0
Eliya @eliya_mkom
Sudah selayaknya jelang Pemilu legislatif dan Pilpres 2019, semua Partai politik memperjuangkan nasib keterpilihannya sebagai wakil rakyat di DPR, DPRD termasuk pertarungan perebutan kursi Pilpres. Yuk bahas yuk. Yang nyimak RT dan Like.
Eliya @eliya_mkom
Koalisi penguasa jaman now nampaknya harus segera membubarkan diri, sesuai dengan janji Pakde bahwa tak ada imbal balik atas dukungan yang diberikan Partai kepada penguasa. Kondisi yang semakin kurang kondusif utk tetap berada didalam pemerintahan, tentu harus dipertimbangkan.
Eliya @eliya_mkom
Didalam Koalisi pemerintahan yang masih bersisa 6 partai yaitu PDIP, Nasdem, Hanura, Golkar, PKB, PPP sementara PAN sudah memberanikan diri utk lepas sejak Pilkada DKI 2017. PAN berani karena tidak tertawan secara politik oleh penguasa, walau sempat dicoba tapi PAN tetap solid.
Eliya @eliya_mkom
PKB juga sudah mulai memperlihatkan sikap tidak seratus persen berpijak di penguasa. Gerakan Cak Imin sebagai Cak Wapres siapapun presidennya, memperlihatkan PKB ingin melepaskan diri secepatnya dari Penguasa. Semoga semakin terlihat keberanian ini cc @bambangelf
Eliya @eliya_mkom
PPP juga memiliki kesempatan utk mengkonsolidasikan diri utk kembali ke jalan yang benar. Dalam pembahasan Perpu Ormas. PPP dan PKB sudah mulai menunjukan perbedaan dengan memberikan catatan atas persetujuan menjadi UU Ormas. Semoga kedepan lebih tegas lagi terlihat.
Eliya @eliya_mkom
Keputusan MA yang mengukuhkan PPP Pimpinan @MRomahurmuziy sebagai DPP yang sah dapat mengukuhkan langkah pengurus dan kader PPP yakin melangkah dijalan yang benar, tak lagi berada dibawah bayang bayang kekuasaan Pakde. Cc @acbaidowi @noldimardin @TrianaPPP @FPPP_DPRRI
Eliya @eliya_mkom
Yang dibutuhkan @DPP_PPP saat ini adalah menjelaskan kepada Umat, atas langkah langkah sebelumnya yang berseberangan dengan kepentingan Umat. Bukan usaha yang gampang, tapi harus dilakukan oleh PPP secara maksimal cc @MRomahurmuziy @halus24 @noldimardin @DPP_PPP @FPPP_DPRRI
Eliya @eliya_mkom
Tentu tak harus frontal @DPP_PPP bisa melakukan strategi yang tepat, agar publik paham posisinya. Hapus stigma sebagai partai pendukung penista agama, konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, masih banyak RUU yang bisa diperjuangkan @FPPP_DPRRI seperti revisi UU Ormas.
Eliya @eliya_mkom
Koalisi didalam Pilkada 2018, masih bisa direvisi, selain melihat aspirasi didaerah, strategi lepas dari stigma partai pendukung penista agama bisa dijadikan pertimbangan dan diperjuangkan di banyak daerah pilkada 2018. Cc @DPP_PPP @noldimardin @MRomahurmuziy @PPPDakwah
Eliya @eliya_mkom
@DPP_PPP dapat mulai kembali menegaskan sebagai partai yang memperjuangankan kepentingan Umat. Hal ini penting utk mendapatkan dukungan dalam pemilu legislatif. Tetap berada dalam koalisi penguasa dikekinian hanya merugikan bagi PPP. Yuk berjuang @MRomahurmuziy @noldimardin
Eliya @eliya_mkom
Selain PPP @DPP_Golkar juga memiliki kesempatan utk lepas dari bayang bayang Pakde. Hal ini ditentukan dari hasil Munaslub dan siapa tokoh yang akan menggantikan SN. Tapi seharusnya, siapapun yg jadi Ketum Golkar, demi kepentingan @Golkar5 , partai ini harus lepas dari Koalisi
Eliya @eliya_mkom
Elektabilitas Pakde @jokowi terus merosot, mesin pencitraan kolaborasi buzzer dan media partisan dah tidak ampuh lagi sebar hoax, framing demi kepentingan. Publik sudah cerdas, tak lagi dapat diperdaya oleh hoax pencitraan palsu. Faktanya hidup tambah sulit, daya beli merosot.
Eliya @eliya_mkom
Partai partai anggota koalisi dapat mempertimbangkan utk keluar dari koalisi, menghindar dari dampak buruk kondisi elektabilitas pakde yang hari demi hari semakin ancur. Yang setuju RT Yang gak Like.
