykoto
Konsekuensi hukum lainnya, ada dugaan pencemaran nama baik ke dinas pendidikan Jatim, jika ternyata berita itu tidak benar, atau tidak terjadi saat ini. Apalagi jelas2 dr berita yg diturunkan tidak ada peran Ahok menyelesaikan, kenapa malah dipublikasikan? Koq media tdk gali? twitter.com/beginu/status/…
Ferry Koto @ferrykoto
Sebagai bagian stakeholder pendidikan di Jatim, walau daerah tugas sy Surabaya, sy ingin jawaban Kompas terkait hal2 tsb. Agar ke depan tidak terjadi hal demikian di kota Surabaya juga, dapat nama buruk atas sesuatu yg kami tdk tahu, akibar pemberitaan media. twitter.com/beginu/status/…
Ferry Koto @ferrykoto
1. Rek, sy coba share pendapat terkait pemberitaan media @kompascom tentang ijazah seorang siswa di Lamongan, Jawa Timur yg ditahan. Yang hemat sy tdk memenuhi kode etik jurnalistik dan berpotensi pencemaran nama baik pihak2 terkait. @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/0Vd3z4vLuK
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
2. Tentang kode etik jurnalistik, sila baca disini seruji.co.id/kode-etik-jurn… . Seluruh wartawan wajib paham ini, apalagi seorang awak redaksi, lebih2 pimpinan redaksi. Cc @beginu @saifulrachman32
URL SERUJI Kode Etik Jurnalistik Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Kemerdekaan pers adalah sara
Ferry Koto @ferrykoto
3. Seorang wartawan jg pasti paham, Dl. menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis, sbg insan pers, apalagi di desk redaksi, harus selalu "SKEPTIS" terhadap suatu berita. Terus gali, tdk begitu saja percaya. Apalagi jk ada nama baik pihak2 dipertaruhkan @beginu @saifulrachman32
Ferry Koto @ferrykoto
4. Dari penelusuran saya, maka sy duga berita yg diturunkan redaksi @kompascom dipicu oleh "kehebohan" di sosial media. Kehebohan itu nampaknya yg ditindaklanjuti redaksi untuk memberitakan. Perhatikan waktu twit akun ini dan waktu terbit kompas. @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/QE8ppPugCl
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
5. Sy tidak ingin menduga bahwa berita ini pesanan, dimana sdh diatur agar akun2 pihak yg dikenal sbg pendukung Ahok, ngebuzz di sosmed kemudian di tindaklanjuti berita media "konco dewe". Menduga2 tanpa bukti dan data kuat, bkn cara insan pers. 😁 @beginu @saifulrachman32
Ferry Koto @ferrykoto
6. Sekarang kita analisa satu persatu penulisan berita media ini, apakah sdh memenuhi kode etik jurnalistik dan sikap seorang jurnalis yg harus selalu skeptis. Lihat kaliman pembuka berita. @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/Ofl8fLtdAJ
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
7. Memberitakan "baru saja lulus" mestinya didukung data, apakah benar ada kelulusan siswa saat ini, di semester ganjil yg baru saja berakhir? Kenapa redaksi/jurnalisnya tdk skeptis sedikitpun terhadap statemen narsum "baru saja lulus"? @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/ck2Au1LJ7U
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
8. Selain tidak skeptis, yg harusnya "mengejar" narsum, terlihat jurnalis ataupun redaksinya melanggar kode etik jurnalistik psl 1 terkait keakuratan data. Kenapa tdk ada usaha menyajikam data akurat soal kapan siswa tsb lulus? Cc @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/MrOlJtfPZ9
Expand pic
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
9. Bagaimana mungkin media sebesar @kompascom dgn redaksi berpengalaman bisa langgar kode etik jurnalistik terkait ke akuratan berita? Sungguh tdk bisa dipahami dan dimaklumi. Apalagi ada pihak yg terkait bisa tercemar nama baiknya. @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/GVNa9MrR25
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
10. Ditambah dgn penekanan berita bahwa surat itu diterima saat Ahok ditahan di Mako Brimob. Berarti pembaca disuguhi data "seolah2" peristiwa baru terjadi. Apalagi tdk ada satupun data disajikan atau berusaha diungkap kapan surat siswa sampai ke Ahok @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/nLxAxRGw01
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
11. Dan kesan yg ingin dibangun berita kompas, sama dgn twit akun ini yg sedang bangun citra "walau di penjara Ahok masih bisa bantu", padahal faktanya tdk ada bantuan Ahok (jk pun berita itu benar) pic.twitter.com/GODJ9R98J1
Expand pic
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
12. Lihatlah tulisan berikutnya di berita ini. Menyebut pihak lain, yaitu Kepala sekolah, tapi tidak ada usaha jurnalis/redaksi mengkonfirmasi ke kepsek, agar berita berimbang. Tdk ada sama sekali SKEPTIS nya pada info si Nael. Begitu percaya ke Nael? @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/5WFKQBKa1C
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
13. Tidak mengkonfirmasi ke Kepsek dan cantumkan diberita apa yang diklaim Nael (narsum), itu sama sj melanggar kode etik jurnalistik, kembali langgar psl 1, berimbang dan tidak beritikad buruk. @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/T3IHvP0zBY
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
14. Sampai disini, sy bertanya2 kenapa media sebesar @kompascom & redaksi yg berpengalaman langgar kode etik jurnalistik tsb. Apalagi tentu paham tugas pers sbg penyampai informasi yg benar & akurat, serta kontrol sosial. @beginu @saifulrachman32
Ferry Koto @ferrykoto
15. Apalagi kemudian sangat jelas dari narsum (Nael), bahwa ternyata Ahok akhirnya TIDAK ADA membantu siswa tsb. Sudah selesia masalahnya. Lantas kenapa tetap diberitakan? Apalagi sebut sekolah di wilayah Jatim (Lamongan). Tujuan apa? @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/2YlUQU0hMc
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Ferry Koto @ferrykoto
16. Apa redaksi @kompascom tidak paham, bahwa kewenangan SLTA saat ini berdasarkan UU 23/2014 berada di Provinsi Jatim? Apa tdk sadar, berita tsb mencemarkan nama baik dispendik Jatim? @beginu @saifulrachman32 pic.twitter.com/XLCLTWU5Tg
Expand pic
Load Remaining (31)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.