Kementerian ESDM dan Pertamina Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Elpiji

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa gas LPG ukuran 3 kilogram (kg) bersubsidi selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
KelangkaanElpiji economy kementrianesdm pertamina
395 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.
murni yati @murniyaticr7
Kementerian ESDM dan Pertamina Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Elpiji m.monitor.co.id/berita/7867/ke…

MONITOR, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa gas LPG ukuran 3 kilogram (kg) bersubsidi selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (8/12), menepis isu kelangkaan LPG yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini.

"Kementerian ESDM berkoordinasi dengan Pertamina untuk melihat dan memeriksa apakah benar terjadi kekurangan stok LPG di daerah. Dari hasil review ini, secara garis besar stok LPG aman, rata-rata sekitar 19-20 hari. Ini sesuai dengan rencana yang ada di Pertamina", jelas Arcandra yang pada kesempatan tersebut turut didampingi Dirjen Migas Ego Syahrial dan Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Muchammad Iskandar.

Arcandra tidak menampik akan adanya kekurangan stok LPG di beberapa wilayah, namun ia mengungkapkan hal ini terjadi hanya di beberapa daerah saja, disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini yang memang menjadi tantangan dalam proses pendistribusian 'gas melon' tersebut.

"Kita cermati, kita amati, kalau memang ada kekurangan pasokan, kemungkinan sifatnya sementara. Salah satu penyebabnya, Gorontalo misalnya, karena cuaca ekstrem beberapa hari belakangan, maka ada kendala di hal distribusi, sehingga kekurangan pasokan sementara, Alhamdulilllah sekarang sudah berhasil diatasi", imbuh Arcandra.

Pihak Pertamina juga mengungkapkan, untuk mengantisipasi kelancaran distribusi di lapangan, Pertamina selalu melakukan check on the spot ke lokasi-lokasi yang terindikasi akan berkurangnya pasokan, terlebih adanya usaha penimbunan yang dicurigai oleh masyarakat saat ini.

"Dari peristiwa saat ini kami belum menemukan unsur-unsur perilaku penimbunan dari para pelaku bisnis. Namun lebih ke permasalahan ada kebutuhan yang tiba-tiba muncul, seperti kegelisahan masyarakat karena dipicu peristiwa di Gorontalo yang case-nya karena ombak besar, sehingga kapal kita terlambat, sempat setengah hari putus, tapi malamnya langsung kita recover dan hari kedua sudah pulih", jelas Iskandar.

Kekhawatiran meningkatnya kebutuhan masyarakat menuju penghujung tahun 2017 juga menjadi perhatian Pemerintah. Hanya 2 minggu jelang libut besar perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan konsumen untuk menggunakan gas LPG 3 kg.

"Kami akan menjamin ketersedian LPG, baik hari ini, esok, bulan depan dan Inshaa Allah kebutuhan ini akan kita penuhi berapapun masyarakat butuh untuk LPG ini. Kemungkinan akan ada peningkatan kebutuhan di akhir Desember ini, karena ada perayaan agama dan tahun baru, kita sudah mengantisipasi kalau seandainya pasokan berkurang atau bertambahnya kebutuhan di akhir tahun", ujar Arcandra.

Wamen ESDM juga menegaskan bahwa Kementerian ESDM dan Pertamina akan terjun langsung untuk memeriksa kondisi ketersedian stok LPG apabila terjadi kelangkaan kembali. Diharapkan juga peran aktif dari masyarakat untuk memberikan laporan/pengaduan langsung melalui call center PT Pertamina di saluran 1 500 000 untuk memudahkan memetakan kondisi kelangkaan LPG di lapangan sehingga dapat ditindaklanjuti.

Baca sumber : http://m.monitor.co.id/berita/7867/kementerian-esdm-dan-pertamina-pastikan-tidak-ada-kelangkaan-elpiji

Login and hide ads.