Eliya @eliya_mkom
kondisi sekarang, jika @DPP_PPP , @DPP_Golkar dan @DPP_PKB keluar dari koalisi, yg dukung tinggal PDIP, Nasdem dan Hanura. selain PDIP Partai yg dukung Pakde merugi. Elektabilitas Pakde naik, PDIP yg Untung. elektabilitas Pakde Ancur berdampak keseluruh Partai Pendukung pakde.
Eliya @eliya_mkom
Hanura dibawah kepemimpinan OSO tentu lebih memiliki kekuatan utk lepas dari koalisi Pakde. Pak Wir bisa dihibahkan saja ke PDIP, Hanura bisa kembali menjadi perwakilan Hati Nurani Rakyat. Pikirkan nasib Rakyat yang diwakili, nasib Partai, dan seluruh kader Hanura Se Indonesia
Eliya @eliya_mkom
Tetap berada dalam kapal bocor, tetap dukung pakde yg elektabilitasnya terus menurun, tentu tidak bijak. Nasdem dan Hanura punya pilihan lepaskan diri. Tentu kedua partai ini punya orang pintar yg paham kondisi. Walau kepemimpinannya tergantung figur. Formalnya kolegial DPP.
Eliya @eliya_mkom
Dalam partai itu ada kerjasama tim, tak hanya mengandalkan kepada satu figur saja. Di DPP ada dewan Pakar, ada Litbang, dewan penasehat yang dapat memberikan masukan kepada pimpinan terkait kelanjutan koalisi dengan Pakde ini. Diseluruh Propinsi ada DPD/DPW yg bisa beri masukan
Eliya @eliya_mkom
Di tingkat kota dan kabupaten ada DPC, PAC, ranting dan anak ranting. Partai harus pertimbangkan dengan baik nasib banyak orang didalam perahunya. Jangan bersikeras tetap dalam kapal yang mau karam. Cari selamat, majukan kader sendiri di Pilpres 2019. Yg setuju RT Yg gak Like.
Eliya @eliya_mkom
Nasdem yg memiliki media, terlalu mengorbankan diri untuk framing demi kepentingan Pakde. Terus dukung Pakde pakai Medianya, elektabilitas pakde merosot, Nasdem lebih anjlok lagi, kepercayaan publik pada medianya juga hilang. Double rugi Nasdem dukung pakde. Cc @pranandapaloh
Eliya @eliya_mkom
@NasDem punya pilihan bergabung dengan koalisi @PDemokrat atau @Gerindra . Lakukan pendekatan, jajaki mana yang bisa diajak berteman. Bisa juga menyusun koalisi baru dengan anggota, @Hanura10 @DPP_PPP dan @DPP_PKB Yang penting keluar dari koalisi pendukung Penguasa kini.
Eliya @eliya_mkom
Semua partai punya pilihan masing masing, tetap berada didalam koalisi yang makin hari makin ancur elektabilitasnya, atau melepaskan diri dan mengkampanyekan diri, masih cukup waktu utk melakukan rebranding. Ingat pemilu legislatif 2019 dilaksanakan bersamaan dengan pilpres.
Eliya @eliya_mkom
Kalau PT 20% diterima MK, perlu pikirkan koalisi yang tepat. Kata kuncinya adalah, kader partai tersebut harus menjadi Capres atau setidaknya Cawapres. Kampanye Pilpres dan Kampanye Pemilu Legislatif dapat bersinergi kalau kader partai menjadi capres atau cawapres.
Eliya @eliya_mkom
Kalau PT 20% digugurkan oleh MK, sudah selayaknya masing masing partai mengusung kadernya menjadi Capres dan Cawapres. Kampanye Pilpres, dengan kader sendiri jadi kandidat yang tepat, akan memberikan dampak pada perolehan suara partai dalam pemilu legislatif.
Eliya @eliya_mkom
Kesimpulannya apapun kondisinya, pecahnya koalisi fakta yanv harus diterima. Suatu keniscayaan antar partai saling bersaing, adu strategi, berebut suara, bersaing dapatkan simpati rakyat pemilih. yg paling dirasa berpihak pada rakyat itu yg menang. Tak bisa berbagi pemilih.
Eliya @eliya_mkom
One Women One Vote. One Man One Vote. Satu orang hanya bisa memilih satu partai saja dalam pemilu, kalau kandidat capresnya Pakde dan cawapresnya bukan kader partai itu, pemilih tentu akan pilih PDIP di Pemilu Legislatif. Cc @NasDem @Hanura10 @DPP_PPP @DPP_PKB @DPP_Golkar
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.